KASIH MENUTUP DOSA, BUKAN MENUTUP-NUTUPI

Bahan renungan:

1 Petrus 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Ada perbedaan sangat jelas antara menutupi banyak dosa dengan menutup-nutupi banyak dosa. Jangan sampai Anda berpikir bahwa jika Anda dan teman Anda saling menutupi dosa satu sama lain itu artinya Anda mengasihi dia atau kalau Anda tidak menegor teman Anda yang berbuat dosa itu artinya Anda mengasihi dia. Bukan itu yang dimaksud oleh ayat renungan kita di atas. Secara sederhana, Rasul Petrus ingin mengatakan bahwa kasih membuat ‘mata’ kita tidak fokus dosa, kekurangan, atau kesalahan seseorang, melainkan kepada kebaikan dari orang tersebut. Itulah yang membuat kita dapat terus sabar dan setia menuntun seseorang untuk ‘belajar berdiri’ atau ‘belajar berjalan’ di dalam TUHAN.

Teman, saya sangat percaya selalu ada hal positif dari hidup seseorang yang bisa kita syukuri. Jika kita fokus kepada hal yang positif dari orang itu, maka kita akan lebih mudah mengasihinya. Dan pada akhirnya, kasih kita kepadanya dapat mengubahkan hidup orang tersebut untuk selamanya.

Ada alasan yang kuat kenapa Rasul Petrus menulis ayat ini. Anda masih ingat ketika Petrus menyangkal dan mengutuk YESUS menjelang penyaliban YESUS? Sesaat setelah YESUS bangkit, YESUS kembali mencari Petrus dan saat itu Petrus sudah kembali kepada kehidupannya yang lama, yaitu menjadi nelayan. YESUS mencari Petrus bukan untuk menuding Petrus, melainkan untuk mengatakan bahwa DIA tetap mengasihi Petrus sekalipun Petrus meninggalkanNYA di saat-saat terakhir. Dan Anda tahu, kasih yang YESUS berikan kepada Petrus membuat Petrus kembali melayani YESUS sampai akhir hidupnya.

Kita tahu Petrus tidak gentar sedikit pun saat menjadi martir demi nama YESUS. Kasih yang YESUS berikan kepada Petrus menutup atau menyelimuti banyak dosa yang mungkin saja dilakukan oleh Petrus jika dia memutuskan untuk menjauh dari Yesus. Saya yakin dan percaya itu adalah hal yang TUHAN ingin kita lakukan terhadap orang-orang di sekeliling kita, yaitu supaya kita bersungguh-sungguh mengasihi mereka. Sekalipun mereka terlihat seolah lambat untuk berubah, namun percayalah kasih tidak pernah gagal untuk mengubahkan kehidupan seseorang. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s