A Better View part 3 (Story About Adam, Eve, And The Talking Snake)

Ini adalah bagian ketiga, yaitu bagian terakhir dari penjelasan saya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Taman Eden. Jika Anda belum membaca bagian satu atau bagian dua, saya sarankan baca terlebih dahulu, karena ini merupakan artikel bersambung.

Klik di sini: A Better View part 1 (Story About Eve) dan A Better View part 2 (Story About Adam)

Saya ingin tambahkan beberapa fakta menarik dari Kej 3: 14-19 ini. Banyak orang mengatakan bahwa Adam dan Hawa dikutuk TUHAN dan TUHAN marah akibat perbuatan Adam Hawa, sehingga Tuhan mengusir mereka dari Taman Eden. Pernyataan ini tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

tumblr_lci15ft6tj1qai5yeMari kita jabarkan Kej 3: 14-19  

14* Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15* Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
16* Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
17* Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18* semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19* dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Di dalam 6 ayat di atas hanya muncul dua kali kata TERKUTUKLAH, yaitu untuk ular dan tanah. Tuhan tidak mengutuk Adam atau pun Hawa. Jadi sama sekali tidak benar jika dikatakan Tuhan mengutuk manusia dalam peristiwa Taman Eden. Dan berdasarkan ayat di atas, Tuhan sama sekali tidak berteman dengan iblis. Sejak di Taman Eden, Tuhan membuat permusuhan dengan iblis dan Tuhan mengutuk iblis.

Ayat 15 di atas adalah nubuatan tentang kelahiran YESUS. Dengan sangat jelas Firman Tuhan mengatakan “keturunan si wanita”, padahal semua kisah di Alkitab selalu mengambil kisah dari garis ayah (Patrilineal). Anda tahu kenapa? Ini salah satu nubuatan bahwa Yesus akan lahir dari seorang perawan (Matrilineal) dan benihnya (sperma) bukan dari sang ayah, melainkan dari benih Firman Tuhan. Oh, Haleluya!

Ayat 16 sering dikatakan Tuhan mengutuk wanita dengan cara sakit pada saat melahirkan. Teman, sakit bersalin bukanlah kutukan dari TUHAN. Tapi itu merupakan semacam peraturan baru yang Tuhan adakan untuk wanita. Kalau sakit pada waktu melahirkan adalah sebuah kutukan, harusnya kutuk itu sudah diangkat pada Yesus mati di atas kayu salib (Gal3:13). Saya teringat beberapa tahun lalu ketika tante saya melahirkan anak pertamanya. Tante saya berteriak-teriak kesakitan. Paman saya panik dan dia berdoa kepada Tuhan supaya mengangkat rasa sakit istrinya. Kemudian paman saya mendatangi dokter yang melayani istrinya dan mengatakan paman saya akan bayar berapa pun asal istrinya tidak menjerit-jerit kesakitan. Kemudian sang dokter katakan “Jika dia tidak mengalami sakit seperti ini saat melahirkan, berarti ada yang salah. Dan kemungkinan besar dia atau bayinya akan meninggal,.” Saya kurang paham dunia kedokteran, tapi dari cerita ini saya bisa menangkap justru rasa sakit saat bersalin itu membantu para wanita untuk melahirkan. Namun dengan perkembangan teknologi yang sekarang, sakit bersalin bukan lagi sesuatu yang menakutkan. Yang mau saya sampaikan adalah jangan pernah berpikir sakit bersalin adalah kutukan TUHAN. Karena Firman Tuhan tidak katakan seperti itu.

Ayat 17-19 adalah ayat untuk Adam. Sama seperti ayat 16, dengan menggunakan ketika ayat ini seringkali banyak hamba Tuhan mengatakan Adam dikutuk. Padahal yang dikutuk bukan Adam, melainkan tanah. Kenapa tanah dikutuk? Supaya Adam bekerja keras dan berpeluh saat mencari makanannya dan penghidupannya. Supaya Adam berusaha. Selama di Taman Eden, kehidupan Adam dan Hawa sangat berlimpah, namun mereka tidak menghargai hal tersebut. Itu sebabnya ketika mereka keluar Eden, tanah dikutuk oleh Tuhan. Namun berita gembiranya, kutukan atas tanah sudah dicabut oleh TUHAN. Oh, haleluya! Jadi yang tersisa hanya kutukan untuk ular saja dan itu tidak akan pernah dicabut, karena ular akan dihukum selama-lamanya di neraka.

