“JANGANLAH KUATIR AKAN HIDUPMU”

Bahan renungan:

Matius 6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Saya sangat percaya ada dua alasan utama kenapa YESUS katakan “Janganlah kuatir akan hidupmu” di awal perumpamaan ini. Alasan pertama, karena YESUS tahu manusia adalah makhluk yang suka kuatir. Hari ini kita bisa begitu yakin bahwa TUHAN selalu menjaga dan memelihara kita, namun 1-2 minggu ke depan, ketika masalah datang, kita mulai kembali kuatir. Alasan kedua, YESUS ingin mengatakan kepada kita bahwa kita bisa hidup tidak kuatir sekalipun sedang dalam masalah.

Sungguh tidak fair jika Alkitab mengatakan sesuatu, namun tidak bisa kita lakukan. Misalnya Firman Tuhan mengatakan ketika kita meletakkan tangan kepada orang sakit, maka orang tersebut akan sembuh. Sungguh tidak adil kalau setiap kali kita meletakkan tangan kepada orang sakit, orang tersebut meninggal. Teman, saya sangat yakin ketika Firman Tuhan mengatakan sesuatu untuk kita lakukan, artinya kita benar-benar dapat melakukannya di dalam YESUS. Ketika YESUS mengatakan, “Janganlah kuatir akan hidupmu,” saya sangat yakin kita benar-benar dapat hidup tidak kuatir di dunia ini.

Jika Anda perhatikan Matius 6 ayat 25 sampai 34, YESUS mendahului perkataanNYA dengan meyakinkan para pendengarnya untuk tidak kuatir, lalu DIA mulai membuat perbandingan antara burung di langit yang DIA pelihara dan bunga bakung di ladang yang DIA dandani dengan Anda dan saya, anak-anakNYA. Jika Anda membaca ayat-ayat ini tentu saja Anda tidak dapat membantah bahwa di mata TUHAN, Anda dan saya, jauh lebih berharga dari burung dan bunga bakung. Saya pun kehilangan alasan untuk kuatir ketika merenungkan ayat-ayat ini berulang-ulang. Seorang hamba TUHAN pernah berkata, “Ketika kita hidup di dalam YESUS, kita tidak punya hak untuk takut dan kuatir. Karena DIA telah berjanji untuk menjaga dan memelihara kita.” Haleluya!

Saya tambahkan sedikit. Anda tahu bahwa setiap pagi burung bersiul. Bagi saya siulan itu seperti sebuah kode bahwa burung-burung tersebut yakin hari itu pasti dapat makan. Mereka “bernyanyi” setiap pagi. Tidak tahu dengan Anda, tapi sampai hari ini saya belum pernah sekalipun melihat burung yang tinggal di alam bebas mati kelaparan sambil memegangi perutnya. Teman, di mata TUHAN, Anda jauh lebih berharga dari pada burung. Satu lagi, saya ingin bercerita soal rumput. Anda tahu dengan segala teknologi dan sumber daya yang ada hari ini, manusia tidak bisa membuat sehelai rumput pun. Manusia bisa membuat sesuatu yang seperti rumput, mulai dari bentuk, tekstur, warna, sampai ke aromanya, namun jika rumput buatan manusia ini ditaruh di tanah, rumput tersebut tidak bisa tumbuh dan tidak bisa bereproduksi. Oh, dahsyat sekali. Dan Firman Tuhan katakan, Anda jauh lebih berharga dari rumput yang ada di pinggir jalan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s