APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?

462805293_1280x720Di hari pertama saya percaya YESUS 23 Agustus 1997, saya dikenalkan kepada Hukum Taurat. Selama belasan tahun saya berusaha menghidupi tuntutan Hukum Taurat, sampai suatu hari pertanyaan-pertanyaan ini muncul: Apa benar seorang Kristen harus menjalani Hukum Taurat? Bukankah Hukum Taurat diberikan kepada Bangsa Israel yang beragama Yahudi?

Sebelum Anda membaca terus ke bawah, saya merasa perlu mengingatkan bahwa kemungkinan besar apa yang Anda baca di artikel ini belum pernah Anda dengar di persekutuan atau gereja Anda. Saya ingin Anda menguji apa yang saya tuliskan di bawah ini. Buka, baca, pelajari, renungkan, dan teliti setiap ayat yang saya tuliskan di sini. Saya percaya ketika Anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Firman yang adalah Tuhan sendiri akan berbicara memberikan hikmat dan menuntun Anda kepada kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan Anda.

Mari kita mulai “perjalanan” menjelajahi kebenaran mengenai Hukum Taurat.

Peta Zaman watermarkBerdasarkan konteks yang sedang kita bicarakan, zaman terbagi menjadi tiga bagian, yaitu zaman sebelum Hukum Taurat (zaman Kasih Karunia pertama), zaman Hukum Taurat, dan zaman setelah Hukum Taurat (zaman Kasih Karunia kedua: kebangkitan YESUS). Penting kita mengenali ketiga zaman ini, supaya kita dapat mengerti bahwa hari ini kita tidak lagi hidup di zaman Hukum Taurat, melainkan di zaman Kasih Karunia.

Perhatikan peta zaman di samping ini. Selama 3000 tahun Tuhan bekerja dengan cara mengasihi manusia tanpa syarat, yang artinya Hukum Taurat bukanlah rencana Tuhan sejak awal. Lalu, di Zaman Musa, manusia meminta Hukum Taurat karena kesombongannya. Dimulailah zaman kutuk dan hukuman, sampai akhirnya YESUS datang menebus setiap kutuk dan menanggung setiap hukuman kita. Kini, kita kembali hidup di zaman Kasih Karunia, di mana Tuhan mengasihi kita tanpa syarat.

Satu kebenaran yang melegakan, bahwa selama 6000 tahun Tuhan begitu setia mengasihi manusia. KasihNYA tidak pernah berubah dulu, sekarang, sampai selamanya (Ibrani 13:8). Tetapi, mengapa di zaman Hukum Taurat seolah Tuhan berubah menjadi pemarah dan suka menghukum? Teman, bukan Tuhan yang berubah, manusialah yang berubah. Dosa telah mengubah manusia. Manusia yang hari ini berkata, “saya mau setia,” lalu besok berubah setia; yang maju mundur, dan on and off.

“Apa itu Hukum Taurat?”

Banyak orang salah kaprah mengira bahwa Hukum Taurat itu hanyalah berisi Sepuluh Perintah Allah seperti yang tertulis di Keluaran 20:1-17. Teman, itu hanya rangkumannya saja. Tidak lama setelah Musa menerimanya di atas gunung Sinai, dia menjabarkan Sepuluh Perintah Allah menjadi 613 butir peraturan dan ketentuan. Peraturan dan ketentuan inilah yang sebenarnya disebut dengan Hukum Taurat. Wow! Sama seperti lima sila Pancasila yang dituangkan menjadi 16 bab, 37 pasal, dan 194 ayat dalam Undang-Undang Dasar kita.

Jika Anda penasaran dengan keseluruhan isi Hukum Taurat, Anda bisa mengunduhnya di sini. Tarik napas panjang sebelum Anda memutuskan untuk melakukannya.

Yakobus 2:10 mengatakan, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Tahukah Anda belum pernah ada seorang pun di muka Bumi ini berhasil melakukan seluruh Hukum Taurat (Galatia 2:16), bahkan orang Farisi dan para ahli Taurat, kecuali YESUS (Matius 5:17). Lalu, kenapa kita berpikir dapat berhasil melakukannya? Percayalah, Anda tidak akan menjadi orang pertama yang berhasil memenuhinya.

