PENGHARAPAN (BAGIAN 03): KEPADA SIAPA KITA SEHARUSNYA BERHARAP?

Bahan renungan:

Roma 15:13 Semoga Allah, SUMBER PENGHARAPAN, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Jawaban pertanyaan ini tidak semudah mengucapkannya. Kalau saya tanyakan hal di atas kepada setiap orang yang saya temui, otomatis mereka akan menjawab “TUHAN”. Namun dalam praktiknya, kita sering mengandalkan pengertian kita sendiri. Amsal 3:5 mengatakan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Saya menerjemahkan kata pengertian di atas dengan kekuatan, cara, dan pemikiran manusia.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 02): APA ITU PENGHARAPAN?)

Beberapa waktu lalu saya mengunggah sebuah rekaman singkat Dating God in 60 Seconds di Instagram hagahtoday, saya katakan banyak orang Kristen yang senang mengucapkan kalimat, “Tuhan tidak pernah terlambat, DIA selalu menolong saya di batas akhir kekuatan saya.”

Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa TUHAN seolah menolong di batas akhir kekuatan kita? Karena kebanyakan dari kita baru mencari pertolongan TUHAN di batas akhir kekuatannya. Setelah tidak berhasil mencoba berbagai cara, kekuatan, dan pemikirannya sendiri, barulah mereka berlutut dan mencari TUHAN.

Seandainya, di awal masalah kita langsung mencari cara, kekuatan, dan pemikiran TUHAN, maka TUHAN pasti datang di batas awal kekuatan kita.

Teman, kita semua tahu bahwa kita seharusnya berharap kepada TUHAN, tapi pertanyaannya, apakah kita benar-benar berharap hanya kepada TUHAN? Anda bisa buktikan ini di dalam kehidupan Anda sendiri, jika Anda menyelesaikan pergumulan atau masalah di dalam hidup Anda menggunakan cara, kekuatan, dan pemikiran TUHAN, berarti Anda benar berharap kepada TUHAN.

Saya berikan contoh. Beberapa waktu lalu kita membahas mengenai Hukum Tabur Tuai. Jika hari ini Anda memiliki masalah finansial dan Anda ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan menaruh pengharapan kepada TUHAN, maka Anda perlu berhenti menggunakan kekuatan Anda. Kecenderungan kita menyelesaikan masalah finansial adalah dengan menyimpan dan ditambah bekerja lebih keras yang didorong oleh rasa kuatir dan takut, kalau ini yang Anda lakukan, jelas Anda sedang mengandalkan kekuatan Anda sendiri, karena bukan itu cara Tuhan menyelesaikan masalah finansial Anda. Anda bisa membaca lagi renungan 15-20 September lalu supaya lebih mengerti.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 01): SIAPA YANG BERHAK MENGHARAPKAN DARI TUHAN?)

Jadi, untuk berharap kepada TUHAN, Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Karena berharap kepada TUHAN, artinya Anda setuju untuk menyelesaikan perkara Anda dengan cara, kekuatan, dan pemikiran TUHAN. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s