PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN

Bahan renungan:

Galatia 3:23-26 “Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.”

Satu kebenaran yang sangat menarik adalah Anda tidak akan menemukan kata “IMAN” di dalam Perjanjian Lama. Kata “IMAN” pertama kali disebutkan di kitab Matius, setelah YESUS ada.

Teman, di akhir zaman ini iblis semakin gencar menipu anak-anak TUHAN dengan meracuni kebenaran yang kita dengar. Banyak istilah dalam Alkitab yang telah diselewengkan maknanya. Misalnya kata “PELANGI.” Alkitab katakan pelangi adalah tanda bahwa Tuhan berjanji tidak akan memunahkan Bumi lagi dengan air bah. Namun pelangi kini menjadi simbol homoseksual di seluruh dunia. Begitu juga dengan IMAN. Beberapa agama mengatakan kebersihan adalah sebagian dari IMAN.

Beberapa lain mengatakan, “Saya berdoa dengan IMAN,” yang artinya menyanyikan dua lagu, berdoa dengan suara keras, dan tubuh yang bergetar. Saya tidak katakan bernyanyi dengan suara keras dan tubuh bergetar itu salah, hanya saja bukan itu tanda dari orang memiliki IMAN. Saya akan bahas ciri-ciri orang beriman besok.

Ayat Galatia 3:23 katakan, “Sebelum IMAN itu datang …” dan ayat 25 katakan, “Sekarang IMAN itu telah datang …” Apa, atau lebih tepatnya, siapa yang dimaksud dengan IMAN dalam ayat di atas? Ya, tentu saja YESUS. Atau mungkin perlu saya perjelas, yaitu satu-satunya cara Anda dapat mendapatkan IMAN adalah dengan mempercayai YESUS.

Di dalam Perjanjian Lama, manusia hanya bisa sebatas percaya, mereka tidak memiliki IMAN, karena YESUS, sang sumber dan penyempurna iman kita, belum lahir. Mungkin dalam bahasa sehari-harinya kata “PERCAYA” bisa Anda artikan sebagai kehendak bebas atau pun keyakinan. Setiap orang memilikinya, bahkan seorang ateis sekalipun mempercayai sesuatu, yaitu mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. Masalahnya adalah ke manakah Anda ingin meletakkan percaya Anda? Ketika Anda memberikan percaya Anda kepada YESUS, Anda disebut sebagai orang BERIMAN. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s