CARA MEMILIH YANG TERBAIK

Bahan renungan:

Lukas 10:42 “… tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Sekitar 18 tahun lalu, sebelum handphone popular seperti sekarang ini, orang menggunakan pager. Pager adalah alat untuk menerima pesan. Anda menelepon dan menyampaikan pesan kepada operator, lalu operator meneruskannya dalam bentuk teks ke pager Anda. Selama 1 tahun saya menggunakan pager pemberian ayah saya, sampai suatu kali ayah mengajak saya, kakak, dan adik saya membeli handphone.

Sesampainya di toko, kakak dan adik saya begitu bersemangat memilih-milih handphone. Usai mereka mendapatkannya, ayah saya bertanya, “Kamu mau yang mana?” Saya bingung menjawabnya, lalu saya berkata, “Bolehkah saya dibelikan pager yang baru?” Spontan mereka bertiga menertawakan saya.

Teman, banyak orang kesulitan memilih antara yang baik dan buruk, apalagi antara yang baik dan yang terbaik. Saya bertemu dengan orang-orang yang setiap minggu kesulitan menjawab pertanyaan, “Hari ini saya ke gereja atau tidak, ya?” Minggu ini datang ke persekutuan atau tidak, ya?” “Baca Alkitab atau nonton film, ya?” “Nonton bola atau belajar, ya?” Mencuri atau tidak, ya?” dan lain sebagainya.

Jika memilih antara yang baik dan buruk saja kesulitan, bagaimana mungkin Anda dapat memilih yang terbaik?

Kabar sukacitanya adalah TUHAN selalu menyediakan yang terbaik dan DIA ingin kita mendapatkannya. Namun Anda juga perlu mengetahui bahwa dunia dan iblis pun sedang menawarkan sesuatu yang seolah seperti-yang-terbaik. Tujuannya, supaya kita tidak mendapatkan yang terbaik dari TUHAN.

“Lalu, bagaimana cara kita dapat memilih yang terbaik dari TUHAN?” Salah satu caranya adalah melatih diri untuk memilih yang baik dari yang buruk. Contoh: Jika hari Minggu tiba, Anda masih kesulitan memilih ke gereja atau tidak, itu tandanya Anda sedang belajar memilih yang baik dari yang buruk. Pilihlah yang baik, yaitu pergi ke gereja.

Jika Anda sudah terbiasa memilih yang baik, mulailah belajar memilih yang terbaik, seperti, “Siapa yang bisa saya ajak ke gereja hari ini?” “Saya mau ajak si Budi ke gereja.” Anda lihat perbedaannya? Semakin sering Anda melatih diri dalam hal ini, suatu saat Anda akan melihat hidup Anda hanya dikelilingi oleh segala yang terbaik dari TUHAN. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s