TINGGAL TENANG DALAM HADIRATNYA

Bahan renungan:

Mazmur 46:10a Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!

Saya cantumkan tiga terjemahan versi Bahasa Inggris untuk ayat di atas supaya kita dapat melihat lebih jelas makna yang ingin disampaikan oleh sang penulis. Versi King James, “Be still, and know that I am God (Diam atau tenang, ketahuilah bahwa Akulah TUHAN).” Versi Holman Christian Standard Bible, “Stop your fighting and know that I Am GOD (Hentikan pergumulan atau usahamu dan ketahuilah bahwa Akulah TUHAN).” Dan terakhir, versi The Message, “Step out the traffic! Take a long loving look at me, your High GOD, above politics, above everything (Keluarlah dari rutinitasmu. Pandanglah kepadaKU, TUHANmu, melebihi politik, melebihi segalanya).”

Apa yang bisa kita pelajari dari ayat di atas?

Di saat kita tenang dan berdiam diri, Anda akan melihat hal-hal yang sebelumnya tidak Anda lihat. Hal yang sudah ada di sana sekian lama, namun Anda tidak menyadarinya. Sebagai contoh: Berulang kali YESUS berbicara dengan orang Farisi dan Saduki, menceritakan mengenai kebenaran, namun mereka selalu gagal melihat bahwa YESUS adalah TUHAN. TUHAN yang mereka sembah selama ini sedang berdiri di depan mereka dan mereka tidak melihatNYA.

Teman, TUHAN selalu ada bersama kita, namun kesibukan seringkali membuat kita tidak menyadari keberadaanNYA. Saat TUHAN meminta Musa naik ke atas gunung untuk menerima Hukum Taurat, TUHAN meminta Musa untuk naik dan tinggal di atas gunung selama beberapa hari. Kata “naik” dan “tinggal” adalah sebuah ungkapan supaya Musa dengan segala kesadarannya naik dan tinggal di atas gunung itu. TUHAN ingin Musa ada atas gunung tanpa memikirkan bagaimana dan kapan turun dari gunung tersebut.

Seringkali ketika kita memuji dan menyembah TUHAN di rumah atau di gereja, kita tidak memuji menyembahNYA dengan seluruh keberadaan kita. Saat kita memuji menyembah TUHAN kita memikirkan mau makan di mana, mau jalan ke mana, apa yang ingin dibeli, dan lain sebagainya. Teman, mari kita belajar untuk tenang dan berdiam diri di hadiratNYA dengan seluruh keberadaan kita. Pada saat itulah kita akan menyadari bahwa sesungguhNYA TUHAN selalu ada bersama-sama kita dan tidak pernah meninggalkan kita. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s