HIDUP DALAM VISI TUHAN

Bahan renungan:

Kejadian 12:1* Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 5a* Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya …

Teman, Abraham hidup mengikuti visi TUHAN, bukan visi TUHAN mengikuti hidup Abraham. Ada perbedaan besar di dalam kedua pernyataan tersebut. Sebelum saya membahas lebih jauh mengenai hal di atas, mari kita memperhatikan ayat renungan kita pada hari ini. TUHAN memberikan visi atau tujuan ilahi kepada Abraham, yaitu meninggalkan tanah kelahirannya menuju Tanah Perjanjian. Anda lihat di dalam ayat 5 bagaimana Abraham pergi meninggalkan tanah kelahirannya dan dia membawa serta anak, istri, dan saudaranya.

(Baca juga: DEFINISI ORANG DEWASA MENURUT FIRMAN TUHAN)

Apa yang Firman TUHAN ingin sampaikan melalui peristiwa di atas?

Banyak orang, ketika TUHAN memberikan mereka visi atau tujuan ilahi, mereka melakukan hal sebaliknya. Hanya karena pekerjaan yang lebih menarik, tawaran ke luar negeri, bisnis yang lebih menguntungkan, banyak orang yang memilih menyesuaikan visi TUHAN dengan pekerjaan, bisnis, atau jam kerja mereka. Bukan mereka ikut visi TUHAN, tapi visi TUHAN ikut mereka.

Misalnya: TUHAN memanggil Anda untuk melayani di sebuah gereja, lalu datang tawaran bekerja di luar negeri dengan gaji menggiurkan. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan dalam situasi tersebut? Jika TUHAN memang memanggil Anda untuk pergi keluar negeri, sama sekali tidak masalah. Namun yang sering terjadi, orang memilih untuk mengambil kesempatan karena berpikir kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Pada akhirnya dia memindahkan sekolah anaknya, istrinya, dan seluruh kehidupannya ke luar negeri dan menghibur diri dengan mengatakan, “Ya, di sana kan juga bisa melayani. Di sana kan juga ada gereja.” Memang benar di sana ada gereja dan pelayanan, hanya saja di sana bukanlah visi yang TUHAN taruhkan di dalam hidup Anda.

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Abraham memilih berjalan menuju Tanah Perjanjian mengikuti visi TUHAN. Kehidupannya, mata pencahariannya, dan keluarganya mengikuti visi tersebut. Hasilnya? Firman Tuhan dalam Kejadian 24:1 menjawabnya, “Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s