HUKUM TAURAT BUKAN RENCANA TUHAN, TAPI KEINGINAN MANUSIA

Bahan renungan:

Keluaran 19:8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.

Selama 3000 tahun, sejak zaman Adam sampai sebelum Tuhan menurunkan Hukum Taurat, Tuhan mengasihi manusia tanpa melihat perbuatan mereka.

Mulai dari Kain. Setelah membunuh Habel, Tuhan masih datang menghampiri Kain, bahkan mengabulkan doa Kain (Kejadian 4). Lalu Abraham. Pria yang menjual istrinya sebanyak dua kali ini mendapat julukan Bapa Orang Percaya. Yakub yang mencuri hak kesulungan kakaknya dilayakkan untuk menjadi Israel. Dan, masih banyak lagi.

Anda bisa melihat bahwa Tuhan yang selalu ingin membangun hubungan dengan Tuhan. Sesungguhnya arti kata Jehovah sendiri adalah Tuhan Yang Maha Besar (Elohim) yang ingin membangun hubungan dengan manusia. Jika Anda mempelajari Bahasa Ibrani, Anda akan melihat perubahan dari kata “Elohim” menjadi “Jehovah” setiap kali Tuhan berbicara atau pun berhubungan dengan manusia.

Di zaman Musa, ternyata persepsi Bangsa Israel terhadap Tuhan yang baik adalah, “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati (Keluaran 20:19).”

Manusia menolak untuk bertemu dengan Tuhan. Sebagai gantinya, mereka meminta Hukum Taurat.

Kalau Anda membaca ayat renungan kita di atas mungkin Anda berpikir itu adalah perkataan yang optimis. Anda perlu melihatnya dari kacamata Bangsa Israel, karena kalimat di atas merupakan kalimat yang sangat arogan sekali.

Jika diterjemahkan ke bahasa modern, kalimat di atas berkata, “Tuhan, kami tidak memerlukan Engkau untuk hidup benar, kami bisa melakukannya tanpaMU. Kami sadari Engkau memiliki standar yang tinggi, tetapi kami dapat memenuhi standar tersebut dengan cara kami dan kekuatan kami. Engkau bisa menilai kami dari perbuatan kami.” Boom, Tuhan memberikan Hukum Taurat.

Teman, Hukum Taurat bukanlah rencana awal Tuhan. Manusia yang meminta Hukum Taurat tersebut karena kesombongannya. Itu sebabnya beberapa hari lalu saya tuliskan bahwa pusat dari Hukum Taurat bukanlah Kristus, melainkan kekuatan diri sendiri. Rencana awal Tuhan adalah manusia memilih hidup benar karena percaya kepada Pribadi Tuhan yang baik dan setia. Dan sekali lagi saya katakan bahwa Hukum Taurat ini adalah bagian Bangsa Israel, bukan bagian Anda dan saya, orang-orang yang percaya YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s