MENTALITAS ORANG MISKIN

Bahan renungan:

Galatia 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Beberapa tahun lalu, saya memiliki seorang atasan yang sangat kaya jika diukur dari materi. Dia memiliki aset rumah dan apartemen mencapai 20 milyar rupiah, belum termasuk perusahaan dan investasi lain yang dimilikinya. Suatu hari harga majalah yang biasa kami beli naik harganya 5000 rupiah dan atasan saya ini mulai menggerutu. Dia mengatakan, “Aduh, majalah ini harganya naik terus dan jumlah halamannya tidak bertambah. Mahal sekali.” Mendengar hal itu saya berpikir, “Bukankah orang ini memiliki uang yang sangat banyak, kenapa harga majalah naik 5000 rupiah saja ribut?”

Itulah yang saya maksud mentalistas miskin. Mentalitas miskin tidak selalu dimiliki orang miskin, contohnya kisah si janda miskin dalam Lukas 21:1-4. Yesus katakan si janda miskin ini lebih kaya karena dapat memberi lebih banyak daripada orang lainnya.

Kata miskin dalam bahasa Yunani adalah ptochos, yang diambil dari akar kata pipto. Arti kata ini adalah suka meminta-minta, tidak berdaya, turun dari atas ke bawah, mandul atau tidak menghasilkan, dan ketakutan. Teman, sebelum seseorang miskin di dalam kehidupannya, mereka terlebih dahulu miskin di dalam pikirannya. Anda tahu kenapa seseorang mencuri atau korupsi? Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki mentalitas miskin. Mereka berpikir bahwa mereka adalah orang yang kekurangan dan cara cepat untuk kaya adalah dengan mengambil milik orang lain. Sungguh menyedihkan.

Mungkin banyak di antara Anda yang hari ini hidup dengan mentalitas orang miskin. Anda bisa mengeceknya pada saat memberi persembahan atau persepuluhan. Seorang yang hidup dengan mentalitas orang miskin biasanya berpikir, “Jika saya memberikan ini, bagaimana dengan hidup saya besok?” atau “Saya pasti kurang uang kalau saya memberi persepuluhan.” Akibatnya, beberapa orang mengantongi uangnya kembali dan beberapa berpura-pura memasukkan tangan ke kotak persembahan.

Teman, Firman Tuhan katakan Anda adalah orang yang diberkati (Bilangan 6:24-26). Hidup dan bertingkahlakulah dengan mental orang yang diberkati. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s