SI RAJIN VS. SI MALAS

Bahan renungan:

Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Sebelum Anda melanjutkan membaca renungan hari ini, pastikan Anda membaca judul di atas dengan benar. Saya mengatakan bahwa orang rajin tidak perlu bekerja keras, saya tidak mengatakan orang rajin tidak perlu bekerja. Perlu Anda bedakan antara melakukan sesuatu dengan rajin dan melakukan sesuatu dengan mati-matian. Alkitab memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai perbedaan ini.

Orang yang rajin tahu bahwa dirinya pasti berhasil, itu sebabnya dia melakukan segala sesuatu dengan setia dan disiplin. Sebaliknya, orang bekerja dengan cara mati-matian karena tidak merasa yakin dirinya akan berhasil, dia berpikir kerja kerasnya yang akan menentukan keberhasilannya.

(Baca juga: SEGERA BUANG MENTAL MALAS KITA!)

Menurut di atas, kerja keras bukanlah cara untuk berhasil. Dan, Firman Tuhan menambahkan bahwa alasan seseorang bekerja keras atau kerja paksa karena kemalasannya. Teman, akibat yang dihasilkan dari sebuah kemalasan sangat mahal harganya.

Ijinkan saya memberikan ilustasi ini. Apakah Anda masih ingat zaman sekolah dulu? Saat ibu guru mengumumkan satu minggu lagi akan ada ulangan, ada teman-teman kita yang memutuskan untuk belajar dengan cara “mencicil”, yang artinya setiap hari dia belajar sedikit demi sedikit, namun ada juga teman-teman kita yang memutuskan tetap bermain setiap hari dengan pemikiran ulangannya masih satu minggu lagi.

Ada perbedaan di antara kedua cara di atas. Yang setiap hari “mencicil” belajar, cenderung lebih percaya diri. Sebaliknya, yang setiap hari main, cenderung merencanakan untuk mencontek, yang artinya mereka akan “bekerja keras” menghindari pancaran mata guru pengawas.

(Baca juga: KEJAR TUHAN, MAKA BERKAT AKAN MENGEJAR ANDA)

Anda bisa memilih gaya hidup yang Anda inginkan. Cara Firman Tuhan untuk sukses sudah jelas bukan dengan cara malas yang ujungnya mengakibatkan kerja keras atau kerja paksa, melainkan dengan cara menjadi rajin yang merupakan tanda kita mempercayai janji Tuhan bahwa kita pasti berhasil di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s