ANDA PIKIR DOSA DAPAT MENGHALANGI ANDA DARI KASIH BAPA?

Bahan renungan:

Roma 8:38-39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ketika membuat judul di atas, saya teringat dengan dosa Abraham, yang dua kali menjual istrinya, lalu dosa perzinahan dan pembunuhan Daud yang sangat terkenal, ditambah lagi dosa ketidaktaatan Musa ketika memimpin Bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Namun, tidak ada satu pun di antara ketiga orang di atas yang ditinggalkan atau dibuang oleh TUHAN. Bahkan Abraham disebut sebagai sahabat TUHAN, Daud dikatakan berkenan di hati TUHAN, dan Musa dipuji sebagai orang yang paling lembut hatinya di muka Bumi.

Saya sungguh heran. Jika benar dosa membuat TUHAN pergi menjauh dari manusia, kenapa hal tersebut tidak dialami oleh setidaknya ketiga tokoh di atas? Belum lagi tokoh Alkitab lain seperti Petrus, Saulus, bahkan orang yang digantung di sebelah kiri YESUS, yang bukan hanya diampuni dosanya, tapi juga diselamatkan olehNYA.

Teman, ini adalah sebuah kebenaran yang luar biasa. Kasih TUHAN sama sekali tidak dapat dibatasi oleh dosa Anda.

Anda masih ingat peristiwa di Taman Eden ketika Tuhan mengusir Adam dan Hawa setelah mereka memakan buah terlarang itu? Banyak orang mengira Tuhan yang kudus mengusir Adam dan Hawa yang telah jatuh di dalam dosa karena TUHAN membenci mereka. Anda salah. Lihat baik-baik kisahnya di Kejadian 3:22-23. Dikatakan Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden bukan karena dosa mereka, melainkan supaya mereka tidak mengambil buah dari pohon kehidupan (lambang dari kekekalan).

Sesungguhnya apa yang TUHAN lakukan adalah bentuk kasihNYA kepada Adam dan Hawa. Tuhan tidak ingin Adam dan Hawa hidup selama-lamanya dalam keadaan berdosa. Bukti lain, setelah mereka keluar dari Taman Eden, TUHAN masih menemui keluarga Adam. Bahkan TUHAN masih mengabulkan permintaan Kain setelah dia membunuh Habel (Kejadian 4:13-15). Oh, sungguh ajaib kasihNYA.

Anda sungguh keliru kalau berpikir dosa dapat menghalangi Anda dari kasih TUHAN yang besar. Satu-satunya yang menghalangi kasih TUHAN kepada Anda adalah diri Anda sendiri. Yaitu ketika Anda memutuskan untuk meninggalkan kasihNYA.

Perhatikan ini. Tidak peduli seperti apa pun kelakuan si bungsu yang hilang, sang bapa mengasihinya dengan segenap hati, sampai pada akhirnya si bungsu memutuskan untuk pergi meninggalkan kasih sang bapa. Bukti sang ayah mengasihi si bungsu sangat jelas, ketika si bungsu kembali dalam keadaan bau dan kotor, sang ayah berlari mendapatkannya, merangkul dia, dan menciumi dia. Bahkan tidak sedikit pun kata makian, sindiran, penghakiman, atau penghukuman yang keluar dari mulut sang ayah. Teman, sadarilah, dosa bukan penghalang kasih Bapa kepada Anda. DIA mengasihi Anda dengan segenap hati.

Kebenarannya, YESUS telah menanggung segala dosa dan pelanggaran Anda di kayu salib dan DIA telah membayarnya lunas. Ketika Anda jatuh ke dalam dosa, jangan menjauh dariNYA, justru mendekatlah. Biarkan DIA mengasihi Anda. Percayalah, hanya kasih TUHAN yang dapat memberikan Anda kekuatan untuk bangkit dan menang atas dosa. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

2 thoughts on “ANDA PIKIR DOSA DAPAT MENGHALANGI ANDA DARI KASIH BAPA?

  1. Iya saya tau…
    Tapi bukan kah jelas Alkitab mengatakan upah dosa itu maut. Lalu..kalau upah dosa itu maut,kenapa Tuhan masih tetap mengasihi orang yg udah berdosa,seperti contohnya Abraham,seperti yang anda katakan itu?

    Dan,satu lagi pertanyaan yang slalu membuat saya bertanya-tanya,,jika Tuhan memang sayang pd hamba/umatNya,kenapa Dia biarkan umat itu jatuh kedalam dosa..,kenapa tidak diberi aba-aba atau langsung mencegah nya,supaya umat-umatNya tidak jatuh dalam dosa????

    • Shalom. Maaf baru sempat merespons.

      Iya benar, upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Kata maut di ayat ini berasal dari kata thanatos (bahasa Yunani), yang artinya terpisah. Terpisah dari siapa? Jelas dari Tuhan. Jadi, dosa itu membuat manusia terpisah dari Tuhan. Atau lebih jelasnya, membuat manusia memisahkan diri dari Tuhan.

      Dosa tidak pernah membuat Tuhan menjauh dari manusia, namun dosa membuat manusia menjauh (terpisah / thanatos) dari Tuhan. Dan Firman Tuhan katakan di luar YESUS Anda dan saya tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5). Di luar YESUS hanya ada tangisan, penderitaan, dan kematian.

      Jadi, dampak dari dosa bukan memengaruhi Tuhan, melainkan memengaruhi manusia. Kasih Tuhan tidak pernah berubah, dulu, sekarang, dan selamanya. Artinya, sekalipun kita berdosa, kasih Tuhan tidak pernah berubah. Benar? Tapi saat manusia berdosa, kasih manusia kepada Tuhan yang berubah. Anda mengerti maksud saya?

      Tuhan tetap memandang Anda adalah anakNYA sekalipun Anda berbuat dosa. Mungkin sama gambarannya seperti seburuk apa pun kesalahan anak Anda, dia tetap anak Anda.

      Mengenai pertanyaan kedua. Justru saya tidak yakin Tuhan tidak menghalangi umatNYA berbuat dosa. Itu sebabnya Tuhan memberikan kita Firman Tuhan, yang adalah terang dan pelita bagi langkah kaki kita. Masalahnya bukan di Tuhan yang tidak menuntun kita, tetapi di manusia yang memilih mematikan pelita tersebut dan lebih suka hidup di dalam gelap.

      Yosua 1:8 katakan pada saat kita memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan siang-malam, kita akan bertindak hati-hati sesuai yang tertulis di dalamnya, dengan demikian perjalanan kita akan berhasil dan beruntung.

      Jadi, apa penyebab perjalanan seseorang tidak berhasil atau tidak beruntung? Jelas karena tidak bertindak hati-hati sesuai apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Dan, bagaimana mungkin seseorang dapat bertindak hati-hati sesuai Firman Tuhan kalau tidak pernah memperkatakan dan merenungkan Firman itu siang dan malam.

      2 Tim 3:16 katakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

      Saya percaya kalau ada Pribadi yang paling menginginkan Anda dan saya tidak berbuat dosa itu adalah TUHAN. Tuhan bukan hanya mencegah manusia berbuat dosa, DIA bahkan merelakan nyawaNYA demi mengalahkan maut.

      Kembali lagi, masalahnya adalah apakah kita mau membiarkan Tuhan menerangi langkah kita atau kita justru memilih jalan kita sendiri dan mengabaikan Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s