Anda juga perlu tahu akibat dari gagal melakukan seluruh Hukum Taurat. Ya, kutuk akan mengejar sampai Anda musnah (Ulangan 28:45). Tapi, bersyukurlah Efesus 2:15 katakan bahwa YESUS telah membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Artinya, Anda tidak dihukum atau dikutuk ketika Anda gagal melakukan Hukum Taurat. Bukan hanya itu. Galatia 3:13 juga mengatakan bahwa YESUS telah menebus kita kutuk Hukum Taurat. Haleluya!

“Jadi, apakah kita masih perlu melakukan Hukum Taurat?”

Sebelum saya menjawabnya, ijinkan saya bertanya, apakah Anda hafal ke-613 peraturan dan ketentuan dalam Hukum Taurat? Baiklah, bagaimana jika setengahnya, apakah Anda hafal? Jika tidak, jangan-jangan Anda sedang melanggarnya.

Teman, baiklah saya ingin bertanya serius, Anda yakin dengan kekuatan dan cara hidup Anda, Anda dapat memenuhi seluruh hukum ini? Ingat, gagal satu, artinya gagal semuanya. Saran saya, berhentilah melakukannya, Anda tidak akan sanggup menjalaninya secara sempurna. Maafkan keterusterangan saya, saya tidak bermaksud mematahkan semangat Anda, saya hanya ingin Anda tidak membuang-buang waktu Anda dalam hal ini.

(Baca juga: APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?)

“Jadi Koh Zaldy, apakah kita masih perlu melakukan Hukum Taurat?” Kalau YESUS sendiri sudah membatalkannya, untuk apa kita masih melakukannya?

Saya bertemu dengan orang-orang yang mengatakan kita masih tetap perlu melakukan Hukum Taurat. Sejujurnya, saya pun berpikir demikian pada awalnya, sampai akhirnya saya membaca ayat di Galatia 2:21, “Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”

Jika benar kita masih perlu melakukan Hukum Taurat, saya heran kenapa lebih banyak ayat di dalam Perjanjian Baru yang justru mengindikasikan supaya kita tidak lagi hidup di dalam Hukum Taurat.

christ-is-the-end-of-the-lawRasul Paulus pernah mengatakan di Galatia 3:11-12, “Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.” Mari kita jabarkan maksud Paulus.

Seperti kita ketahui bersama bahwa menurut Ibrani 11:1, IMAN adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sederhananya, IMAN adalah percaya kepada janji dan perkataan YESUS. Lalu, bagaimana dengan Hukum Taurat? Apakah melakukan Hukum Taurat itu berarti tidak menaruh iman kepada YESUS?

Ya, itu yang Paulus coba sampaikan bahwa dasar Hukum Taurat bukan iman, bukan kepada janji dan perkataan YESUS, melainkan manusia yang melakukannya. Atau dengan kata lain, melakukan Hukum Taurat sama dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Mungkin Anda pernah mendengar orang percaya berkata, “Lihat, Tuhan jawab doa saya karena saya tidak pernah bolong berdoa selama sebulan ini,” “Sebelum saya mendoakan mereka yang sakit, saya biasanya berdoa dan berpuasa dulu selama dua minggu penuh,” “Berkat Tuhan melimpah karena sejak saya bertobat saya tidak pernah lupa memberikan persepuluhan,” atau “Saya harus jaga kekudusan supaya pengurapan Tuhan turun dan supaya DIA hadir di dalam ibadah.”

Lihat, pusatnya adalah kepada “saya”, bukan Kristus (Efesus 2:20), saya menyebutnya self-righteous. Akibatnya, orang jadi merasa lebih baik  dan lebih benar dari orang lain, alias sombong rohani. “Lihat, dosa saya lebih sedikit dari dosa kamu,” “Hidup saya lebih benar dari hidup kamu.” Teman, siapa yang mau pergi ke Neraka dengan menyandang gelar Orang-Yang-Paling-Sedikit-Berbuat-Dosa?

