A Better View part 2 (Story About Adam)

adam_eve_lrg_pr+copyBeberapa waktu lalu saya sudah menuliskan peristiwa yang sesungguhnya terjadi di Taman Eden dalam kacamata Hawa. Bagi yang belum membacanya, sebaiknya membaca cerita tersebut terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke cerita mengenai Adam. Karena artikel ini merupakan artikel bersambung. Klik di sini A Better View part 1 (Story About EVE).

Di dalam artikel A Better View part 1 (Story About Eve) saya ceritakan bahwa Hawa tertipu oleh bualan iblis yang datang dalam bentuk ‘the talking snake’. Lengkap dengan semua proses dan langkah demi langkahnya. Dan sampai hari ini, iblis masih datang dengan cara yang sama kepada manusia, yaitu melalui tipu daya. Iblis meracuni pikiran anak-anak TUHAN. Teman, untuk membunuh Anda, iblis tidak akan menaruh racun di makanan hewan peliharaan Anda. Kenapa? Karena sudah jelas Anda tidak akan makan makanan hewan peliharaaan Anda. Sama halnya dalam dunia rohani. Iblis akan racuni makanan rohani Anda, yaitu Firman Tuhan. Iblis akan membuat Anda mati ‘keracunan’ akibat kebenaran Firman Tuhan yang salah yang Anda pelajari atau Anda terima.

Mari, melalui Firmn Tuhan, ijinkan saya membawa Anda kembali ke Taman Eden. Ribuan tahun yang lalu, di mana segala sesuatunya masih sangat fresh. Seperti saat kita mencium sebuah ruangan dalam rumah yang baru.

Banyak hamba Tuhan yang mengatakan dan mengajarkan pada waktu Hawa dicobai iblis, Adam sedang tidak bersama Hawa. Tapi Firman Tuhan berkata sebaliknya. Adam justru sedang bersama Hawa di situ seperti yang ditulis dalam Kej 3:6. Dengan fakta ini, maka muncullah beberapa pertanyaan mengenai Adam: Kenapa ular tidak datang mencobai Adam? Kalau Adam tahu Hawa itu dicobai ular, kenapa Adam dia saja?

Melalui artikel ini saya akan mencoba menjelaskannya. Mungkin akan muncul pertanyaan lebih lanjut mengenai apa reaksi TUHAN terhadap hal ini? Apakah Tuhan menyalahkan Adam atau Hawa? Apakah TUHAN benar mengutuk manusia? Dan seperti apa hubungan antara Adam dan Hawa, apakah mereka pasangan yang mesra dan intim?

Hanya ada satu alasan kenapa iblis tidak mencobai Adam. Karena Adam tahu mengenai kebenaran bahwa jangan memakan buah pengetahuan baik dan buruk. Pertama kali perintah ini diberikan TUHAN hanya mengatakan perintah ini kepada Adam (Kej 2:16-17). Setelah perintah itu diberikan, barulah Hawa diciptakan oleh TUHAN. Ketika seseorang begitu kuat memegang kebenaran dan teguh dalam kebenaran itu, maka iblis tidak bisa menggodanya. Jika ada seorang anak TUHAN bertobat dari latar belakang agama yang menyembah patung dan memegang teguh kebenaran bahwa TUHAN itu tidak terdapat di dalam patung, maka sekalipun iblis datang dan menggoba anak tersebut untuk menyembah patung lagi, anak tersebut tidak akan kena tipu daya si iblis. Hal yang sama yang terjadi di Taman Eden. Iblis tidak mencobai Adam, karena iblis tahu Adam memegang kebenaran tentang tidak boleh memakan buah tersebut.

Namun kenapa Adam tidak memberitahu Hawa mengenai hal ini? Kenapa Adam diam saja melihat Hawa digoda? Bukankah itu gambaran kebanyakan anak TUHAN? Banyak orang Kristen yang cenderung pasif. Sudah tahu kebenaran, namun tidak pernah mau memberitakan atau menceritakannya kepada orang lain. Saya mau katakan bahwa Adam adalah orang yang sangat pasif dan Adam adalah gambaran dari ke-Kristenan (kepala keluarga, pemimpin gereja, pembimbing rohani) yang pasif. Salah bukti terkuat pernyataan bahwa Adam adalah pria yang pasif terdapat di dalam Kej 3:20. Masih ingat bahwa tugas Adam-lah untuk menamai semua yang ada di dalam Taman Eden (Kej 2:19-20) dan ini berarti termasuk Hawa. Setelah dicobai iblis, mereka jatuh ke dalam dosa bersama, mereka bersembunyi bersama, mereka diusir Tuhan bersama, barulah Adam memberi nama kepada Hawa. Artinya pada saat itulah baru secara resmi Adam berkenalan dengan Hawa.

