MENGUCAP SYUKUR DAN MENCERITAKAN KEBAIKAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 71:14-15 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepadaMu; mulutku akan menceritakan keadilanMu dan keselamatan yang dari padaMu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Mungkin tidak banyak orang yang pernah mengatakan kepada Anda bahwa ada hubungan yang sangat erat antara bersyukur untuk kebaikan TUHAN dengan menceritakan kebaikan TUHAN kepada orang lain. Banyak orang kesulitan bercerita tentang betapa baiknya TUHAN kepada orang lain. Saya bertemu dengan orang-orang yang hidupnya begitu mengalami kebaikan dan kemurahan TUHAN, tapi begitu sulit untuk menceritakan hal-hal baik tersebut kepada orang lain. Salah satu penyebabnya adalah karena orang-orang tersebut tidak menyadari sepenuhnya bahwa hal-hal yang diterimanya selama ini adalah kebaikan dan kemurahan dari TUHAN.

Sebagai contoh: Beberapa orang mungkin baru menyadari betapa berharganya sebuah kehidupan setelah mengalami vonis dari dokter bahwa usianya tinggal tiga bulan lagi. Setelah menikmati dosa sana sini dan berakhir dengan AIDS, lalu dokter mengatakan usianya tinggal sebentar lagi. Di saat itulah orang tersebut menyadari betapa berharganya kehidupannya selama ini.

Mari kita sedikit dramatisir kejadian si penderita AIDS di atas.

Setelah menerima vonis tersebut, si penderita AIDS ini kemudian baru mulai mencari TUHAN dan rajin ke persekutuan dan gereja. Ya, TUHAN kita baik. Sekalipun seringkali kita baru mencari DIA di ujung akhir kehidupan kita, DIA tetap setia dan sabar mengasihi dan mengampuni kita. Selang satu bulan, si penderita AIDS ini sembuh secara total. Mujizat terjadi.

Kira-kira setelah mengalami kejadian lolos dari maut seperti itu, jika saya memintanya untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun, menurut Anda apakah dia akan melakukannya? Menurut saya, tidak. Dia pasti tidak akan dapat menahan mulutnya untuk menceritakan kejadian luar biasa tersebut kepada setiap orang yang dia temui. Si penderita AIDS ini tidak akan dapat menahan diri untuk betapa baiknya TUHAN kepadanya. Anda tahu kenapa? Karena dia menyadari betapa berharganya kehidupan yang dia miliki dan dia bersyukur mendapatkannya.

Sebenarnya TUHAN sudah berikan kehidupan jauh sebelum dia AIDS, hanya saja dia tidak menyadarinya. Teman, jika Anda tidak menyadari betapa berharganya hidup yang TUHAN berikan kepada Anda selama ini dan betapa besarnya pengorbanan Kristus bagi Anda, maka Anda akan kesulitan untuk bersyukur. Saat Anda kesulitan bersyukur, maka Anda akan kesulitan untuk menceritakan tentang betapa baiknya TUHAN kepada orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s