Galatia 3:24 katakan, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.”

“Jika YESUS menebus Hukum Taurat, lalu untuk apa Tuhan memberikan Hukum Taurat?”

Mari kita lihat apa yang dikatakan Roma 3:19-20 mengenai hal ini, “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

Banyak orang berpikir tujuan Hukum Taurat diberikan adalah supaya menuntun mereka ke dalam jalan kebenaran. Firman Tuhan tidak mengatakan demikian. Firman Tuhan justru katakan, karena Hukum Taurat, orang mengenal dosa. Firman Tuhan dari 1 Korintus 15:56 mengukuhkan ini, “Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.” Ya, mungkin Anda sedikit shock membaca hal ini. Tetapi, bukan saya yang menuliskannya, melainkan Firman Tuhan.

Untuk mengerti hal di atas, mari kita melintas sebentar ke zaman sebelum Hukum Taurat ada. Selama 3000 tahun, sejak zaman Adam sampai sebelum Tuhan menurunkan Hukum Taurat, Tuhan mengasihi manusia tanpa melihat perbuatan mereka. Mulai dari Kain. Setelah membunuh Habel, Tuhan masih datang menghampiri Kain, bahkan mengabulkan doa Kain (Kejadian 4). Lalu Abraham, pria yang menjual istrinya sebanyak dua kali ini mendapat julukan Bapa Orang Percaya. Yakub yang mencuri hak kesulungan kakaknya dilayakkan untuk menjadi Israel dan menurunkan 12 suku Israel yang sangat tersohor. Dan, masih banyak lagi kisah lainnya.

Anda bisa melihat bahwa Tuhan yang selalu ingin membangun hubungan dengan manusia. Sesungguhnya arti kata Jehovah sendiri adalah Tuhan Yang Maha Besar (Elohim) yang ingin membangun hubungan dengan manusia. Jika Anda mempelajari Bahasa Ibrani, Anda akan melihat perubahan dari kata “Elohim” menjadi “Jehovah” setiap kali Tuhan berbicara atau pun berhubungan dengan manusia.

Perubahan manusia terjadi di zaman Musa. Saya percaya ini terjadi akibat dari dosa. Dosa tidak merubah kasih Tuhan kepada manusia, dosa mengubah kasih manusia kepada Tuhan. Persepsi Bangsa Israel terhadap Tuhan berubah menjadi, “Engkaulah (Musa) berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati (Keluaran 20:19).” Manusia menolak untuk bertemu dengan Tuhan. Dan sebagai gantinya, mereka meminta Hukum Taurat. Saat Bangsa Israel meminta Hukum Taurat, mereka mengatakan ini, “(Keluaran 19:8) Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.”

Mungkin Anda berpikir pernyataan dalam Keluaran 19:8 adalah perkataan yang optimis. Anda perlu melihatnya dari kacamata Bangsa Israel, karena kalimat di atas merupakan kalimat yang sangat arogan. Jika diterjemahkan ke bahasa modern, kalimat di atas berkata, “Tuhan, kami tidak memerlukan Engkau untuk hidup benar, kami bisa melakukannya tanpaMU. Kami sadari Engkau memiliki standar yang tinggi, tetapi kami dapat memenuhi standar tersebut dengan cara dan kekuatan kami. Silakan Engkau menilai kami dari perbuatan kami.”

Teman, Hukum Taurat bukanlah rencana awal Tuhan. Kalau ini merupakan rencana awal Tuhan, pasti Tuhan akan memberikannya di Taman Eden. Manusialah yang meminta Hukum Taurat tersebut karena kesombongannya.

Roma 3:19 katakan, “Supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.” Apa arti semuanya ini? Yang pertama, supaya manusia tidak merasa bisa tanpa Tuhan. Anda tahu terkadang dengan mulut kita, kita seolah superman, bahkan Tuhan? Kita merasa yang paling benar, paling pintar, paling hebat, padahal semua yang baik yang ada di dalam hidup kita berasal dari Tuhan. Kebenarannya, kita bukan apa-apa tanpa Tuhan.

