PERBEDAAN PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU

Bahan renungan:

Ibrani 8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.”

Teman, coba ambil Alkitab konvensional Anda dan lihatlah apa yang membatasi Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, lihat ada apa setelah lembar terakhir kitab Maleakhi dan lembar sebelum kitab Matius. Ya benar, ada selembar kertas putih. Banyak orang mengira bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian baru hanya dibedakan oleh selembar kertas putih. Padahal ada perbedaan yang sangat besar antara kedua perjanjian itu.

Di dalam Perjanjian Baru, YESUS datang ke dunia, memberikan nyawaNYA, dan bangkit pada hari yang ketiga. Di dalam Perjanjian Baru, terjadi penumpahan darah dari Anak Domba Allah untuk membasuh seluruh dosa dunia (1 Yohanes 2:2). Di dalam Perjanjian Baru, YESUS menggenapi (Matius 5:17), sekaligus membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya (Efesus 2:15), sehingga kita tidak perlu lagi menanggung penghukuman akibat dosa dan pelanggaran kita (Galatia 3:13, Roma 8:1). Ada perbedaan yang sangat besar di antara kedua perjanjian tersebut. Tuhan tetap sama, namun perjanjiannya dengan manusia telah berubah. Itu sebabnya pembagian kitab-kitab dalam Alkitab kita diawali dengan kata “Perjanjian”.

Saya tidak katakan kita tidak perlu lagi membaca Perjanjian Lama. Sampai hari ini saya masih membacanya, namun dengan menggunakan “kacamata” yang berbeda. Firman Tuhan katakan dalam 2 Korintus 3:14, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” Sama seperti membaca sebuah kode yang sangat rumit, namun ketika Anda memasukkan satu kata saja, yaitu Kristus dan apa yang telah DIA lakukan di atas kayu salib, maka semuanya jadi terlihat jelas. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s