TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK

jesus_shepherdSeberapa banyak dari Anda yang percaya bahwa TUHAN yang kita sembah adalah TUHAN yang baik? DIA hanya merancangkan yang terbaik bagi kita. Jika kita percaya sepenuhnya pada kebenaran ini, sebagian besar masalah dalam hidup kita dengan mudah terselesaikan. Kita tidak akan hidup di dalam ketakutan dan kekuatiran. Meski pada faktanya, banyak orang percaya yang tidak benar-benar yakin bahwa TUHAN yang kita sembah sepenuhnya baik, bahkan sangat baik.

Saya teringat dengan sebuah filosofi Yin-Yang yang saya pelajari di kursi SMU dulu. Mungkin Anda pernah mendengarnya. Filosofi ini mengajarkan tentang keseimbangan. Banyak orang yang menarik arti lebih jauh dan lebih dalam mengenai filosofi ini ke dalam kehidupan. Yin adalah sisi hitam dengan titik putih pada bagian atasnya memberi gambaran sejahat-jahatnya seseorang, dia memiliki sisi baik. Dan Yang, adalah sisi putih dengan titik hitam pada bagian atasnya memberi gambaran sebaik-baiknya seseorang, dia memiliki sisi jahat. Segelintir filsuf terpelajar kemudian mengambil filosofi ini untuk mendefinisikan tentang kepribadian TUHAN dan iblis. Anda tahu apa yang mereka katakan? Mereka katakan sisi Yin artinya sejahat-jahatnya iblis, dia memiliki sisi baik. Dan sisi Yang, sebaik-baiknya TUHAN, DIA memiliki sisi jahat.

(Baca juga: ANAK KESAYANGAN TUHAN)

Entah bagaimana caranya, filosofi ini dapat masuk meracuni gereja TUHAN. Anak-anak TUHAN mulai berpikir dengan cara yang sama. Bahwa TUHAN itu memang baik, bahkan sangat baik, tapi terkadang DIA memiliki batas kebaikan dan kesabaran. Dan sebaliknya, iblis memang sangat jahat, tapi terkadang dia ada baiknya juga. Anda pernah mendengar teman Anda yang memilih hidup dari satu night club ke night club lain, dari satu bar ke bar lain, dari satu obat-obatan ke obat-obatan lain untuk mencari ‘kebaikan’ di sana?

Anda tahu betapa berbahayanya pemikiran filosofi di atas? Mari saya beritahu.

Saya tidak bahas soal iblis. Semua anak TUHAN harusnya sudah tahu bahwa dia adalah bapa dari segala kebohogan dan kejahatan. Saya akan bahas soal TUHAN. Ketika seorang anak TUHAN berpikir bahwa TUHAN yang DIA sembah itu terkadang jahat atau moody (punya karakter yang tidak stabil), itu yang membuat anak TUHAN cenderung berpikir, “Saya salah apa sehingga dihukum seperti ini oleh TUHAN?” “Wah, hari ini saya baru jatuh dalam dosa, sebaiknya tidak bertemu TUHAN dulu,” “Saya tadi habis mencuri, kira-kira TUHAN marah nggak ya? Kalau DIA marah, kira-kira DIA akan hukum saya dengan apa, ya?”

Pernahkah Anda berpikir seperti itu? Pernah Anda berpikir takut untuk bertemu TUHAN ketika Anda berbuat salah? Kalau Anda pernah, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki dari cara Anda memandang tentang TUHAN. Ada sesuatu yang salah di kepala Anda. Jika Anda ingin mengubahnya, silakan lanjutkan membaca artikel ini. Saya percaya ini akan mengubahkan hidup ke-Kristenan Anda!

Pernyataan-pernyataan di atas adalah respons dari seseorang yang tidak sepenuhnya percaya bahwa TUHAN itu baik dan DIA tidak akan menghukum manusia berdasarkan perbuatannya. Teman, semua hukuman yang seharusnya Anda dan saya terima sudah ditanggung oleh YESUS di atas kayu salib. Dia tidak akan menghukum lagi manusia berdasarkan perbuatannya. Di akhir zaman nanti TUHAN akan menghukum manusia bukan berdasarkan perbuatannya, tapi berdasarkan apakah dia menerima atau menolak YESUS. Ayat dalam 2 Tesalonika 2:12 mengatakan hal ini, “supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran …”

Kata “kebenaran” dalam ayat di atas bukan merujuk kepada pengetahuan atau informasi yang benar, melainkan merujuk kepada Pribadi, yaitu YESUS, yang adalah jalan, kebenaran, dan hidup.

Kalau Anda mencuri atau bahkan membunuh, Tuhan tidak akan menghukum Anda. Dosa Anda sudah lunas dibayar oleh YESUS. Saya tidak katakan Tuhan setuju dengan perbuatan jahat Anda, yang saya katakan Tuhan tidak akan menghukum Anda berdasarkan hal tersebut. Saat Anda sudah mengalami kelahiran baru (percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat), di mata TUHAN, Anda selalu hidup benar dan suci, karena darah YESUS yang menyucikan dan menguduskan Anda. Tapi jelas, pihak berwajib dan masyarakat akan menghukum perbuatan Anda jika Anda mencuri atau membunuh.

