YESUS MENUMPANG DI RUMAH ZAKHEUS

Bahan renungan:

Lukas 19:4-6 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Apakah Anda menemukan kejanggalan di dalam cerita di atas? Tidak pernah diceritakan sebelumnya bahwa Yesus mengenal Zakheus. Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa ini adalah pertemuan mereka yang pertama kali.

Jika Anda baru pertama kali bertemu dengan seseorang, lalu orang tersebut ingin menginap di rumah Anda, kira-kira apakah Anda akan mengijinkannya? Mungkin saja, jika orang tersebut memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi.

Ya, memang yang ingin menumpang di rumah Zakheus ini bukan hanya sekadar orang biasa, melainkan seseorang yang memiliki reputasi menyembuhkan, memberkati, memiliki kuasa, dan penuh kasih. Ini dahsyatnya, Zakheus menyadari dan mempercayai hal tersebut. Saya yakin karena alasan itulah Zakheus mengijinkan YESUS menumpang ke rumahnya, karena Zakheus tahu siapa Yesus dan mempercayaiNYA.

Saat ini Yesus yang sama ingin “menumpang” di dalam rumah kita. DIA mengatakan hal yang sama, “Aku harus tinggal di dalam hatimu.”

Masalahnya, apakah Anda memiliki pemikiran dan respons yang sama seperti Zakheus? Firman Tuhan katakan Zakheus menerima YESUS dengan sukacita ke dalam rumahnya. Zakheus membuka hatinya untuk mendengarkan Sang Juruselamat berbicara. Zakherus memberikan dirinya untuk dipulihkan, diberkati, dan disembuhkan.

Bagaimana dengan Anda? (penulis: @mistermuryadi)

5 comments

    1. Shalom. Alkitab tidak membahas apa alasan Yesus menumpang di rumah Zakheus. Namun, hal ini dapat menjadi pertimbangan. Zakheus bekerja sebagai pemungut cukai pada waktu itu. Tugasnya adalah mengambil cukai dari Bangsa Israel dan menyetorkannya ke Bangsa Romawi.

      Tidak jarang para pemungut cukai ini mengambil cukai lebih dari yang seharusnya demi memperkaya diri sendiri. Sebuah pekerjaan yang dipandang rendah oleh semua orang Israel pada waktu itu.

      Zakheus tahu bahwa pekerjaannya dibenci oleh banyak orang dan dia tahu bahwa apa yang dia lakukan salah.

      Namun, sama seperti semua orang, Zakheus sudah mendengar banyak berita mengenai Yesus dan “kuasa” Yesus untuk mengampuni dosa. Itu sebabanya dia naik ke atas pohon untuk melihat Yesus. Mungkin di belakang layar hal itu adalah sebuah tindakan kerendahan hati seorang pemungut cukai yang merasa dirinya berdosa dan mencari pengampunan.

      Yesus mengetahui hal itu dan Dia menumpang di rumah Zakheus karena Dia peduli terhadap Zakheus. Dan terlebih dari itu, hal itu adalah pesan kepada Bangsa Israel bahwa Dia mengasihi dan mengampuni “yang terburuk” di antara mereka.

      Semoga dapat memberi pencerahan. GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.