KEUNTUNGAN HIDUP DI DALAM PERJANJIAN BARU

Bahan renungan:

Ibrani 9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Tidak tahu dengan Anda, yang pasti saya sangat bersyukur sekali hidup di dalam Perjanjian Baru, di mana YESUS telah menebus seluruh dosa dan pelanggaran kita. Kita tidak perlu membawa kambing atau domba ke rumah Tuhan untuk dijadikan korban penebus dosa. Anda dan keturunan Anda yang ketiga sampai yang keempat tidak perlu menanggung kutuk. Ya, YESUS telah menanggung segala yang buruk di atas kayu salib, supaya kita dapat menikmati semua yang baik.

Di perjanjian yang baru bagian kita adalah menerima bagian yang kekal yang telah Tuhan janjikan. Anda tidak lagi dituntut untuk memenuhi tuntutan Hukum Taurat karena YESUS telah menggenapinya (Matius 5:17) dan telah membatalkan segala perintah dan ketentuannya (Efesus 2:15).

Seseorang pernah bertanya kepada saya, apa untungnya mengetahui bahwa YESUS telah menebus seluruh dosa, menggenapi Hukum Taurat, dan tidak lagi menghukum atau mengutuk kita?

Pertama, Anda akan merasakan damai dan sukacita sejati, karena kini Anda tahu bahwa Tuhan ada di pihak Anda untuk mengasihi, menjaga, memelihara, dan memberikan kepada Anda masa depan yang indah dan penuh pengharapan. Sedangkan, seseorang yang hidup dalam Hukum Taurat cenderung “berjaga-jaga” karena takut akan hukuman Tuhan, dan bertanya-tanya kenapa Tuhan mengijinkan yang buruk terjadi.

Kedua, Anda jadi percaya diri. Saya berikan ilustasi untuk yang satu ini. Anggaplah ada dua orang, Jack dan John, yang sedang mencari pekerjaan. Keduanya telah mengirimkan lamaran ke 50 perusahaan dan semuanya ditolak. Jack diajari bahwa dia adalah hamba, dan Tuhan itu mengirimkan belalang pelahap, menyelidiki, menghukum, dan mengijinkan pencobaan untuk melatih hidupnya, sedangkan John diajari bahwa Tuhan itu penuh kasih dan telah menebus seluruh dosanya, dan memandangnya sebagai anak kesayangan.

Jack dan John menghadapi masalah yang sama, yaitu sama-sama mencari pekerjaan dan ditolak, namun keduanya akan menghasilkan pola pikir dan respons yang berbeda. Setelah 50 surat lamaran ditolak, Jack akan berpikir, “Tuhan mengapa Engkau mengijinkan ini terjadi, apa salah saya? Ya, saya sudah berusaha, tetapi sepertinya Tuhan belum bukan jalan,” sedangkan John akan berpikir, “Ya benar, saya sudah ditolak oleh 50 perusahaan. Tetapi saya yakin perusahaan yang ke 51 akan menerima saya, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi saya.” Kira-kira siapakah Anda dalam cerita ini, Jack atau John? (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s