APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?

Di tengah ricuhnya ajaran Hyper Grace yang menitikberatkan kepada Hukum Kasih Karunia yang diajarkan Rasul Paulus dan mengumandangkan telah dibatalkannya Hukum Taurat yang dibawa oleh Musa, sebuah topik menarik muncul, yaitu bagaimana dengan YESUS? Apa yang YESUS katakan mengenai ajaran Hukum Taurat?

pictures-of-jesus-with-a-child-1127679-wallpaperSekitar beberapa bulan lalu ada seseorang mengirimkan komentar kepada saya setelah saya membuat tulisan mengenai Hukum Taurat selama hampir satu minggu penuh. Karena saya banyak mengutip tulisan dari Rasul Paulus, orang ini berkata kepada saya, “Memangnya menurut Anda tulisan Rasul Paulus itu yang paling benar? Apa Rasul Paulus adalah Tuhan Anda?” Saya hanya mengelus dada membacanya. Logikanya, jika kita ingin mengabaikan Paulus dalam hal ini berarti kita harus membuang sekitar sepertiga Perjanjian Baru.

Lalu, beberapa orang juga merespons tulisan-tulisan saya dengan menanyakan perkataan YESUS di Matius 5:17-20, karena di ayat-ayat tersebut dengan jelas YESUS mengatakan supaya kita melakukan dan mengajarkan Hukum Taurat.

Teman, jika kita melihat seolah ada “pertentangan” antara satu ayat dengan ayat lainnya, jangan terburu-buru mengatakan, “Lihat, ini berbeda”, karena saya percaya Firman Tuhan merupakan suara Tuhan sendiri dan tidak mungkin apa yang tertulis di dalamnya saling bertentangan. Jika kita belum mengerti, kita bisa belajar atau bertanya ke orang lain.

(Baca juga: DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI)

Melalui artikel ini, saya ingin menjelaskan pernyataan YESUS yang mengganjal itu. Saya ingin meluruskan bahwa, baik YESUS, maupun Rasul Paulus, mereka mengajarkan hal yang sama mengenai Kasih Karunia dan Hukum Taurat. Saya harus akui saya belum pernah mendengar seorang pun mengajarkan hal ini, saya mendapatkannya sebagai pewahyuan pribadi, jadi Anda tidak harus setuju dengan tulisan saya, tapi setidaknya berilah saya kesempatan menjelaskan sebelum Anda menutupnya. Saya percaya Tuhan yang adalah sumber hikmat akan memberikan pengertian kepada Anda. Dan saya percaya, kebenaran Tuhan akan memerdekakan Anda.

Sebelum kita membahas dengan detil, berikut saya kutip isi Matius 5:17-20 dari Alkitab terjemahan LAI.

50VA36617* “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18* Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19* Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20* Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Di ayat 17, Yesus katakan bahwa DIA datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Kenapa seperti itu? Alasannya sederhana, karena yang menciptakan Hukum Taurat adalah Tuhan sendiri, ke-10 perintah tersebut ditulis dengan jariNYA sendiri. Kalau YESUS datang meniadakan Hukum Taurat, itu sama seperti DIA sedang, maaf, “menjilat ludah” sendiri, atau dengan kata lain YESUS mengatakan, “Ya, mohon maaf, dulu Saya salah, Saya akan memperbaikinya sekarang.”

Hukum Taurat diberikan untuk sebuah tujuan, yaitu untuk membuat Bangsa Israel tersadar bahwa mereka membutuhkan Juruselamat, bahwa mereka menyadari hanya Tuhan yang sanggup membenarkan, menguduskan, dan menyucikan hidup mereka (1 Korintus 1:30), seperti yang tercatat di dalam Roma 3:19, “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.” Dan tujuan tersebut berhasil. Itu sebabnya tidak ada seorangpun, di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, yang dapat menggenapi Hukum Taurat, kecuali Yesus, Sang Pencipta Hukum Taurat.

Charlton-Heston-as-MosesHukum Taurat berisi tuntutan supaya manusia, dengan usaha, perbuatan, dan kekuatannya, memenuhi standar Tuhan dengan sempurna. Dan Anda perlu tahu kitab Yakobus 2:10 katakan, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Kita, orang-orang yang hidup di dalam Perjanjian Baru, sudah tahu bahwa tuntutan Hukum Taurat tidak mungkin dipenuhi dengan usaha atau kekuatan kita, itu sebabnya YESUS datang untuk menggenapinya. Saya berikan ilustrasi. Misalnya saya berhutang 10 juta rupiah kepada Anda. Setiap hari Anda datang menagihnya ke rumah saya, namun suatu hari ada seseorang yang melunasi, atau dalam konteks ini menggenapi tuntutan Anda, apakah setelah hutang saya lunas dibayar, saya masih perlu membayar kepada Anda? Tentu saja tidak! Itu sebabnya setelah YESUS menggenapi atau membayar lunas Hukum Taurat, sehingga kita tidak perlu lagi menggenapinya.

