FOLLOW AKUN SOSIAL MEDIA YANG MEMBANGUN HIDUP ANDA

Bahan renungan:

2 Tawarikh 17:3-4 Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintahNYA dan tidak berbuat seperti Israel.

Dunia teknologi sudah sangat berkembang. Informasi hanya sejauh genggaman tangan saja. Anda hanya perlu lakukan 2-3 kali klik untuk mendapatkan berbagai topik yang sedang tren di dunia ini. Dunia tempat kita tinggal saat ini hampir tidak ada lagi tembok pembatasnya, selain diri kita sendiri.

(Baca juga: PERKATAKAN YANG KITA HARAPKAN)

Teman, perhatikan dengan siapa Anda berteman di sosial media, perhatikan siapa yang Anda follow di sosial media, karena tidak semua informasi yang Anda dapatkan dari sosial media dapat membawa Anda semakin mendekat kepada TUHAN atau pun membangun kehidupan Anda. Saya bertemu dengan banyak orang, anak muda khususnya, yang semakin menjauh dari TUHAN karena “teman-teman” di sosial medianya.

Umpamakanlah Instagram. Ketika Anda memutuskan untuk follow seseorang atau sebuah akun tertentu, itu artinya Anda sedang memberikan ijin kepada akun tersebut untuk berbicara atau memberi pengaruh ke dalam hidup Anda. Sangat disayangkan jika Anda mengikuti akun yang memberikan pesan-pesan yang salah.

Sebuah survei mengatakan, rata-rata orang Indonesia setiap harinya berinteraksi dengan sosial media selama 3-4 jam. Sebut saja Instagram, Path, Facebook, Twitter, Pinterest, Snapchat, dan lain sebagainya. Artinya, dalam seminggu, mereka menghabiskan sekitar 21-28 jam di sosial media untuk saling membalas pesan atau sekadar membaca pesan yang ditulis oleh orang lain.

Ijinkan saya bertanya, apakah dalam satu minggu Anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan lebih dari 21-28 jam? Jika tidak, saya sangat menyarankan untuk lebih selektif terhadap orang-orang yang Anda follow di sosial media. Follow-lah akun-akun yang memberi pengaruh positif dan membangun hidup Anda, terutama yang membuat Anda semakin dekat kepada TUHAN.

(Baca juga: DOSA TIDAK MEMBUAT TUHAN MENINGGALKAN KITA)

Seperti cerita dalam renungan di atas, Yosafat memilih untuk mengikuti cara hidup Daud yang dekat dengan TUHAN. Kalau di zaman itu Yosafat memiliki Instagram, saya yakin yang dia follow bukanlah aktor atau aktris yang sedang tren di layar kaca, melainkan akun Instagram Daud, Nabi Natan, Abraham, dan Yosua. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s