BEDA MENDENGAR DAN MENDENGARKAN

Bahan renungan:

Lukas 10:39-40 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Ada perbedaan yang sangat jelas antara mendengar dan mendengarkan. Di dalam bahasa Inggris, perbedaan kedua kata ini sangat jelas, yaitu hear (mendengar) dan listen (mendengarkan). Setiap orang di dunia ini mendengarkan sesuatu dan mendengar sesuatu. Artinya, ada bobot yang berbeda. Jika seseorang sedang mendengarkan sesuatu, terhadap yang lain, dia hanya sebatas mendengar. Anda dan saya tidak bisa fokus kepada dua hal sekaligus, sama seperti yang Firman Tuhan katakan di dalam Matius 6:24, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.”

Saya berikan contoh. Anda bisa mendengar musik sambil mengendarai motor, tapi jika Anda adalah seorang musisi dan ingin mendengarkan dentuman bass, distorsi gitar, atau detil musik lainnya, Anda tidak bisa mendengarkannya sambil mengendarai motor di tengah bisingnya jalan raya. Jika ingin mendengarkan musik dengan detil, Anda perlu mencari tempat tenang, di mana Anda tidak mengerjakan yang lain selain fokus sepenuhnya kepada musik tersebut. Sama juga dengan Anda tidak bisa mendengarkan kotbah hari Minggu sambil menulis status di facebook atau twitter Anda. Pasti ada kalimat atau kata-kata dalam kotbah tersebut yang akan terlewat ketika Anda fokus kepada hal lain di saat ibadah.

Teman, ketika YESUS datang ke rumah Maria dan Martha, Maria memilih untuk duduk diam mendengarkan YESUS, sedangkan Martha langsung pergi ke dapur untuk mengerjakan ini dan itu. Menurut Anda, apakah Martha bisa mendengar YESUS berbicara dari dapur? Tentu saja bisa, tapi hanya sebatas mendengar saja, sedangkan Maria memilih untuk mendengarkan.

Tidak cukup Anda hanya mendengar kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu mendengarkannya. Mendengar Firman Tuhan tidak akan mengubahkan hidup Anda. Ketika di dalam sebuah ibadah, semua orang mendengar kotbah yang sama, namun ada yang hidupnya diubahkan melalui kotbah tersebut, ada juga yang sama sekali tidak berubah. Permasalahannya bukan di Firman Tuhannnya, karena Firman Tuhan tidak pernah gagal (Roma 9:6). Masalahnya adalah ada yang mendengar dan ada yang mendengarkan. Mereka yang mendengarkan akan diubahkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Teman, mendengarkan tidak cukup hanya menggunakan kedua telinga kita saja, Anda butuh memberikan hati, fokus, dan kehendak Anda ketika sedang mendengarkan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s