KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 119:98 PerintahMU membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

Suatu hari saya pernah mendengar seorang hamba Tuhan berkata, “Tuhan disenangkan ketika kita taat kepada FirmanNYA,” seolah-olah dia mengatakan bahwa Tuhanlah yang diuntungkan ketika manusia hidup seturut kebenaran Firman Tuhan. Padahal faktanya tidak seperti itu. Justru sebaliknya, manusialah yang paling diuntungkan ketika manusia hidup seturut dengan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: APA YESUS TIDAK TAHU BAHWA KITA AKAN MENGALAMI BADAI?)

Teman, jujur saja, siapa yang paling diuntungkan melalui perjanjian antara Anda dengan Tuhan? Tentu saja Anda. Bagaimana tidak, Tuhan tidak pernah lalai menepati janji sekalipun kita lalai dan Tuhan tetap setia dengan janjiNYA sekalipun kita tidak setia. Ya, manusialah yang paling diuntungkan dalam hal ini.

Itu sebabnya saya ingin katakan bahwa setiap kali Tuhan memerintahkan sesuatu kepada Anda, saat Anda mentaatiNYA, Andalah yang paling diuntungkan. Saya berikan contoh. Firman Tuhan perintahkan: berdoalah (Yudas 20), berilah dengan sukacita (2 Korintus 9:7), bersukacitalah (Filipi 4:4), saling mengaku dosalah (Yakobus 5:16), kasihilah musuhmu (Lukas 6:27), dan masih banyak lagi perintah lainnya. Jangan berpikir bahwa Tuhan yang akan disenangkan atau diuntungkan ketika Anda melakukan hal-hal di atas, justru sebaliknya, Anda yang paling diuntungkan.

(Baca juga: HIDUP DIBERKATI DI BUMI, SEPERTI DI SORGA)

Ketika Anda berdoa, Anda jadi bisa kembali lagi mengingat janji Tuhan dan mendapatkan kekuatan baru; ketika Anda memberi, Firman Tuhan katakan Anda sedang menabur benih dan Anda akan menuai 30, 60, bahkan 100 kali lipat; ketika Anda saling mengaku dosa, Anda yang dilegakan dan dilepaskan dari rasa bersalah; ketika Anda mengampuni dan mengasihi, Anda yang terbebas dari jerat kepahitan, stres, dan depresi; begitu juga ketika Tuhan memerintahkan Anda untuk pergi dari sesuatu, entah itu masa lalu, kebiasaan buruk, atau apa pun, Tuhan ingin menuntun Anda ke tempat yang lebih baik lagi.

Saya suka sekali bagaimana cara Nabi Yesaya memandang perintah-perintah Tuhan, “Sekiranya aku memperhatikan perintah-perintahMu, maka damai sejahteraku akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanku akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yesaya 48:18).” (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s