KORBAN UCAPAN SYUKUR

Bahan renungan:

Ibr 13: 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Teman, saya ingin katakan, TUHAN disenangkan melalui pujian dan penyembahan yang kita lakukan senantiasa. Jika Anda hidup bersama seseorang atau bersahabat dengan seseorang, Anda pasti akan lebih suka kalau orang tersebut mengucapkan pujian kepada Anda daripada sumpah serapah. Mari gunakan bibir dan mulut kita untuk menaikkan syukur. Bukankah sebuah kehormatan yang sangat luar biasa jika kita bisa memberkati TUHAN semesta alam dengan puji-pujian dan penyembahan kita? Saya sangat percaya TUHAN tidak menciptakan mulut kita untuk mengucapkan hal-hal yang kotor dan tidak berguna. Tuhan berikan kita mulut supaya kita bisa mengucapkan berkat, syukur, dan memanjatkan doa.

Ayat renungan di atas adalah sebuah ajakan bagi kita semua untuk senantiasa mempersembahkan korban syukur, pujian, dan penyembahan kita di hadapan TUHAN. Saya menjanjikan bahwa Anda akan melihat perbedaan yang sangat jelas antara seseorang yang menggunakan mulutnya untuk mengucapkan syukur dan menaikkan pujian kepada TUHAN dengan mereka yang menggunakan mulutnya untuk hal yang sia-sia. Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita seperti jendela atau pintu. Jika Anda mengharapkan berkat, damai, dan sukacita datang ke dalam hidup Anda, maka mulailah mengucapkan berkat, damai, dan sukacita melalui mulut Anda hari ini. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s