APAKAH YANG SELAMA INI ANDA DENGAR ADALAH KABAR BAIK?

Bahan renungan:

Lukas 4:18-19 “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Yesus membuka gulungan kitab Yesaya 61:1 dan mengucapkannya di depan orang banyak. Yesus ingin menyampaikan pesan bahwa DIA datang untuk membawa kabar baik. Kabar mengenai Bapa Sorgawi yang sangat mengasihi orang berdosa. Kabar mengenai kesembuhan, kelimpahan, keselamatan, dan kasih yang tidak bersyarat. Supaya setiap orang yang mendengar kabar tersebut dibebaskan dan dikuatkan.

Suatu hari seseorang bertanya, “Koh Zaldy, bukankah Alkitab juga menuliskan mengenai kabar yang buruk dan kisah-kisah yang mengenaskan?”

“Ya, tentu saja,” jawab saya. “Alkitab memaparkan dengan jujur mengenai kejatuhan dan kebangkitan, keberhasilan dan kegagalan, keburukan dan kebaikan, serta kehidupan dan kehancuran. Itu sebabnya tidak semua kisah yang ada di Alkitab merupakan kabar baik.”

Kisah tentang Yudas yang berkhianat dan mati gantung diri, bukanlah kabar baik. Kisah tentang Bangsa Israel yang dihukum Tuhan karena ketidakpercayaan mereka, bukanlah kabar baik. Kisah mengenai Abraham yang menjual istri, Daud yang berzinah, atau Kain yang membunuh, bukanlah kabar baik. Begitu juga ayat-ayat mengenai hukuman, kutuk, kematian, sakit penyakit, dan penganiayaan, bukanlah kabar baik.

Teman, saya ingin Anda mengerti bahwa YESUS datang untuk membawa KABAR BAIK untuk Anda. Kabar mengenai kesehatan, kesembuhan, kelimpahan, keselamatan, dan kemenangan. Artinya, ketika Anda membaca Firman Tuhan, baca, hafalkan, dan renungkan ayat, kisah, atau pun pasal yang menceritakan kabar baik untuk hidup Anda.

Saya tidak katakan untuk abaikan atau anggap sepele sisi Alkitab yang menceritakan kabar buruk. Sampai hari ini saya masih membacanya. Saya dapat belajar dari kesalahan, kegagalan, dan kehancuran para hamba Tuhan di masa lalu, supaya saya tidak perlu melewati jalan yang sama dengan mereka.

Rasul Paulus katakan dalam Filipi 4:8 untuk memikirkan yang baik, yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan, dan yang patut dipuji. Ketika Anda merenungkan Firman Tuhan, renungkanlah Firman yang membangkitkan iman Anda, yang memberikan Anda harapan, dan yang memberikan Anda kelegaan.

Sesungguhnya, itulah ciri-ciri kabar baik, ketika Anda mendengarnya, Anda merasakan ada harapan, sukacita, damai, merasa dicintai, dan dikasihi. Sebaliknya, kabar buruk membuat Anda merasa ketakutan, bersalah, selalu ada yang kurang, dan ditolak. Kabar mana yang Anda dengar selama ini? Hanya KABAR BAIK yang dapat membebaskan Anda dari belenggu dosa, ketakutan, dan kekuatiran. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s