HUKUM TAURAT BUKAN UNTUK ORANG KRISTEN

Bahan renungan:

Roma 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Jika Anda membaca keseluruhan ayat di Roma 3 Anda akan mengerti bahwa orang-orang yang dimaksud dengan “mereka yang hidup di bawah Hukum Taurat” adalah orang-orang Yahudi. Teman, Hukum Taurat tidak pernah dimaksudkan untuk bangsa yang bukan Yahudi. Anda dan saya sebagai orang percaya tidak seharusnya hidup berdasarkan Hukum Taurat. Orang-orang Yahudi yang Alkitab maksud adalah orang-orang yang beragama Yahudi. Ya, Yahudi adalah sebuah agama.

Banyak orang mengira agama Yahudi dan Kristen saling berkaitan satu sama lain. Anda keliru. Jika Anda pergi ke Israel dan bertanya kepada para pemeluk agama Yahudi di sana, Anda akan terkejut mendengar jawaban, bahwa mereka tidak percaya kepada Yesus Kristus. Justru mereka menolak mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Sampai hari ini orang-orang Yahudi masih menantikan Mesias mereka.

Saya pernah berbincang dengan seorang Rabi yang bekerja di The Temple Institute di Yerusalem. Saya bertanya, apakah dia pernah membaca Perjanjian Baru. Rabi ini menjawab, “Saya pernah membaca beberapa pasal dari kitab Matius dan Markus, lalu saya segera menutupnya, karena semua yang tertulis di dalam kitab tersebut bukanlah fakta.” Tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak melebihkan atau pun mengurangi jawaban Rabi tersebut sedikitpun.

Teman, bukan Hukum Taurat yang merupakan pondasi ke-Kristenan, melainkan Hukum Kasih. Anda bisa membaca perkataan YESUS ini di Markus 12:28-31. Hukum Taurat adalah milik mereka yang beragama Yahudi, bukan Kristen. Itu sebabnya orang-orang Kristen yang mencoba hidup dengan Hukum Taurat begitu tersiksa menjalaninya.

Setiap kali Yesus atau pun Para Rasul membicarakan Hukum Taurat, mereka selalu menujukkan pembicaraan tersebut kepada orang Yahudi, bukan kepada orang Kristen. Teman, berhentilah menggunakan Hukum Taurat sebagai pedoman hidup Anda, Anda bukan orang Yahudi. Mulailah hidup dengan Hukum Kasih yang YESUS ajarkan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

10 thoughts on “HUKUM TAURAT BUKAN UNTUK ORANG KRISTEN

    • Shalom Willy.

      Yesus memberikan hukum yang baru menggantikan Hukum Taurat, yaitu Hukum Kasih.

      Yohanes 13:34* Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35* Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

      Jika kamu memperhatikan ayat di atas, Yesus mengucapkan, ” … sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”

      Itu artinya kita perlu terlebih dahulu mengerti betapa panjang, dalam, tinggi, dan lebar kasih Tuhan kepada kita yang Dia nyatakan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Barulah setelah itu kita dapat mengasihi sesama kita.

      Saya menulis pembahasan mengenai hal tersebut pada artikel ini:
      MENGENAL KASIH AGAPE: DIKASIHI UNTUK MENGASIHI >> http://wp.me/p2QaNh-ea

      Lalu, apa itu kasih? Rasul Paulus menjabarkannya dengan sangat apik dalam 1 Korintus 13:4-7.

      Semoga ini dapat memberi penjelasan. JBU.

      • Rasul Paulus mengatakan dalam Galatia 5:14* Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

        Ketika kita menyadari diri kita dikasihi Tuhan, kita akan menerima kasih dari Tuhan, dan sebagai akibatnya, kita dapat mengasihi orang lain dan mengasihi Tuhan. Seperti yang saya tulis dalam artikel saya di atas mengenai Kasih Agape.

        Ketika kita mengasihi orang lain, Rasul Paulus mengatakan hal tersebut mencakup seluruh Hukum Taurat.

        JBU.

  1. Saya tidak setuju dengan isi renuangan ini.
    Kalau memang hukum taurat bukan untuk org kristen kenapa ada di Alkitab??
    Hukum taurat memang bukan menjadi tujuan kekristenan tapi masih menjadi pondasi dalam kekeristenan.

    • Hukum Taurat tidak lagi pondasi karena Efesus 2:15a katakan kematian YESUS telah membatalkan Hukum Taurat dengan segala ketentuannya.

      Kenapa Hukum Taurat ada di Alkitab? Ya tentu saja supaya kita mengerti dan menyadari bahwa kita tidak bisa hidup dengan cara Hukum Taurat.

