MENGAPA ANDA MENGHARAPKAN YANG BURUK?

Bahan renungan:

Filipi 4:6-8 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Sesuatu yang sering Anda pikirkan, itulah yang Anda harapkan. Misalnya Anda mengharapkan sebuah mobil atau seorang pasangan, saya sangat yakin Anda pasti sering memikirkannya. Anda memikirkan ingin mobil warna apa, model apa, dan Anda memikirkan kapan akan menikah, ingin pernikahan seperti apa, dan lain sebagainya. Jarang sekali orang meluangkan waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak diharapkan.

Nah masalahnya, hal ini berlaku juga kebalikannya. Jika Anda sering memikirkan yang buruk, itu artinya Anda mengharapkan yang buruk. “Loh, kok begitu?” Misalnya Anda memikirkan, “Minggu depan bagaimana saya membayar semua tagihan saya? Bagaimana dengan sekolah anak saya? Bagaimana dengan cicilan kendaraan saya?” Perhatikan, ketika Anda berpikir penuh kekuatiran seperti ini, pada dasarnya Anda sedang mengharapkan bahwa minggu depan Anda tidak punya uang dan minggu depan Anda tidak bisa membayar cicilan Anda.

Ijinkan saya bertanya, apa yang membuat Anda begitu yakin minggu depan Anda tidak punya uang? Bukankah TUHAN menyediakan masa depan yang indah dan penuh harapan kepada Anda? Bukankah Tuhan sanggup memberikan jalan keluar? Kenapa Anda tidak mengharapkan minggu depan ada mukjizat yang terjadi? Kenapa Anda tidak berpikir, “Oke hari ini saya memang kehabisan uang, tapi saya yakin TUHAN sudah menyediakan berkat bagi saya esok hari?” Kenapa Anda malah berpikir bahwa Anda tidak memiliki uang minggu depan? Kenapa tidak mengharapkan minggu depan Anda penuh dengan berkat?

Teman, saat Anda memikirkan yang buruk, Anda sedang mengharapkan yang buruk terjadi. Berhentilah memikirkan yang buruk dan mulailah memikirkan yang baik. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan kita untuk hanya memikirkan yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedang didengar, yang disebut kebajikan, dan yang patut dipuji. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s