Teman, percayakah Anda bahwa hanya darah Yesus yang sanggup menebus dosa dan menghapuskan kutuk seluruh dunia ini? Saya sangat percaya hal itu. Mari kita baca sejenak Luk 22:44b dikatakan peluh Yesus menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke TANAH. Oh, haleluya! Sebelum Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus manusia ini, darahNYA terlebih dahulu menebus tanah. Anda tahu kenapa? Tuhan ingin katakan bahwa sejak hari penebusan itu manusia tidak perlu lagi berpeluh untuk mencari makanannya. Manusia tidak perlu lagi menjadi budak dari pekerjaannya. Manusia tidak lagi diperhamba oleh pekerjaannya. Karena kini YESUS yang menjadi TUHAN dan Juruselamat satu-satunya bagi kita. Bukan pekerjaan, perbuatan, dan usaha kita yang menyelamatkan kita, tapi darah Yesus yang menyelamatkan. Thank you Jesus. Tidakkah kamu mulai menyadari bahwa Tuhan begitu baik bagi anak-anakNYA.

Yang terakhir adalah mengenai Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden. Banyak hamba Tuhan mengatakan bahwa Tuhan marah dan itu sebabnya Tuhan mengusir mereka dari Eden. Sekali lagi, bukan itu yang Alkitab katakan.

Mari kita buka ayat Kej 3:23 dikatakan “Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.” Teman, setiap kali Anda membaca Alkitab dan ada kata “Lalu”, Anda harus membaca ayat sebelumnya. Karena penyebabnya ada di ayat sebelumnya.

Di ayat Kej 3:22 dikatakan “Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.””

Adam-and-eveDari ayat di atas, menurut Anda kenapa Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden. Apakah karena TUHAN marah? NO NO NO. BIG NO! Mereka diusir karena Tuhan tidak mau Adam dan Hawa memakan buah dari pohon kehidupan. Dan menurut saya ini justru sebuah tindakan kasih dari TUHAN. Baca terus ke bawah, supaya Anda semakin menyadari bahwa TUHAN kita adalah TUHAN yang 100% baik.

Kita semua tahu bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan neraka di hari penciptaan. Tuhan hanya ciptakan sorga dan bumi. Neraka tidak diciptakan untuk manusia, tapi untuk iblis. Rencana TUHAN sejak awal adalah menjadikan bumi seperti di sorga, manusia tidak mengalami kematian dan terus hidup selama-lamanya. Itu sebabnya sejak awal ada pohon kehidupan, yang merupakan lambang YESUS di Perjanjian Baru. Namun manusia memilih dan memutuskan untuk hidup dalam dosa dan seperti kita tahu bersama bahwa dosa mengkorupsi kehidupan manusia. Bisa Anda bayangkan jika manusia dalam keadaan berdosa dan terus menerus makan pohon kehidupan? Bisa Anda bayangkan akibat dosa, misalnya orang mengalami kecelakaan dan harus diamputasi, dan dia harus hidup dengan kaki/tangan yang terpotong selama 2000 atau 3000 tahun? Bisa Anda bayangkan seseorang yang mengalami masa lalu yang buruk harus hidup menanggung hal tersebut selama ribuan tahun? Bisa Anda bayangkan orang-orang seperti Kim Jong Il, Idi Amin, atau Hitler hidup selama ribuan tahun?

Itu sebabnya, Tuhan mengusir Adam dan Hawa, supaya mereka tidak memakan pohon kehidupan dan hidup selama-lamanya di dalam keadaan berdosa dan hidup selama-lamanya dengan kehidupan yang menangung akibat dari dosa. Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, karena TUHAN mengasihi mereka.

Kini manusia memang tidak lagi hidup di dunia selama ratusan tahun di dalam darah dan daging, tapi tahukah Anda bahwa ketika Anda percaya kepada YESUS (pohon kehidupan), Anda tidak mengalami maut? Tahukah Anda orang-orang yang percaya kepada YESUS akan hidup selama-lamanya? Baca Yoh 8:51.

Saya teringat kata-kata Yesus ketika di atas kayu salib. Dia mengatakan ke penjahat yang tergantung di sebelahNYA. Dia katakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Kalau boleh saya mendramatisir kata-kata ini, Yesus mengatakan seperti ini “Hari ini juga, saat kamu menutup matamu dan tubuhmu mati, kamu akan membuka mata lagi di sorga, dan kamu ada di sana bersama-sama dengan AKU.” (penulis: @mistermuryadi)

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.