ANDA TIDAK PERLU LAGI MENCARI JATI DIRI

Bahan renungan:

1 Korintus 3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Beberapa hari ini saya sangat tergerak untuk membagikan renungan mengenai identitas orang percaya. Bahwa Anda dan saya adalah orang-orang yang berhasil. Saya sangat yakin banyak di antara kita tidak pernah diberikan identitas yang benar oleh orang tua kita. Mungkin waktu kecil orang tua kita justru memberikan kita identitas yang salah dengan mengatakan, “Dasar bodoh,” “Oh, anak saya yang satu ini memang tidak seperti kakaknya yang pintar,” atau mungkin, “Kenapa kamu suka bikin orang tua malu?”

“Tidak, orang tua saya tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk kepada saya.” Bersyukur kalau mereka tidak pernah mengatakan yang negatif kepada Anda. Tapi, apakah mereka pernah memberikan identitas kepada Anda? Beberapa orang tua yang saya layani, paling jauh pernah mengatakan ini kepada anaknya, “Nanti jika kamu bekerja keras, hidup baik, dan rajin, kamu akan jadi orang yang sukses.” “Lho, apa yang salah dengan perkataan ini?” Kata-kata di atas memang terdengar enak di telinga, tapi ini bukan pemberian identitas. Kalimat di atas adalah sebuah motivasi.

Identitas atau jati diri adalah sesuatu yang tidak perlu Anda usahakan untuk mendapatkannya. Contoh: Jika Anda melihat mata saya, Anda akan tahu bahwa saya adalah orang Indonesia keturunan Cina. Itu adalah jati diri / identitas saya. Saya tidak perlu mengusahakan apa pun untuk memiliki mata yang sipit, itu sudah menjadi jati diri saya sampai saya meninggal. Ya, kecuali saya melakukan operasi mata. Hahaha.

Seorang teman saya pernah memberikan identitas kepada anaknya. Dia pernah mengatakan, “Kamu itu anak kesayangan mama, tidak peduli kamu gagal atau bikin banyak salah, kamu tetap anak kesayangan mama.” Anda mengerti maksud saya?

Tidak heran banyak anak muda yang “mencari jati diri”. Terus terang, sekarang saya tidak percaya hal seperti itu. Satu-satunya alasan anak muda mencari jati diri karena belum ada yang pernah mengatakan kepada mereka jati diri mereka. Kalau saja sejak kecil kita tumbuh di lingkungan orang percaya yang mengerti tentang hal ini, saya sangat yakin di usia muda, kita tidak perlu lagi mencari jati diri. Karena Firman Tuhan dengan sangat jelas mengatakan jati diri kita adalah garam dan terang dunia (Matius 5:13-14), orang yang sehat (1 Petrus 2:24), lebih dari pemenang (Roma 8:37), diberkati (Kejadian 12:2), berhasil (Mazmur 1:3), dan memiliki masa depan yang indah (Yeremia 29:11). (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s