      Lagipula kalau Hukum Taurat adalah pondasi, kenapa tidak ada seorang pun berhasil melakukan seluruh Hukum Taurat? Kecuali YESUS.

      • terus apa maksdnya ayat ini “”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” Udah tahukan dari kitab mana??

        Kiblat kita emang bukan ke hukum taurat lagi, tapi hukum taurat tetap berguna sebagai norma dalam kekristenan agar kita tidak melenceng ke kiri dan kekanan. Tapi bukan melakukan hukum taurat yang membuat kita selamat.

      • Dalam versi King James ayat di atas mengatakan, “Think not that I am come to destroy the law, or the prophets: I am not come to destroy, but to fulfil.”

        Dikatakan “to fulfil” Yesus datang untuk memenuhinya, untuk melakukannya, atau dengan bahasa formalnya, untuk menggenapinya.

        Itu sebabnya Paulus menulis lagi di Kitab Roma 3:20* Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. 21* Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22* yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

        Perhatikan, Paulus mengatakan tidak ada perbedaan antara melakukan seluruh Hukum Taurat (Tidak boleh gagal satu pun. Ada 613 peraturan dalam Hukum Taurat) dengan percaya kepada YESUS.

        Mengenai melenceng dari norma.

        Baiklah, di zaman Yusuf belum ada Hukum Taurat benar? Lalu apa yang membuat Yusuf bisa memiliki kekuatan untuk menghindari godaan istri Potifar?

        Di zaman Abraham belum ada Hukum Taurat benar? Lalu apa yang membuat Abraham dapat menyandang sebutan Bapak Orang Percaya?

        Bukan Hukum Taurat yang membuat kita tidak melenceng, melainkan ketika kita menydari bahwa kita dicintai oleh TUHAN, dan sebagainya akibatnya, kita jadi mencintai Tuhan lebih dari segalanya dan mengasihi manusia.

        Saya berikan contoh lagi. Beberapa orang memutuskan tidak berzinah karena Hukum Taurat katakan “Tidak Boleh Berzinah.” Pada prakteknya ada orang yang tidak berzinah karena tidak punya uang, tidak ada kesempatan, atau tidak ada yang mau. Kemudian mereka berpikir, “Lihat, yang penting saya tidak berzinah kan.” Padahal kalau mereka mengerti mengenai Hukum Kasih, mereka tidak akan berzinah. Bukan karena tidak ada uang, bukan karena tidak ada kesempatan, bukan karena takut dihukum Tuhan, melainkan karena dia mengasihi Tuhan dan suami/istrinya.

      • Benar di zaman mereka belum ada hukum taurat dan belum ada hukum kasih, tapi mereka di pakai langsung oleh Allah mereka adalah orang-orang pilihan.
        Dalam penggenapan hukum taurat di PB, berzinah, baru dipikirkan kita sudah melakukan dosa, betul apa tidak??

        Menurut pikiran saya, yang saya pelajari dari buku-buku dan mendengar khotbah, kita selamat karena anugrah Yesus Kristus, bukan karena melakukan hukum taurat tapi bukan berarti hukum taurat hilang dari kamus kekristenan. Hukum kasih ada hukum yang di rangkum Yesus, kalau di jabarkan jadilah hukum taurat itu.
        Ilmu teologi saya mungkin tidak setinggi yang bapak punya. Namun saya pikir Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu masih relevan dalam kehidupan kita saat ini. Kalau bapak mengatakan kita tidak perlu berpedoman Hukum taurat, saya takutnya orang awan akan menjad sesat dengan pernyataan itu.

      • Ya mungkin di sana permasalahannya menurut saya. Kita mestinya bersyukur menjadi orang percaya di Indonesia yang memiliki kebebasan untuk menggali kebenaran Firman Tuhan semaunya. Ada 20an versi bahasa Inggris, ada bahasa aslinya Ibrani dan Yunani, tapi banyak orang cenderung lebih mengandalkan apa-kata-orang atau apa-kata-pendeta.

        Saya tidak katakan kata orang atau kata pendeta itu salah, yang saya maksud seringkali orang percaya tidak mau meluangkan waktunya untuk membaca dan merenungkan sendiri kebenaran-kebenaran Firman Tuhan ini. Akibatnya, seperti bapak bilang, mereka jadi mudah tersesat, atau minimal mudah diombang-ambingkan.

        Saya percaya selama fokus perhatian kita kepada YESUS (apa yang DIA katakan, apa yang DIA janjikan, apa yang DIA lakukan), bukan kepada kebenaran diri kita sendiri, kita tidak akan pernah tersesat. Justru Firman Tuhan menuliskan orang-orang yang fokus kepada YESUS mereka berjalan di atas air, disembuhkan, diberkati, dan dipulihkan.

        Terima kasih buat sharingnya yang membangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s