ALASAN ORANG MEMILIH BERJALAN DALAM LEMBAH KEKELAMAN

Bahan renungan:

Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mari kita lanjutkan pembahasan mengenai Mazmur 23:4. Anda tahu apa alasan seseorang memilih jalan turun?

Ini gambarannya. Jika Anda datang ke gereja saya di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, saat masuk ke dalam ruko, Anda hanya akan menemukan tangga untuk naik ke lantai atas. Kami tidak memiliki tangga turun. Jadi, Anda tidak akan pernah menemukan jalan turun ke basement saat berada di ruko gereja saya. Anda mengerti maksud saya?

Teman, alasan seseorang memilih turun karena di pikirannya selalu tersedia jalan untuk turun. Saya menyebutnya sindrom antisipasi. Beberapa orang bahkan mengartikan ayat di atas, “Lihat, sekalipun saya turun ke lembah kekelaman, TUHAN tetap ada bersama-sama dengan saya.” Sangat berbahaya kalau sampai Anda berpikir TUHAN yang mengijinkan kita untuk jalan turun.

Saat YESUS mengatakan bahwa diriNYA adalah jalan, kebenaran, dan hidup, satu-satunya jalan yang DIA tunjukkan adalah jalan naik. TUHAN ingin kita hidup menjadi kepala, bukan ekor; DIA ingin kita sehat, bukan sakit; DIA ingin kita berkelimpahan, bukan miskin; dan DIA ingin kita berkemenangan, bukan kalah.

Rasul Paulus sangat mengerti akan hal ini. Dia menyadari bahwa TUHAN hanya menyediakan jalan untuk naik bagi dirinya. Paulus tidak melihat ada alasan untuk jalan ke belakang. Dalam Filipi 3:13-14, dia mengungkapkannya, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Saat Anda sakit, jangan berpikir, “Bagaimana jika tidak sembuh,” ketika bisnis Anda bermasalah, jangan berpikir, “Bagaimana kalau bangkrut,” ketika Anda dalam pergumulan, jangan berpikir, “Bagaimana jika tidak ada harapan.” Tutup jalan turun dalam pikiran Anda.

Teman, di dalam Kristus, Anda pasti sehat, diberkati, dan dipulihkan. DIA yang memberikan janji adalah setia. Janji TUHAN di dalam hidup Anda pasti terjadi, bukan mudah-mudahan, bukan mungkin, tapi PASTI. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s