Kedua, supaya manusia mengakui kedaulatan Tuhan. Supaya manusia tahu bahwa dirinya butuh Juruselamat. Teman, tanpa Seorang Juruselamat, yaitu YESUS, Anda dan saya tidak akan pernah diselamatkan. Banyak orang menjadi Tuhan atas dirinya sendiri. Tapi kita semua tahu bahwa setiap orang butuh YESUS. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya YESUS yang menyelamatkan.

Hukum Taurat diberikan supaya Bangsa Israel menyadari mereka tidak bisa hidup tanpa TUHAN. Mereka butuh Jurselamat. Mereka tidak bisa hidup dan dibenarkan dari perbuatan mereka, melainkan dari kasih karunia TUHAN semata.

“Sebenarnya untuk siapa TUHAN menciptakan Hukum Taurat?”

tencommandmentsMari kita buka kembali Roma 3:19, “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.”

Jika Anda membaca keseluruhan ayat di Roma 3 Anda akan mengerti bahwa orang-orang yang dimaksud dengan “mereka yang hidup di bawah Hukum Taurat” adalah Bangsa Israel, atau lebih tepatnya Bangsa Israel yang beragama Yahudi. Teman, Hukum Taurat tidak pernah dimaksudkan untuk orang yang bukan Yahudi. Anda dan saya tidak seharusnya hidup berdasarkan Hukum Taurat.

Banyak orang mengira agama Yahudi dan Kristen saling berkaitan satu sama lain. Anda keliru. Jika Anda pergi ke Israel dan bertanya kepada para pemeluk agama Yahudi di sana, Anda akan terkejut mendapatkan fakta bahwa tidak ada seorang pun yang beragama Yahudi percaya kepada Yesus sebagai Mesias. Sampai hari ini orang-orang Yahudi masih menantikan Mesias mereka.

Saya pernah berbincang dengan seorang Rabi yang bekerja di The Temple Institute di Yerusalem. Saya bertanya, apakah dia pernah membaca Perjanjian Baru dan apakah dia percaya kepada YESUS. Rabi ini menjawab, “Saya pernah membaca beberapa pasal dari kitab Matius dan Markus, lalu saya segera menutupnya, karena semua yang tertulis di dalam kitab tersebut bukanlah fakta.”

Teman, Hukum Taurat bukanlah pondasi ke-Kristenan, seperti yang banyak orang kira. Setiap kali Yesus atau pun Para Rasul membicarakan Hukum Taurat, pembicaraan tersebut selalu ditujukan kepada orang Yahudi, bukan kepada orang Kristen. Dalam Markus 12:28-31 YESUS katakan bahwa Hukum Yang Terutama adalah Hukum Kasih: mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Ya, Hukum Taurat adalah milik mereka yang beragama Yahudi, sedangkan untuk Anda dan saya, YESUS berikan Hukum Kasih. Itu sebabnya orang-orang Kristen yang mencoba hidup dengan Hukum Taurat begitu tersiksa menjalaninya.

“Apa bukti manusia bisa hidup tanpa Hukum Taurat?”

Mari kita baca Roma 3:20-22, “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.”

(Baca juga: DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI)

Firman Tuhan katakan tanpa Hukum Taurat, kebenaran Allah telah dinyatakan. Banyak yang berpikir kebenaran hanya bisa ditegakkan dengan Hukum Taurat. Saya bisa mengerti ketakutan banyak orang dalam hal ini. Seseorang pernah berkata kepada saya, “Tanpa Hukum Taurat, manusia tidak memiliki pedoman untuk menjauhi dosa.”

