TAKUT ARTINYA MENGHARAPKAN YANG BURUK

Bahan renungan:

Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Teman, takut dan percaya adalah dua sikap yang biasanya muncul saat Anda membuat keputusan, terutama setelah Anda mendengar kebenaran Firman Tuhan. Saya berikan contoh. Ketika Paul beribadah di hari minggu, dia mendengar kebenaran dari hamba TUHAN bahwa TUHAN menjaga dan memelihara hidupnya. Lalu di hari Seninnya, Paul mengalami masalah di kantor, dia terancam diberhentikan. Di saat seperti ini Paul memiliki dua pilihan, takut terhadap situasi atau percaya kepada janji TUHAN yang dia dapatkan di ibadah minggu kemarin.

Satu fakta menarik mengenai takut dan percaya. Kedua sikap ini merupakan bentuk IMAN. Takut adalah bentuk iman negatif, sedangkan percaya adalah bentuk iman positif. Dengan iman, baik dalam sikap takut ataupun percaya, kita dapat melihat jauh ke depan, melintasi situasi yang sedang kita hadapi. Iman juga berarti mengharapkan sesuatu.

Perhatikan, ketika Anda takut atau percaya, pada dasarnya Anda sedang mengharapkan sesuatu terjadi di dalam hidup Anda. Anda belum melihat hal tersebut terjadi, tetapi Anda mengharapkannya. Ketika Anda takut terhadap situasi, Anda sedang mengharapkan yang buruk terjadi di dalam hidup Anda. Sebaliknya, ketika Anda percaya kepada janji TUHAN, Anda sedang mengharapkan sesuatu yang baik terjadi di dalam hidup Anda.

Jika Anda memiliki gaji satu juta rupiah, berarti persepuluhan Anda sebesar 100 ribu rupiah. Pada saat ingin memberi persepuluhan, kemudian Anda berpikir, “Apa mungkin cukup hidup sampai akhir bulan hanya dengan 900 ribu rupiah? Ada kredit kendaraan dan kontrakan yang perlu dibayar, belum lagi kebutuhan sehari-hari untuk dibeli. Dengan satu juta saja belum tentu cukup, apalagi 900 ribu.”

Jika Anda memilih takut, saya yakin karena Anda memikirkan ini, “Bagiamana dengan ongkos saya, bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari saya, bagaimana dengan rencana nonton saya,” dan lain sebagainya. Lihat, pada saat Anda takut, Anda sedang mengharapkan kekurangan terjadi di dalam hidup Anda.

Sebaliknya, jika Anda memilih percaya, saya yakin karena Anda memikirkan, “Saya percaya hari-hari saya pasti dicukupi TUHAN. Saya tahu TUHAN yang memelihara saya dan DIA tidak pernah gagal. Saya tahu ketika saya memberi, saya sedang menabur benih, dan benih itu pasti berbuah lebat.” Saat Anda percaya, Anda sedang mengharapkan hal-hal baik terjadi di dalam hidup Anda.

Kira-kira yang mana yang Anda pilih? Hidup di dalam ketakutan atau hidup percaya kepada janji-janji TUHAN? Ayub memilih untuk hidup takut dan cemas, tidak heran jika hal-hal tersebut yang terjadi di dalam hidupnya. Anda bisa belajar dari Ayub tanpa perlu mengalaminya. Pilihlah untuk percaya kepada janji TUHAN. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

One thought on “TAKUT ARTINYA MENGHARAPKAN YANG BURUK

  1. Syalom,.. SLmat Pagi,.. Terima kasih atas renungan yg saya terima stiap hari,.. Puji Tuhan dpat membngun iman dan mempertahankan keyakinan kepada Tuhan stiap hari,.. Puji Tuhan jga saya merasa sangat diberkati stiap hari,karena membuka hari dengan membaca renungan ini,.. Tuhan Yesus memberkati kita semua,. Amin,.

    Salam Valentine_Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s