KONFRONTASI UCAPAN YANG NEGATIF

Bahan renungan:

Yesaya 54:17 Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah.

Tahukah Anda bahwa hal-hal negatif yang kita dengar, jika kita diamkan atau terus dengarkan, itu sama saja dengan kita menyetujui bahwa tidak masalah jika hal tersebut terjadi dalam hidup kita? Firman Tuhan pada hari ini mengatakan kita harus membuktikan atau menyatakan kata-kata negatif itu salah. Kita harus menyatakan kebenaran Firman Allah.

Mungkin Anda berpikir, “Toh, saya tidak meng-iya-kan.” Teman, misalnya ada seorang asing mengambil handphone Anda, atas sepengetahuan Anda, lalu Anda diamkan, menurut Anda, dia mencuri atau tidak? Tentu saja itu bukan mencuri, karena Anda membiarkannya mengambil dari Anda. Hal yang sama, ketika ada seseorang mengucapkan kata-kata negatif kepada Anda, lalu Anda hanya diam saja mendengarkannya, menerima semua kata-katanya, itu sama saja dengan Anda meng-iya-kan kata-kata tersebut. Kalau Anda tidak menyetujuinya, Anda seharusnya mengonfrontasi kata-kata tersebut. Harap dicatat, yang saya maksud bukan mengonfrontasi orangnya, melainkan kata-kata negatifnya. Pastikan Anda melakukannya dengan cara yang baik, sopan, dan penuh kasih.

Jika seseorang mengatakan Anda bodoh, Anda harus katakan kepada diri Anda dan kepada mereka bahwa Anda tidak bodoh, karena Firman Tuhan mengatakan Anda adalah kepala, bukan ekor (Ulangan 28:13). Jika sahabat Anda mengatakan bahwa sakit penyakit Anda tidak bisa disembuhkan, Anda harus mengatakan bahwa semua penyakit, termasuk penyakit Anda, sudah ditanggung Yesus di atas kayu salib (1 Petrus 2:24). Deklarasikan iman Anda sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Allah. Jangan pernah biarkan kata-kata negatif yang Anda dengar melalui media, sahabat, internet, atau apa pun itu menguasai IMAN Anda. Salah satu caranya adalah secara aktif menolaknya dengan mengucapkan kebenaran Firman Tuhan.

Misalnya: “Saya percaya penyakit saya pasti sembuh. Ya, mungkin dokter belum menemukan obatnya, tapi saya tahu 2000 tahun lalu bilur-bilur darah YESUS sudah menyembuhkan saya,” “Ya benar, saya hanya lulusan SD, tapi saya tahu TUHAN menjanjikan saya masa depan yang indah dan penuh harapan,” “Memang tidak terhitung sudah seberapa banyak saya melakukan kesalahan besar dalam hidup saya, tapi saya percaya TUHAN sanggup memulihkannya.”

Mungkin beberapa orang berpendapat bahwa diam/abstain itu artinya tidak memilih atau tidak memihak. Anda salah. Saat Anda diam dan terus mendengarkan yang negatif dari orang lain, pada dasarnya Anda sedang memilih untuk setuju dengan apa yang orang tersebut katakan. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s