Lalu di ayat 18 YESUS menjelaskan, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Saya jelaskan sedikit. Iota adalah huruf terkecil dalam bahasa Ibrani, bahasa asli Hukum Taurat, yaitu huruf “yod”. Jadi YESUS menyampaikan, sebelum semuanya terjadi, yang merujuk kepada pengorbanan-NYA di atas kayu salib, tidak ada seorang pun yang boleh menghilangkan satu huruf terkecil dan satu tanda baca terkecil pun dari Hukum Taurat. Atau dengan kata lain, YESUS ingin menggenapi seluruh Hukum Taurat dengan sempurna, supaya tidak ada lagi yang tersisa sedikit pun untuk Anda dan saya genapi. Itu sebabnya sesaat sebelum Yesus mati, DIA mengatakan, “Sudah Selesai,” yang dalam bahasa Yunaninya ditulis “tetelestai” yang artinya sudah sempurna.

Perkaataan Yesus dari ayat 17 sampai ayat 18 terdengar seirama dan saling mendukung satu sama lain, tetapi begitu kita membaca ayat 19, semuanya jadi bertolak belakang. Di ayat 17 dan 18, YESUS katakan DIA akan menggenapi atau menyelesaikan seluruh Hukum Taurat, tetapi di ayat 19 YESUS yang sama mengatakan untuk melakukan dan mengajarkan Hukum Taurat. Bagaimana mungkin?

Mari kita bedah ayat 19.

moses10commandmentsBerikut saya lampirkan terjemahan dari Alkitab versi King James, “Whosoever therefore shall break one of these least commandments, and shall teach men so, he shall be called the least in the kingdom of heaven: but whosoever shall do and teach them, the same shall be called great in the kingdom of heaven.” Saya tidak mengerti mengapa penerjemah Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkan kata “commandments” menjadi “segala perintah Hukum Taurat”, padahal harusnya hanya diterjemahkan “perintah” saja. Padahal di ayat 17 dan 18, kata “Hukum Taurat” diterjemahkan dari kata “The Law”. Akibat penerjemahan yang salah ini, banyak orang percaya salah mengartikan perkataan YESUS mengenai Hukum Taurat, dan memengaruhi makna dari ayat 20.

Jika membaca terjemahan King James, ayat 19 berbunyi kurang lebih seperti, “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu bagian dari perintah-perintah ini, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah ini, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Lalu, perintah apa yang dimaksud oleh YESUS dalam ayat 19 kalau bukan merujuk kepada perintah Hukum Taurat? Oh, ini dia kabar baiknya untuk Anda.

Kata “perintah” yang YESUS maksud dalam ayat 19 merujuk kepada perkataan YESUS di ayat 17 dan 18, bahwa DIA datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya, bahwa YESUS ingin menggenapi seluruh tuntutan Hukum Taurat, supaya Anda dan saya tidak perlu lagi melakukannya. Haleluya!

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Dan perlu Anda garisbawahi bahwa YESUS bukan hanya ingin memberikan kebenaran ini kepada Anda dan saya, di ayat 19 juga dikatakan supaya kita melakukan, atau dengan kata lain menghidupi kebenaran ini, dan mengajarkannya kepada orang lain. Teman, di luar sana banyak sekali orang yang masih mempercayai bahwa mereka harus hidup menjalankan Hukum Taurat, dan sebagai akibatnya orang-orang tersebut hidup dalam ketakutan, perasaan bersalah, dan tertuduh, padahal Efesus 2:15 dengan sangat jelas mengatakan, “Dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.”

Jesus-crucified-2Berikut saya lampirkan beberapa ayat yang meneguhkan pernyataan saya di atas. Sebenarnya ada banyak ayat yang mendukung, tapi saya pilihkan 10 ayat saja untuk Anda renungkan:
1. Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
2. Roma 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
3. Galatia 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
4. Galatia 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
5. Galatia 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
6. Galatia 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
7. Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
8. Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
9. Galatia 5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
10. Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Sungguh kebenaran ini membawa kelegaan dan sukacita bagi saya, dan mengubahkan perspektif saya mengenai pemahaman pada Matius 5:20, yang berbunyi, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Dulu, ketika membaca ayat 20, saya selalu bertanya-tanya bagaimana cara saya memiliki kehidupan keagamaan yang lebih baik dari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Anda bisa membayangkan betapa stresnya saya selama bertahun-tahun mencoba untuk hidup lebih baik dari mereka. Jangankan hidup seperti mereka, yang sejak kecil sudah mengenal dan dididik berdasarkan Hukum Taurat, bahkan saya kesulitan menghafal 613 peraturan Hukum Taurat.

pictures-of-jesus-blind-man-thanks-1138184-wallpaperSaya bersyukur kebenaran Firman Tuhan memerdekakan hidup saya. Kini saya mengerti bahwa ada satu, dan saya sangat yakin ini satu-satunya cara, supaya kita bisa memiliki kehidupan yang lebih benar, lebih baik, dan lebih mulia dari ahli Taurat dan orang Farisi, yaitu dengan cara percaya kepada karya penebusan YESUS di atas kayu salib. Percaya bahwa YESUS telah menggenapi seluruh tuntutan Hukum Taurat, sehingga kita tidak perlu lagi hidup di bawah Hukum Taurat. Ayat 1 Yohanes 4:17 katakan, ” … karena sama seperti DIA, kita juga ada di dalam dunia ini.” Jika YESUS benar, layak, dan kudus di mata Bapa, maka saya pun dibenarkan, dilayakkan, dan dikuduskan di mata Bapa; jika YESUS berkenan di mata Bapa, maka saya pun berkenan di mata Bapa; dan jika YESUS dikasihi oleh Bapa, maka saya pun dikasihi oleh Bapa. (penulis: @mistermuryadi)

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s