JANGAN PUSINGKAN UNTUK MENJAUH DARI KEBIASAAN BURUKMU

Bahan renungan:

Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Baiklah, baiklah, saya bisa mengerti bahwa judul di atas terlalu bombastis, meski ada beberapa dari Anda yang mungkin segera mengklik dan berteriak, “Yesss, akhirnya ada yang mendukung saya.” Judul lengkap renungan hari ini sebenarnya: Jangan Pusingkan Untuk Menjauh Dari Kebiasaan Burukmu, Pusingkan Saja Untuk Selalu Mendekat Kepada Yesus, hanya saja akan terlalu panjang jika saya tulis semuanya dan kemungkinan Anda tidak tertarik untuk membukanya. Nah, sekarang Anda sudah terlanjur membuka renungan ini, saya persilakan untuk melanjutkan membacanya.

Seringkali orang berpikir cara menyelesaikan kebiasaan buruk adalah dengan menjauhi hal-hal yang memicu kebiasaan tersebut. Itu tidak salah, hanya saja menurut saya, cara tersebut kurang efektif dan kalau pun berhasil, biasanya tidak berlangsung lama. Dulu, ada seorang teman yang terikat pornografi. Dia menyadari bahwa sumber utama masalahnya adalah internet. Dia berpikir satu-satunya cara mengakhiri kebiasaan buruknya adalah dengan menjauhi internet. Oh man, buat saya, hidup jauh dari internet agak sulit dilakukan. Saya butuh internet setiap hari untuk menulis renungan ini. But anyway, dia mulai hidup tanpa internet dan dia mulai menyusahkan dirinya sendiri. Dia jadi sulit mencari bahan-bahan pelajarannya, dia sulit bertukar email dengan temannya, dan lain sebagainya. Sampai akhirnya saya beritahukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalahnya.

Saya berikan ilustrasi dan kata kunci untuk mengerti ilustrasi ini. Yang saya maksud dengan air adalah Firman Tuhan dan kotoran adalah kebiasaan buruk. Jika Anda memiliki gelas bekas kopi dan ingin membersihkannya, cara termudah adalah dengan mengucurkan air kran ke atas gelas tersebut. Semakin deras Anda mengucurkan airnya, semakin bersih gelas tersebut dari kotoran kopi, bahkan Anda tidak perlu capek-capek menggosoknya. Hal yang sama untuk membersihkan ‘kotoran’ yang menempel di dalam perilaku kita. Seringkali kita dipusingkan dengan bagaimana cara menggosok ‘kotoran’ tersebut hingga bersih, padahal jika Anda kucurkan saja air ke atas gelas kotor tersebut, kotoran dalam gelas tersebut, lambat laun, akan hilang dengan sendirinya. Teman, dari pada Anda memusingkan cara menjauh dari kebiasaan buruk, lebih baik Anda memusingkan bagaimana setiap hari Anda ‘mengucurkan air’ Firman Kristus bagi diri Anda. Semakin lama dan banyak Anda mendengarkan Firman Kristus, semakin cepat kebiasaan buruk Anda disingkirkan. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.