TAHUN 2016: AYO, MOVE ON!

Bahan renungan:

Kejadian 23:1-3a Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu.

Saya tidak bisa membayangkan betapa pedih hati Abraham, bapa bangsa-bangsa ini, ketika sang istri, Sarah, meninggal dunia. Setelah hidup bersama hampir seratus tahun, kini mereka harus berpisah selamanya. Banyak hal yang telah Abraham lewati bersama-sama dengan Sarah. Mulai dari menjual Sarah sampai meniduri Hagar. Dan, yang paling luar biasa, Sarah tetap setia mendampingi Abraham sampai dia menutup mata.

Oh, saya bisa merasakan betapa sedih dan rindu bercampur menjadi satu di hati Abraham pada hari kematian Sarah. Namun Firman Tuhan katakan di ayat yang ke-3, “Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan istrinya yang telah meninggal itu.” Dalam bahasa moderennya, Abraham memutuskan untuk move on.

Teman, saya bisa mengerti banyak orang takut untuk meninggalkan zona nyaman atau masa lalunya. Di satu sisi, pikirannya ingin move on, tetapi di sisi lain, hatinya takut sesuatu yang ada di depan tidak sebaik dengan apa yang ada di belakang. Sebuah dilema yang sama yang dihadapi Abraham. Bisa saja setelah meratap dan menangis, Abraham patah semangat dan menghabiskan hari-harinya di dalam pengasihanan diri. Tetapi bukan itu yang Abraham lakukan, setelah meratap dan menangis, dia move on.

Saya teringat sebuah kalimat dari Joel Osteen, “Anda harus membuat keputusan bahwa Anda akan move on. Hal tersebut tidak terjadi otomatis. Anda perlu bangkit dan berkata, “Tidak peduli seberapa beratnya hal ini, tidak peduli seberapa dalam saya kecewa, saya tidak akan biarkan hal tersebut mengambil yang terbaik dari hidup saya. Saya akan melanjutkan hidup saya.””

Satu kebenaran sederhana tentang masa lalu: tidak peduli seberapa keras Anda menangis atau seberapa lama Anda meratap, masa lalu Anda tidak akan berubah, malahan Anda akan mengorbankan masa depan Anda yang indah dan penuh dengan harapan. Teman, bahkan kehebatan dan kejayaan masa lalu Anda tidak sebanding dengan masa depan yang telah Tuhan sediakan bagi Anda. Berhenti menengok ke belakang, arahkan pandangan Anda ke depan. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s