KASIH TUHAN MELEBIHI KASIH SEORANG IBU

Bahan renungan:

Yesaya 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Seorang pujangga mengatakan, “Kasih ibu sepanjang masa.” Saya percaya bahwa seorang ibu memiliki kasih yang lebih besar dibandingkan siapa pun di dunia ini kepada anaknya. Tidak peduli seberapa berhasil atau pun gagal sang anak, sang ibu pasti akan mencintai sang anak dengan segenap hati. Tidak peduli penurut atau pun pembangkang, sang ibu akan memberikan segala yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup sang anak. Oh, sungguh kita patut berterima kasih kepada para ibu yang menjaga dan memelihara kita.

Saya pribadi begitu menyadari betapa besar kasih ibu saya kepada saya. Dia rela memberikan yang dia miliki demi saya. Saya tidak pernah meragukan kasih ibu saya. Meski begitu, banyak juga di luar sana, anak-anak yang dijual oleh ibunya, ditinggalkan dan dibuang, diperlakukan semena-mena demi kepentingan ibunya, bahkan disiksa untuk alasan yang tidak masuk akal. Alasan itulah yang membuat saya begitu tercengang ketika membaca ayat renungan kita pada hari ini. Banyak orang menggambarkan kasih TUHAN itu seperti kasih orangtua kepada anaknya, terutama kasih ibu kepada anaknya, namun ayat ini menyiratkan bahwa kasih TUHAN lebih dari kasih seorang ibu kepada anaknya. Saya tidak sedang membandingkan kasih ibu Anda kepada Anda dan kasih TUHAN kepada Anda. Perbandingan yang sungguh tidak adil. Saya percaya ayat ini tidak ditulis untuk membanding-bandingkan kasih ibu kita dengan kasih TUHAN kepada kita, melainkan supaya kita mengerti betapa TUHAN sangat mengasihi kita lebih dari apa pun. Dikatakan, “Sekalipun ibu kita melupakan, TUHAN tidak akan melupakan kita.” Oh, sungguh janji yang sangat menenangkan hati.

Teman, saya tidak yakin ada manusia di dunia ini yang pernah merasakan kesempurnaan kasih TUHAN. Sampai hari ini saya tidak mengerti sepenuhnya kenapa YESUS mau turun ke dunia, mengambil rupa manusia, dan mengorbankan diriNYA bagi saya. Setiap kali saya merenungkan pengorbananNYA, selalu ada pewahyuan yang baru mengenai kasihNYA, seakan kasihNYA tidak ada batasnya. Ya, saya tahu DIA mengasihi saya, tapi saya sangat yakin kasih yang DIA berikan kepada saya jauh melebihi dari arti kata kasih itu sendiri. Sampai pada satu kesimpulan, menurut saya tidak ada kata-kata yang cukup pantas untuk melukiskan kasih TUHAN kepada kita. KasihNYA terlalu agung, terlalu sempurna, terlalu mulia untuk digambarkan.

Berita gembiranya, dengan kasih yang sangat besar itulah DIA mengasihi Anda dan saya. Firman Tuhan katakan tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasihNYA yang sempurna. Tidak kematian, sakit penyakit, atau pun dosa Anda. Jika hari ini Anda percaya kepada YESUS, Anda sudah terlambat, DIA sudah terlanjur tergila-gila kepada Anda dan menjadikan Anda anak kesayanganNYA. Teman, mari kita nikmati kasihNYA setiap hari, ke mana pun Anda pergi, apa pun yang Anda lakukan, selalu sadari bahwa Anda memiliki Bapa Sorgawi yang senantiasa mencintai Anda. Bumi akan berlalu suatu saat nanti, tapi kasihNYA akan tinggal tetap. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s