Anda ingat kisah Yusuf? Yusuf hidup ratusan tahun sebelum ada Hukum Taurat. Apakah sudah ada dosa pada zaman itu? Jelas sudah ada, tapi Yusuf bergaul dengan Tuhan. Dia menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupannya. Berkali-kali dalam Kejadian 39 dikatakan Yusuf adalah orang yang berhasil karena Tuhan menyertainya atau dengan kata lain, Yusuf berhasil karena Yusuf selalu mengandalkan Tuhan. Ya, Yusuf memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Suatu hari, datanglah ujian terbesar dalam hidup Yusuf, yaitu ketika dia digoda oleh istri Potifar. Ini respons Yusuf yang hidup tanpa Hukum Taurat, namun bergaul karib dengan Tuhan, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? (Kejadian 39:9).”

Anda lihat, tanpa Hukum Taurat, kebenaran Tuhan tetap dapat dinyatakan. Yusuf sadar bahwa dosa itu berbahaya bagi hidupnya. Bagaimana caranya? Karena matanya tertuju kepada Tuhan, yang kita kenal dengan nama YESUS. Jika Anda memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, Anda akan membenci yang Tuhan benci dan mencintai yang Tuhan cintai. Tanpa hubungan intim dengan Tuhan, Anda akan mencintai yang Tuhan benci, dan membenci yang Tuhan cintai.

Jadi, Anda dapat memilih dua cara hidup, yaitu hidup menurut Hukum Taurat yang sempurna dan berat, atau hidup percaya kepada Yesus (memiliki hubungan intim). Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, karena itu melalui kematianNYA, DIA telah membatalkan perjanjian yang dibuat dengan Hukum Taurat (Efesus 2:15a). Atau dengan kata lain, Anda tidak perlu lagi melakukan 613 peraturan dan ketentuan Hukum Taurat untuk diberkati atau pun dikasihi Tuhan. Anda cukup percaya kepada YESUS. Firman Tuhan katakan, “Tidak ada perbedaan.” (penulis: @mistermuryadi)

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

11 thoughts on “APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?

  1. Hukum taurat dan kasih karunia itu dua hal yg berbeda di jaman yg berbeda pula. Hukum taurat diberikan hanya untuk bangsa israel melalui hamba dan bukan untuk bangsa bangsa lain (makanya dikatakan Allah abraham, allah ishak dan allah yakub), jadi kalau kita mau melakukan hukum taurat koreksi diri kita dulu apakah kita org org israel secara jasmani.? Sedangkan kasih karunia datang hanya oleh Yesus kristus (Anak manusia) kepada semua bangsa bangsa. Itulah kasih karunia.

    Dalam matius 5 : 17 – 20. Yesus bukan sedang mengajarkan hukum tauratnya.. tapi dia sedang memperjelas. Bahwa dia datang untuk mengenapi segala sesuatu yg dituntut oleh hukum taurat. Yesus mencoba membuka mata kita bahwa. Okelah.. kita bisa masuk sorga hanya jika kita melakukan hukum taurat itu secara sempurna, tanpa cacat cela. Jadi benar jika kita melakukan hukum itu secara sempurna kita bisa masuk surga.. pertanyaanya.. sejak dunia dijadikan belum ada satupun manusia yg melakukannya secara sempurna. Itu artinya sama dengan tidak mungkin manusia masuk surga.. karena yg dituntut oleh hukum taurat ada perkara perkara roh. Sedang manusia itu daging. Hanya dengan tinggal didalam yesus maka roh manusia itu hidup. Sehingga kita bs melakukan perkara perkara roh bersama yesus.
    Makanya yesus bilang.. kalau mau bicara soal agama dan hukum taurat, apakah hidup keagamaan mu lebih benar dari hidup keagamaan org farisi dan ahli taurat? Kalau tidak percuma saja.. tidak akan bisa masuk dalam kerajaan allah.. bahkan jika seandainya hidup keagamaan mu itu sama seperti mereka saja… kamu tetap tidak bisa masuk dalam kerajaan allah.. coba cek hidup keagamaan ahli taurat dan farisi itu seperti apa… mereka super taat.. tapi hanya secara hurufia saja.. tapi hatinya jauh dari Tuhan. Apakah kita sangup??? Kalau sangup silahkan…

    Mengenai hukum taurat. Yesus berkata demikian.. “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

    Kuncinya ada dikata kata terakhir. Yaitu.. satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Apa itu..? Itulah yg digenapi oleh yesus diatas kayu salib. Segala sesuatu yg dinubuatkan oleh hukum taurat itu digenapi oleh yesus dari dia lahir sampai dia naik ke sorga. Oleh sebab itu hukum taurat ditiadakan karena sudah digenapi.

