HAL YANG TIDAK ANDA HARAPKAN, MENGAPA ANDA PIKIRKAN?

Bahan renungan:

Kolose 3:1-2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Beberapa hari lalu seorang anak muda berkata kepada saya, “Koh Zaldy, tadi saat Koh Zaldy berkotbah tiba-tiba kaki dan tangan saya lemas dan tidak bisa digerakkan.” Lalu, saya bertanya, “Kenapa bisa seperti itu?” “Saya juga tidak tahu, mungkin penyakit saya yang dulu kambuh,” lanjutnya.

“Koh, saya ngobrol sambil berdiri saja ya, karena kalau duduk, saya takut lemas lagi dan tidak bisa berdiri,” katanya. Di saat itu Roh Kudus berbisik di dalam saya untuk bertanya, “Lho, kenapa kamu mengharapkan sakit?” Dia menjawab, “Enggak kok, justru saya tidak mau sakit.” “Kalau kamu tidak mengharapkan sakit, kenapa kamu memikirkannya?” jawab saya.

Teman, mungkin Anda pernah mengalami dialog di atas. Banyak orang merasa dirinya tidak mengharapkan sakit, miskin, atau hidup di dalam masalah. Tapi, apakah benar demikian? Karena sungguh tidak masuk akal jika seseorang berkata dia tidak mengharapkan yang buruk terjadi di dalam hidupnya, namun membiarkan pikiran buruk tersebut berputar-putar di kepalanya. Kalau Anda tidak mengharapkan, kenapa Anda memikirkannya?

Saya berikan contoh. Ketika memberi persepuluhan, kebanyakan orang berpikir, “Aduh, kalau saya berikan uang saya, bagaimana dengan besok?” Orang ini kalau ditanya, “Kenapa kamu mengharapkan besok kamu kesusahan? ” dia pasti menjawab, “Siapa yang mengharapkan seperti itu.” Anda mengerti maksud saya? Kalau benar dia tidak mengharapkan kesusahan keesokan harinya, pasti yang dia pikirkan adalah, “Saya percaya sekalipun saya berikan uang saya untuk persembahan, entah bagaimana caranya, TUHAN akan penuhi kebutuhan saya.”

Begitu juga dengan orang yang suka sakit, “Gawat nih mesti buru-buru cari makan, kalau tidak nanti maag saya kambuh.” “Lho, kenapa kamu mengharapkan sakit maag?” “Ah, tidak kok, saya tidak mengharapkan sakit maag.” Kalau tidak mengharapkannya, mengapa dipikirkan?

Saya percaya itu sebabnya, Paulus berkata kepada jemaat di Filipi, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Paulus mengatakannya supaya Anda tidak memikirkan yang tidak Anda harapkan terjadi, karena apa yang takutkan dan cemaskan, pasti terjadi (Ayub 3:25). (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s