Teman, di saat kita menjadi orang-orang yang pasif, akibatnya sangat luar biasa. Iblis tidak mencobai Adam karena Adam tahu kebenaran, namun ketika Adam pasif, lambat laun Adam mulai mengikuti ‘arus negatif’ yang menghanyutkannya. Ketika kita pasif, meski kita tahu kebenaran, lambat laun kita akan mulai dipengaruhi oleh dunia di sekitar kita. Masalahnya selalu tentang mempengaruhi atau dipengaruhi. Dan, Adam hari itu dipengaruhi oleh Hawa akibat kepasifannya. Dan yang paling fatal dari semuanya ini adalah kepasifan merusak segala yang baik. Adam yang seharusnya menjaga Taman Eden dan bertanggungjawab atas Hawa malah jadi merusak segalanya. Hal yang sama terjadi ketika anak-anak TUHAN pasif di sekolah, kampus, kantor, atau keluarganya. Anak-anak yang sudah mengenal kebenaran namun pasif dan tidak pernah menceritakan kebenaran. Akibatnya anak-anak TUHAN ini mudah terbawa arus dunia, meski sudah tahu bahwa hal tersebut salah. Dan pada akhirnya semua yang di sekelilingnya akan semakin rusak dan bertambah buruk. Semuanya hanya diawali dari sebuah ke-pasif-an.

Semakin terbuka apa yang sebenarnya terjadi di Taman Eden. Mari kita lanjutkan.

Dalam kesempatan ini sekaligus saya ingin menjelaskan bahwa janganlah hidup kita menjadi seperti Hawa. Yang hanya menjadi tangan kedua dalam mendengar Firman Tuhan. Kemungkinan terbesar Hawa mengetahui perintah itu adalah dari Adam si pasif. Mungkin Adam pernah mengatakan perintah itu kepada Hawa dengan gaya acuh dan pasifnya. Sehingga Hawa mungkin hanya mengetahui sebagian atau setengah dari kebenaran (untuk lebih detilnya, saya sarankan baca kembali artikel A Better View part 1 (Story About Eve). Kita, sebagai orang Kristen, sering melakukan hal ini. “Kamu tahu bahwa kamu memiliki kuasa untuk menyembuhkan yang sakit?” “Mmh, kata Pak Pendeta itu sih saya punya kuasa” “Kamu tahu bahwa Tuhan datang untuk memberkati kamu?” “Oh iya iya, saya sepertinya pernah mendengarnya beberapa minggu lalu saat di gereja.” Seringkali Firman Tuhan yang kita pegang di dalam hidup kita tidak kita pegang sebagai “pewahyuan pribadi dari TUHAN”, tapi kita menjadi tangan kedua, bahkan tangan ketiga dalam mengenal kebenaran.

Setiap kali ada hamba Tuhan berbicara Firman Tuhan atau pada saat kita membaca sebuah buku rohani dan Tuhan berbicara sesuatu dengan kuat kepada kita mengenai sesuatu, maka kita harus kembali membaca dan merenungkan Firman tersebut sampai Firman itu menjadi satu dengan hidup kita. Sampai Firman itu menjadi “pewahyuan pribadi” dari Tuhan. Jadi bukan sekadar “Kata si ini” atau “Kata si itu” melainkan kita bisa dengan sangat yakin katakan bahwa Firman yang kita dapatkan itu adalah “Kata Tuhan kepada saya.”

AdamEveEatMari kita kembali kepada cerita di Taman Eden.

Teman, seringkali Hawa menjadi bulan-bulanan dari banyak hamba Tuhan mengenai kejatuhan manusia ke dalam dosa. Saya bahkan pernah mendengar ada hamba Tuhan mengatakan wanita adalah makhluk penggoda yang dapat membuat pria jatuh ke dalam dosa. Sekalipun saya adalah seorang pria, tapi saya harus akui dengan jujur, bahwa ALKITAB tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Mari kita lihat apa respon Tuhan atas kejadian ini.

Setelah Adam dan Hawa terjatuh ke dalam dosa, mereka bersembunyi, dan akhirnya mereka memberanikan diri untuk menghadap TUHAN. Menurut Anda, apakah Tuhan tahu siapa yang sebenarnya bersalah dalam hal ini? Tentu saja Tuhan tahu.

Di dalam Kej 3: 14-19 merupakan hukuman Tuhan atas apa yang Adam, Hawa, dan Ular perbuat. Ada yang menarik di dalam pasal ini. Ayat 14-15 menuliskan tentang hukuman untuk iblis, ayat 16 adalah untuk Hawa, dan ayat 17-19, sebanyak 3 ayat, untuk Adam. Jangan salah duga, maksud saya hanya untuk mengatakan bahwa TUHAN tahu apa yang sebenarnya terjadi di Taman Eden. Karena di dalam tulisan aslinya, Alkitab tidak memiliki ayat-ayat seperti yang kita tahu sekarang.

Di ayat 17, Tuhan membebankan kepada Adam atas kejadian Adam Hawa jatuh ke dalam dosa. Tuhan sama sekali tidak membebankan tanggung jawab itu kepada Hawa, karena itu adalah sepenuhnya tanggung jawab Adam, orang yang seharusnya menceritakan kebenaran kepada Hawa.

Cerita di atas bersambung ke bagian ke-3. Di sana saya akan menjelaskan mengenai Hukuman Tuhan kepada Adam, Hawa, dan Ular yang seringkali disalahartikan oleh banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.