    Makanya ketika diatas kayu salib yesus berkata “sudah selesai”…. apanya sudah selesai? Yaitu semua yg dia lakukan sudah mengenapi hukum taurat itu…

    Jadi kalau kita mau balik ayat diatas maka kita tahu bahwa hukum taurat telah berakhir…
    “satu iota atau satu titik pun akan ditiadakan dari hukum Taurat, setelah semuanya terjadi.”
    Jadi hukum taurat itu sudah berakhir… karena yesus sudah mengenapinya.. apakah kita masih berusaha untuk melakukannya..

    Ayat selanjutnya juga dijelaskan.. hukum taurat bilang jangan membunuh. Tapi yesus bilang kalau kita membenci org lain itu artinya kita membunuh juga. Itu artinya hukum yg yesus berikan yaitu hukum kasih jauh lebih menusuk kedalam hati kita… ketimbang hanya apa yg kita lihat saja.. maksudnya adalah allah menilai kita bukan hanya apa yg kita lakukan saja tapi apa yg ada di dalam hati kita juga. Tetapi jika kita melakukan hukum taurat itu hanya sebatas apa yg kita lakukan.. tidak sampai kedalaman hati kita. Makanya didalam injil dikatakan kasih menutupi segala dosa.

    Jika kita melakukan hukum taurat maka kita berada dibawah hukuman. Tapi jika kita menerima kasih karunia allah kita beroleh hidup kekal.

    Senjatanya iblis adalah dosa .. karena hukum taurat maka dosa semakin nyata… dan iblis semakin berkuasa atas manusia.. bukan karena hukum taurat itu salah… tapi karena hukum taurat itu begitu sempurna dan manusia itu sangat lemah tidak sempurna. Sehingga iblis memakai hukum taurat untuk menekan, menghakimi manusia. Hanya kasih karunia yesus yg menyelamatkan manusia.

    Perjanjian baru tidak akan muncul kalau perjanjian yg lama masih berlaku. Tetapi karena perjanjian yg lama telah berakhir telah digenapi maka diberikanlah perjanjian yang baru yaitu antara Yesus dengan kita.

    Mohon maaf kalau ada yg keliru..

  2. Shalom…saya mau tanya ttg pembhg 3 zaman, yaitu pada zaman 1 Kasih Karunia sebelum HT…ternyata di zaman perram tocg Tuhan masih murka dan menghukum manusia dan dunia di peristiwa Banjir Nuh dan Zodom gomora. Dari dulu saya masih penasaran. Bisa di jelaskan. Trksh…JBU

      • Sungguh, analisa anda sangat bertentangan dengan apa yg dimaksud yesus. siapapun yg meniadakan taurat akan mendapatkan tempat yang paling rendah. Jika alasan anda manusia tdk akan mampu melaksanankan taurat, bukan berarti harus meninggalkannya, tetapi harus berusaha melakukan semampunya. Firman tuhan tdk bisa ditawar. Siapa yg mampu melakukan akan dpt tempat yg tertinngi, juga sebaliknya. Firman tuhan tdk bisa disesuaikan dengan kehendak manusia. Tp suka tidak suka manusia harus mematuhi kehendak tuhan, itulah beriman secara benar. (Bukan klo tdk sanggup ditinggalkan, kemudian mencari pembenaran yg lain)
        Maka dari itu klo memang pengikut yesus sesungguhnya, harus menjalankan ajaran yg sesungguhnya. Matius 5:17- 48

      • Kalau begitu, bantu saya menjelaskan ayat-ayat di bawah ini:

