DASAR HUKUM TAURAT ADALAH DIRI SENDIRI, BUKAN KRISTUS

Bahan renungan:

Galatia 3:11-12 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.

Saya harap renungan hari ini menyegarkan Anda.

Mari kita jabarkan maksud Paulus. Seperti kita ketahui bersama bahwa menurut Ibrani 11:1, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sederhananya, IMAN adalah percaya kepada janji dan perkataan YESUS.

Bagaimana dengan Hukum Taurat? Paulus katakan dasar Hukum Taurat bukan iman, artinya bukan kepada janji dan perkataan YESUS, melainkan manusia yang melakukannya. Teman, Anda pasti pernah orang berkata, “Lihat, Tuhan jawab doa saya karena tidak pernah bolong berdoa selama sebulan ini,” “Sebelum saya mendoakan mereka yang sakit, saya biasanya berdoa dan berpuasa dulu selama dua minggu penuh,” “Berkat Tuhan melimpah, sejak saya bertobat saya tidak pernah lupa memberikan persepuluhan,” atau “Saya harus jaga kekudusan supaya pengurapan Tuhan turun dan supaya DIA hadir di dalam ibadah.”

Akibat dari hal di atas, beberapa orang jadi merasa lebih baik dari orang lain, alias sombong rohani. “Lihat, dosa saya lebih sedikit dari dosa kamu,” “Hidup saya lebih benar dari hidup kamu.” Teman, siapa yang mau pergi ke neraka dengan menyandang gelar Orang-Yang-Paling-Sedikit-Berbuat-Dosa?

Pusat Hukum Taurat bukan kepada YESUS, melainkan kepada perbuatan diri sendiri. Bahasa kerennya adalah self-righteous, kebenaran berdasarkan perbuatan diri sendiri. Teman, Firman Tuhan katakan Kristus adalah batu penjuru kita (Efesus 2:20). Kristus adalah pusatnya.

Ketika Anda mendoakan orang sakit seharusnya Anda berkata, “Saya percaya ketika saya meletakkan tangan di atas orang sakit, oleh bilur-bilur darah YESUS mereka pasti disembuhkan.” Ketika Anda jatuh dalam dosa, “Saya percaya Tuhan selalu ada bersama dengan saya karena Ibrani 13:5 katakan DIA tidak pernah membiarkan dan meninggalkan saya.”

Masih perlukah kita berdoa dan puasa sebelum mendoakan orang sakit? Ya jelas perlu, tetapi bukan dengan motivasi supaya TUHAN mau menyembuhkan atau supaya Tuhan mau bekerja melalui hidup kita, melainkan supaya kita menjadi semakin berani untuk memproklamiran iman kita.

Teman, perhatikan sekali lagi ayat di atas. Kita dibenarkan karena IMAN, bukan karena apa yang kita perbuat. Kita dibenarkan karena kita percaya kepada Kristus (IMAN), bukan percaya kepada diri kita sendiri (HUKUM TAURAT). Maksud saya, kepercayaan diri kita seharusnya muncul karena kita percaya kepada YESUS, bukan kepada diri sendiri. Dan, kita dibenarkan karena apa yang telah YESUS lakukan (IMAN), bukan karena apa yang telah kita lakukan (HUKUM TAURAT). (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s