TUGAS SEORANG GEMBALA

Bahan renungan:

Yohanes 10:9-10 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Saya belum pernah melihat seekor domba dapat mengurus dirinya sendiri, menggaruk punggungnya ketika ada hama menyerang, atau dapat mencari makanannya sendiri. Domba berbeda dengan makhluk seperti kucing atau anjing. Saya sering melihat kucing mencari makanannya sendiri, bahkan beberapa kali ketika di warung tenda, saya suka melihat kucing dengan wajah memelas meminta makan atau anjing yang menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke rumah tuannya. Domba tidak seperti itu!

(Baca juga: SATU-SATUNYA KELEBIHAN DOMBA)

Setiap domba butuh gembala. Domba tidak bisa hidup di alam liar tanpa ada yang merawatnya. Anda dan saya adalah domba-domba kesayangan dari Sang Gembala Agung kita.

Berikut adalah beberapa tugas gembala yang saya rangkum berdasarkan informasi dari mbah google, yaitu: merawat domba (memberi makan dan tempat tidur), membersihkan domba dari hama yang biasanya menyerang kulit domba, dan menjaga domba dari serangan hewan pemangsa.

Teman, inilah yang Tuhan lakukan terhadap hidup Anda. Kalau Anda berpikir Tuhan membiarkan Anda, Anda salah. DIA adalah Gembala Yang Baik. Firman Tuhan katakan DIA menuntun Anda menemukan padang rumput dan DIA datang untuk memberikan Anda kehidupan. Haleluya!

(Baca juga: MENGENALI KARAKTER GEMBALA DAN SERIGALA)

Setiap kali ketakutan atau kekuatiran melanda hidup saya, saya selalu teringat bahwa saya adalah domba dari Yang Maha Tinggi. Bahwa saya tidak sendirian, ada Pribadi yang merawat dan begitu mengasihi saya. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:7 katakan, “Serahkanlah segala kekuatiranMU kepadaNYA, sebab Ia yang memelihara kamu.” Teman, seringkali kita repot memikirkan kehidupan kita, semestinya kita repot mencari dan mendahulukan Tuhan (Matius 6:33), dan biarkan Tuhan yang “repot” memikirkan kehidupan dan masa depan kita.

Tidakkah Anda percaya bahwa rencana Tuhan akan kehidupan dan masa depan Anda jauh lebih baik dari pada rencana Anda akan kehidupan dan masa depan Anda sendiri? (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s