Seseorang pernah bertanya kepada saya, “Koh Zaldy, kalau ada seseorang percaya YESUS, kemudian dia membunuh, lalu meninggal, apakah dia akan masuk Sorga?” Saya menjawabnya, “Apa mungkin seseorang yang mendeklarasikan hidupnya percaya kepada YESUS melakukan pembunuhan?” Saya tidak pernah menemukan satu pun kejadian di Alkitab di mana seseorang yang percaya YESUS melakukan kejahatan, sebaliknya, mereka justru orang-orang yang hidup penuh dengan kebaikan.

il_fullxfull.235252793Teman, TUHAN yang Anda dan saya sembah di dalam nama YESUS KRISTUS adalah TUHAN yang baik. Banyak orang mencoba untuk mendefinisikan kepribadian TUHAN. Ada yang berkata, “DIA adalah TUHAN yang mahakuasa,” “DIA adalah TUHAN yang ajaib,” dan “DIA adalah TUHAN yang sanggup lakukan segala sesuatu.” Sama sekali tidak ada yang salah dengan definisi itu, namun bagi saya hanya satu hal yang bisa mendefinikan kepribadianNYA, yaitu KASIH. Ya, DIA adalah KASIH. Anda bisa membacanya dengan jelas di 1 Yohanes 4:8 dan 16, bahwa Allah adalah kasih. Hal pertama yang akan Anda rasakan, nikmati, temui, dan dapati saat bertemu denganNYA adalah KASIHNYA.

Penting sekali untuk setiap orang percaya untuk percaya sepenuhnya pada kebenaran ini. Karena pada saat kita mengetahui kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakan kita (Yohanes 8:32). Haleluya!

Ijinkan saya memberi penjelasan melalui cerita ini. Setelah sang ibu meninggal dunia, tinggallah anak ini berdua dengan ayahnya di dalam satu rumah. Hubungan ayah dan anak ini kurang harmonis selama ini, karena sang anak selalu berpikir ayahnya ini terkadang baik dan terkadang jahat terhadap dia, tidak seperti ibunya yang selalu membela dan mendukung dia. Suatu hari sang anak ingin pergi untuk tugas kampus keluar kota dan menginap selama beberapa hari. Sang ayah lalu bertanya, “Kamu pergi sama siapa saja?” “Boleh Papa minta dua nomor telepon teman kamu yang juga ikut ke sana?” “Dan sekalian Papa minta alamat tempat kamu menginap”. Lalu si anak merespons, “Papa, nggak percayaan amat sih. Aku benar kok pergi untuk tugas kampus.” Lalu ketika sampai di kampus, sang anak mulai bercerita ke teman-temannya tentang betapa ayahnya jahat dan terlalu mengekang hidupnya dan ingin mengambil kebebasan hidupnya setelah kematian ibunya.

Anda tahu apa yang dipikirkan oleh sang anak? Dia merasa ayahnya tidak sayang kepadanya dan ayahnya hanya ingin mengekang. Sang anak mungkin berpikir semakin lama dia di luar rumah semakin baik, karena kalau bertemu sang ayah, pasti hidupnya akan tidak nyaman. Tapi tahukah apa yang sebenarnya dilakukan oleh sang ayah? Sang ayah hanya ingin memastikan bahwa anaknya itu pergi dengan teman-teman yang benar dan ke tempat yang aman. Jika nanti ada sesuatu, ayahnya tahu harus menelepon ke mana.

Tahukah Anda bahwa hal yang salah yang Anda pikirkan tentang TUHAN akan membuat Anda menerima dan mengalami banyak hal yang salah dalam hidup Anda? Seperti sang anak di atas, akhirnya anak ini berpikir ayahnya jahat, dia mulai tidak betah di rumah, dan lebih banyak menghabiskan hidupnya di luar rumah bersama komunitasnya yang tidak baik. Yang dialami oleh anak ini sebenarnya adalah pikirannya yang salah tentang sang ayah, sehingga membuat hatinya terluka dan menyebabkan tindakannya semakin menjauh dari ayahnya. Cerita di atas adalah gambaran kebanyakan pemikiran orang percaya terhadap Bapa di Sorga.

Apakah Anda menyadari bahwa TUHAN, Sang Pencipta Alam Semesta, merelakan takhta dan segala kemuliaanNYA untuk turun ke dunia, mengambil rupa seorang manusia, dan mati di kayu salib untuk menebus hidup semua orang di dunia, supaya tidak ada satu pun di antara kita yang binasa? Apa yang bisa mendorongNYA melakukan hal tersebut kalau bukan karena KASIH? Karena jelas DIA tidak lakukan untuk sebuah imbalan.

