APAKAH KITA PERLU MINTA AMPUN SETIAP KALI BERBUAT DOSA?

Bahan renungan:

1 Yohanes 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Suatu hari ada yang bertanya kepada saya, “Kalau YESUS sudah menebus seluruh dosa saya, apakah saya perlu meminta ampun kepada TUHAN setiap kali saya berbuat dosa?” Banyak orang berpikir ketika mereka lupa meminta ampun akan dosanya, lalu meninggal, mereka akan masuk neraka. Ada juga yang berpikir untuk meminta ampun sedetil mungkin terhadap dosa mereka. Jika ini yang Anda juga pikirkan, tidak heran banyak orang Kristen yang lebih sadar-dosa, daripada sadar-Kristus. Bahkan pertanyaan orang di atas merupakan pertanyaan orang yang sadar-dosa, dia mengatakan, ” … setiap kali saya berbuat dosa?” Seolah dia sudah mempersiapkan diri untuk jatuh ke dalam dosa tersebut.

Di Perjanjian Lama, setiap kali orang berbuat dosa, mereka harus mempersembahkan korban penebusan. Tentang hal ini, Ibrani 10:3 katakan, “Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.” Artinya, ketika seseorang meminta ampun kepada TUHAN dengan sikap: “Tuhan, tolong ampuni perzinahan yang kemarin saya lakukan,” “TUHAN, tolong ampuni seluruh dosa yang saya perbuat hari ini, sengaja maupun tidak sengaja,” orang tersebut hanya akan diingatkan bahwa dia masih berdosa. Biasanya doa model ini disertai dengan sikap hati memohon-mohon. Teman, YESUS sudah menanggung SELURUH dosa Anda. Bukan hanya yang dulu dan sekarang, tapi juga yang akan datang, yang belum Anda lakukan.

Nah, apakah ketika mendengar kalimat “TUHAN sudah mengampuni dosa yang akan datang,” ada sesuatu yang berbisik di hati Anda, “Asyik, bebas berbuat dosa.” Jika iya, itu tandanya Anda lebih sadar-dosa daripada sadar-Kristus.

Saya tidak katakan kita tidak perlu lagi meminta ampun. Yang saya maksud, jangan minta ampun dengan sikap hati seolah TUHAN belum mengampuni. Seringkali anak TUHAN merasa ‘belum bersih’ kalau tidak minta ampun sampai menangis. Teman, tanpa kita meminta ampun, kebenarannya, 2000 tahun lalu, YESUS Kristus telah menebus seluruh dosa dunia (1 Yohanes 2:2). Jadi, permintaan ampun kita kepada TUHAN bukan untuk mendapatkan pengampunanNYA, karena DIA SUDAH mengampuni kita, tapi sebagai bentuk komitmen untuk berbalik dari cara hidup yang salah. Permintaan ampun Anda adalah tanda Anda mengakui bahwa Anda telah membuat keputusan yang salah di hidup Anda dan Anda ingin memperbaikinya. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s