KETIKA DUA ISTRI DAUD DITAWAN

Bahan renungan:

1 Samuel 30:8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Lima kata pertama di dalam ayat ini sangat memberkati saya. Saya sarankan Anda membaca kisah ini dari 1 Samuel 29 supaya Anda memahami latar belakang ceritanya dan mengerti mengapa saya diberkati oleh lima kata pada awal ayat ini.

Cerita singkatnya begini. Suatu hari Daud pergi berperang dan setelah beberapa waktu lamanya, ketika dia kembali ke kota Ziklag (Ziklag adalah kota di bawah kekuasaan Filistin yang diberikan Raja Akhis untuk Daud. Daud tinggal di kota ini selama satu tahun empat bulan), kota tersebut telah diserang dan dihancurkan oleh Bangsa Amalek. Semua perempuan dan anak-anak ditawan oleh Bangsa Amalek, termasuk kedua istri Daud.

Daud dan segenap rakyatnya mengalami kesedihan yang amat sangat. Di dalam kesedihan tersebut rakyat hendak sebagai melempari Daud dengan batu karena mereka menyalahkan Daud.

Teman, jika Anda berada dalam situasi ini, kira-kira keputusan apa yang akan Anda ambil?

Sama seperti kebanyakan kita, Daud mengawali responsnya dengan menangis sejadi-jadinya, bahkan dikatakan sampai dia tidak kuat lagi menangis. Namun setelah itu, Daud tidak larut ke dalam emosinya. Dia tahu ke mana dia harus berlari. Ya, dia berlari kepada Tuhan, Sang Gembala yang agung.

Lihat, Daud tidak membiarkan dirinya larut dalam kesedihan, Firman Tuhan katakan Daud bertanya kepada Tuhan apa yang harus dia lakukan. Sungguh, pemandangan yang langka di zaman kalangan orang percaya.

Teman, Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, karena faktanya DIA selalu menyediakan yang terbaik bagi kita. Jika Anda sedang menghadapi jalan buntu, jangan larut dalam kesedihan, mulailah mengambil respons seperti Daud, bertanyalah kepada TUHAN. Dan, ketika TUHAN memberikan jawaban melalui FirmanNYA, percayalah kepada jawaban tersebut dan lakukan. Itu yang Daud lakukan.

Ketika Daud menaruh kepercayaannya kepada Tuhan, Anda bisa melihat apa yang terjadi di akhir cerita ini dalam 1 Samuel 30:19, “Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.”

Anda bisa membuat akhir cerita dari pergumulan Anda menjadi lebih buruk dengan mengandalkan kekuatan dan cara Anda sendiri atau Anda membuatnya menjadi indah dan memberkati banyak orang dengan cara mengandalkan kekuatan dan cara Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s