KALAU TUHAN BAIK, MENGAPA PARA RASUL MENGALAMI ANIAYA?

Bahan renungan:

2 Timotius 3:11-12 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.

“Jika Tuhan adalah Tuhan yang baik, mengapa penganiayaan terjadi kepada para rasul? Apakah Tuhan yang mengijinkannya?” Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan ketika saya mengajarkan tentang Bapa yang hanya merancangkan yang baik bagi kehidupan kita.

Sebelum kita membahas ini lebih lanjut, saya ingin Anda tahu bahwa ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan justru yang melepaskan Rasul Paulus dari penganiayaan. Dan, saya ingin menceritakan hasil temuan saya, yaitu tidak ada satu pun ayat di mana para rasul mengeluh atau bersungut-sungut atas penganiayaan yang mereka alami, dan tidak pernah sekalipun di antara mereka bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau ijinkan penganiayaan ini terjadi?”

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa tidak ada di antara mereka yang mengeluh, bersungut-sungut, atau protes kepada Tuhan? Malah, kitab Filipi adalah bukti otentik di mana Rasul Paulus justru bersukacita ketika dirinya dipenjara.

Sejujurnya, Paulus, Petrus, Yakobus, dan para rasul lainnya bisa saja duduk manis di rumah, menikmati segelas kopi hangat setiap pagi, dan setahun tiga kali jalan-jalan bersama keluarga menikmati indahnya suasana pegunungan dan pantai. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun saya bersyukur, mereka membuat pilihan yang berbeda. Mereka memilih meninggalkan kenyamanan, kampung halaman, dan kehidupan pribadinya demi nama YESUS didengar banyak orang.

Jadi, apakah TUHAN yang merancangkan penganiayaan bagi mereka? Tentu saja bukan. Bukan TUHAN yang menganiaya mereka. Dunia inilah yang menganiaya mereka, karena dunia ini menolak YESUS.

Tentu Anda masih ingat 3000 orang yang bertobat saat Petrus memberitakan Injil di Serambi Salomo, tidak semua mati karena menderita atau martir, bukan? Ya, dianiaya karena Injil adalah pilihan bagi kita yang mau menceritakan YESUS kepada suku-suku bangsa. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s