(Baca juga: TUHAN HANYA RANCANGKAN YANG BAIK)

Teman, percayalah DIA adalah TUHAN YANG BAIK 100% dan DIA HANYA MERANCANGKAN APA YANG BAIK bagi hidup anak-anakNYA. Tidak ada kejahatan sama sekali dan sedikit pun yang berasal dariNYA. Jika ada yang paling ingin disenangkan oleh Bapa di Sorga di atas muka bumi ini, hal tersebut pasti Anda dan saya yang menjadi anak-anak kesayanganNYA melalui YESUS.

Saya akan tutup artikel ini dengan kisah saat KAIN membunuh adiknya, Habel.

Dalam Kejadian 4:8-9 diceritakan dengan berdarah dingin Kain membunuh Habel. Di ayat 8a dikatakan Kain tiba-tiba memukul Habel. Anggaplah Kain melakukan ini karena kesal persembahannya tidak diterima TUHAN dan dia memukul Habel sebagai pelampiasan. Namun Anda tahu di ayat 8b dikatakan, “… lalu membunuh dia”. Kejadian pemukulan yang Kain lakukan bisa jadi karena emosi dan spontan, tapi peristiwa berikutnya, yaitu membunuh Habel, sudah jelas bukan sebuah spontanitas. Kain tidak puas melampiaskan marahnya hanya dengan memukul dan kemudian dia memutuskan untuk membunuh adiknya di padang.

Lalu di ayat 9, Tuhan menghampiri Kain dan bertanya, “Di mana Habel, adikmu itu?” Teman, tepat setelah Kain membunuh Habel, Tuhan kemudian bertanya kepada Kain. Di imajinasi saya, saya bisa melihat tangan Kain yang masih berlumuran darah seusai memukul mati adiknya dan ketika Kain sedang mencoba mengatur napasnya, tiba-tiba Tuhan menghampirinya. Kalau Anda yang menjadi Kain saat itu, kira-kira apa respons Anda? Mayat korban masih tergeletak tepat di sebelah Anda, tangan Anda masih berlumuran darah, dan tiba-tiba TUHAN muncul bertanya kepada Anda, “Apa yang baru kamu lakukan?” Bagaimana respons Anda? Mungkin “mati” berdiri atau lari sekecang-kencangnya sambil buang air kecil di celana atau langsung sujud menyembah minta ampun kepada TUHAN.

7442704246_aa80ee032b_oAnda tahu seperti apa respons Kain? Di ayat 9b dikatakan Kain menjawab, “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Tidak banyak yang bisa digali dari peristiwa ini, tapi jawaban Kain yang tenang cukup memberikan sedikit pencerahan bagi saya. Bagaimana mungkin setelah membunuh adik kandungnya dan dengan segala bukti yang masih ada di situ, Kain mengatakan dengan masa bodonya “Mana aku tahu” sambil menaikkan kedua pundaknya, sementara tangannya masih menggenggam batu atau pisau yang berlumuran darah?

Satu-satunya penjelasan saya mengapa respons Kain tidak ‘pipis’ di celana, ‘mati’ berdiri, lari terbirit-birit, bersembunyi di ketiak Hawa, atau sujud minta ampun sambil mencium-cium jari kaki TUHAN, karena Kain tahu bahwa TUHAN sangat mengasihi dia. Ya, Kain tahu persis bahwa TUHAN yang menemuinya seusai dia membunuh adalah TUHAN yang mengasihinya.

Anda bisa terus membaca kisah ini di Alkitab Anda. Bahkan TUHAN melindungi pembunuh pertama yang ada yang di muka bumi dengan cara memberikan tanda pada dahi KAIN. Apakah Anda sudah melakukan kejahatan seperti KAIN? Bahkan terhadap seorang pembunuh berdarah dingin, TUHAN mengasihi, apalagi terhadap Anda dan saya yang menjadi anak-anak kesayangan TUHAN melalui karya penebusan Kristus Yesus.

Teman, jangan salah sangka dengan mengatakan TUHAN membenarkan apa yang Kain lakukan terhadap Habel. Sama sekali tidak! Saya ingin katakan bahwa menghukum bukanlah cara Tuhan membawa orang kepada pertobatan, Roma 2:4 katakan kemurahan Tuhan yang membawa kita kepada pertobatan. DIA mengasihi kita yang berdosa bukan karena setuju dengan perbuatan dosa kita, tetapi karena DIA ingin kita tahu bahwa kita dikasihi, sehingga kita tidak mau lagi berbuat dosa.

Oh, Haleluya. Teman, bukankah ini kabar baik? TUHAN yang kita sembah adalah TUHAN yang baik. Ya, DIA TUHAN yang baik dan DIA tidak pernah berubah dulu, sekarang, sampai selamanya. (penulis: @mistermuryadi)

*** Anda bisa mendengarkan rekaman kotbahnya dengan men-download dari link ini » THE GOOD GOD

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

3 thoughts on “TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK

  1. Saya posting ulang artrikel ini di blog saya dengan menyantumkan nama penulis, tidak masalahkan ? Saya hanya ingin memperluas penyebaran dari artikel ini. Tidak berniat plagiat atau melakukan pelanggaran kode etik karya cipta.
    Mohon di balas. Terimakasih, GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s