BACKSTREET (BUAT YANG SINGLE)

Bahan renungan:

Rut 2:19 maka berkatalah mertuanya kepadanya: “Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!” Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: “Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.”

Ada begitu banyak hal penting di dalam kisah Rut. Hari ini saya mau bercerita sepenggal kisah menarik antara Rut dan mertuanya, Naomi, yang berasal dari bangsa Israel. Rut adalah wanita Moab, bangsa yang diperangi oleh Israel. Rut menikah dengan salah satu anak Naomi. Namun di tengah pernikahan mereka, sang suami meninggal, dan singkat cerita Rut mengikuti mertunya kembali ke tanah Israel yang mereka tinggalkan sebelumya. Alasan terkuat RUT mengikuti mertuanya karena ingin mengenal TUHAN dari Bangsa Israel. Singkat cerita, di Israel, Rut bertemu dengan Boas, dan mereka saling jatuh cinta. Namun dari ayat di atas diceritakan bahwa Rut begitu terbuka kepada mertuanya mengenai Boas. Rut tidak menyembunyikan Boas dari hadapan Naomi atau lebih populer dengan bahasa yang kita kenal sekarang “backstreet.”

Teman, kita semua tahu akhir hubungan Rut dan Boas adalah akhir yang bahagia. Bahkan Rut menjadi salah satu nenek moyang YESUS. Sebelum hubungan mereka terjalin, Rut menceritakan perihal tentang Boas kepada Naomi. Saya ingin kita mengerti bahwa begitu banyak orang yang justru menyembunyikan hubungan dengan pasangannya dari orangtua atau pembimbing rohaninya di gereja. Teman, ikutilah teladan Rut. Jangan biarkan iblis mengambil kesempatan dalam hubungan yang salah atau terlalu jauh dengan pasangan Anda. Untuk apa disembunyikan kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, bukan? Seringkali orang menyembunyikan sesuatu karena tahu sedang melakukan hal yang salah dan takut ketahuan orang lain.

Seperti Rut, hari ini kita belajar bahwa penting untuk terbuka kepada orangtua atau pembimbing rohani kita sebelum kita menjalin hubungan dengan seseorang. Ceritakanlah kepada mereka, mintalah pertimbangan kepada mereka sebelum semuanya berjalan terlalu jauh dan kehilangan arah. Saya tidak katakan ini hanya dilakukan dalam masalah pacaran saja, tapi dalam segala hal. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi sejenak dengan orang-orang yang lebih dewasa secara rohani di gereja sebelum kita memutuskan sesuatu. Supaya Anda bisa mendapatkan nasehat-nasehat yang sesuai dengan Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s