PENGHARAPAN (BAGIAN 04): KENAPA YANG KITA HARAPKAN TIDAK TERJADI?

Bahan renungan:

1 Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita.

November 2006 lalu, Rhonda Byrne menulis sebuah buku berjudul The Secret. Buku bergenre self-help ini mengulas mengenai kekuatan dari sebuah keinginan. Byrne mengatakan jika Anda menginginkan sesuatu, tuliskan target Anda, misalnya 1 tahun 1 miliar rupiah, di kamar, kantor, ruang tamu, dan di mana pun tempat yang sering Anda lewati. Tujuannya supaya Anda selalu fokus dan ingat dengan tujuan Anda. Alam semesta akan membantu Anda meraih hal tersebut. Byrne juga mengatakan bahwa manusia adalah pusat alam semesta, kita yang menentukan nasib atau takdir kita sendiri.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 03): KEPADA SIAPA KITA SEHARUSNYA BERHARAP?)

Buku di atas laris manis dan banyak orang memberikan testimoni keberhasilan mereka. Jika Anda memperhatikan, semua yang dikatakan Byrne menggunakan prinsip yang ada di dalam Firman Tuhan, hanya saja Byrne mendasarkan hal tersebut kepada kekuatan manusia, dan meniadakan peran YESUS.

Teman, ayat renungan kita hari ini mengatakan bahwa Kristus YESUS adalah dasar pengharapan kita. YESUSlah hal mendasar yang membedakan antara pengharapan dengan keinginan, ambisi, dan impian. Kita perlu sadari bahwa pusat alam semesta ini bukan diri kita, melainkan YESUS.

Benar bahwa manusia bisa menentukan nasib dan takdirnya sendiri, tetapi itu berlaku bagi manusia yang hidup menolak YESUS, karena di dalam YESUS, DIA sudah merancangkan nasib dan takdir Anda, yaitu kehidupan yang indah, di Bumi seperti di Sorga, dan masa depan yang penuh dengan pengharapan.

Semua orang ingin berhasil dan sukses, namun jika Anda menaruh pengharapan Anda kepada sesuatu di luar YESUS, itu sebabnya pengharapan Anda kadang terjadi, kadang tidak. Saya tidak mau mempertaruhkan kehidupan saya kepada sesuatu yang mungkin berhasil, mungkin tidak. Saya ingin menaruh kehidupan saya di dalam YESUS, karena DIA menjanjikan saya pasti berhasil (Yosua 1:8).

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 02): APA ITU PENGHARAPAN?)

Satu hal penting lagi, untuk menjadikan YESUS sebagai dasar dari pengharapan kita, kita perlu tahu hal-hal yang DIA janjikan. Karena kita tidak bisa menerima sesuatu yang tidak YESUS janjikan. Saya berikan contoh. Anda tidak bisa mengharapkan bercerai dari pasangan Anda atau berharap orang yang Anda benci mengalami kecelakaan, karena YESUS tidak pernah menjanjikan hal-hal buruk tersebut bagi orang percaya. Yang artinya, selama Anda mengharapkan sesuatu yang TUHAN janjikan, Anda pasti menerimanya. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s