        1. Galatia 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
        2. Galatia 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. Lalu, Roma 14:23 katakan hidup tidak berdasarkan iman adalah dosa.
        3. Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
        4. Roma 3:28* Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
        5. Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
        6. Roma 7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.
        7. 1 Korintus 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
        8. Galatia 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
        9. Galatia 3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. — dan Kristus sudah datang 2000 tahun yang lalu. Menurut Anda, masih perlu Hukum Taurat?
        10. Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia TELAH MEMBATALKAN hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera …

        Mohon maaf, tetapi pernyataan Anda mengenai “manusia harus berusaha melakukan semampunya Hukum Taurat” tidak ada dasar Firman Tuhan-nya. Namun kalau ada, bantu saja menemukannya.

        Saya menulis cukup banyak mengenai Hukum Taurat di blog ini. Anda bisa membacanya.

        1. HUKUM TAURAT BUKAN RENCANA TUHAN, TAPI KEINGINAN MANUSIA. Link: http://wp.me/p2QaNh-1vS

        2. TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA PERCAYA YESUS DAN MELAKUKAN SELURUH HUKUM TAURAT. Link: http://wp.me/p2QaNh-1vB

        3. YESUS DATANG UNTUK MENGGENAPI HUKUM TAURAT. Link: http://wp.me/p2QaNh-1vG

        4. ANDA PASTI GAGAL MELAKUKAN SELURUH HUKUM TAURAT. Link: http://wp.me/p2QaNh-1vr

        5. DASAR HUKUM TAURAT ADALAH DIRI SENDIRI, BUKAN KRISTUS. Link: http://wp.me/p2QaNh-1vn

        6. HUKUM TAURAT BUKAN UNTUK ORANG KRISTEN. Link: http://wp.me/p2QaNh-1ve

        7. HUKUM TAURAT SUDAH DIBATALKAN. Link: http://wp.me/p2QaNh-1uZ

        Saya berharap ini dapat membantu Anda semakin mengerti mengenai Hukum Taurat. Tuhan YESUS memberkati.

    • Hukum taurat bukan hanya sekedar hukum yg diberikan kepada bangsa israel seperti yg kita ketahui di perjanjian lama.. tetapi hukum taurat dipakai Tuhan dan memang sudah direncanakan sejak awal untuk membawa Yesus pada kematian diatas kayu salib.. tanpa hukum taurat Yesus tidak dapat dipersalahkan… kalau Yesus tidak dapat dipersalahkan bagaimana dia bisa dihukum mati.. kalau Yesus tidak dihukum mati.. maka manusia tidak mengenal kasih Allah.. oleh karena itulah yesus datang untuk mengenapi hukum taurat.. kematianNya itulah yg mengenapi hukum taurat. Melalui kematianNya manusia melihat kasih Allah.. bagaimana kalau Yesus tidak mati.. sampai hari ini.. manusia tidak mengenal Kasih Allah..

      Kenapa melalui hukum taurat Yesus dipersalahkan.. sepeti kita ketahui di injil. Yesus selalu berselisi paham dengan org farisi dan ahli taurat. Akar permasalahannya adalah dia selalu Diangap melanggar hukum taurat. Dihianati dan di fitnah. Pada waktu yesus dibawa ke pilatus.. disitu bahkan tidak ditemukan pelanggaranNya.. sepertinya pilatus mau berkata.. kalau memang dia bersalah karena melanggar hukum agama mu.. ya hukumlah sesuai hukum diagamamu.. pilatus cuci tangan.. tidak mau dipersalahkan karena menghukum org tidak bersalah.

      Jadi satu satunya yg bisa membawa yesus pada kematian hanyalah hukum taurat. Tanpa hukum taurat yesus tidak bisa dipersalahkan..
      Yesus tidak mungkim dihukum karena kesalahan yg dia buat.. karena dia sempurna.
      Itulah tujuan hukum taurat ada pada kematian yesus.. kematian yg membawa kasih kepada kita …

  3. “Anda bisa melihat bahwa Tuhan yang selalu ingin membangun hubungan dengan Tuhan.” Sepertinya salah ketik koh zaldy, Tuhan dengan manusia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s