DAMPAK PALING MENGERIKAN DARI BERBOHONG

Bahan renungan:

Efesus 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Sebelum kita membahas mengenai akibat dari berdusta, saya ingin katakan kepada Anda bahwa TUHAN tetap mengasihi Anda sekalipun Anda adalah seorang pendusta. Dosa kita tidak pernah membuat kasih TUHAN berkurang sedikit pun kepada kita. Kendati demikian, bukan berarti TUHAN setuju dengan perbuatan dosa kita. Itu sebabnya Alkitab memerintahkan kita untuk tidak berdusta.

(Baca juga: MEMINDAHKAN GUNUNG DENGAN PERKATAAN KITA)

Mari kita membahas dampak terburuk dari berbohong atau berdusta.

Menurut kamus, dusta berarti mengucapkan sesuatu yang tidak benar, atau jika boleh saya memperjelas, dusta adalah kondisi di mana mulut kita mengucapkan sesuatu yang berbeda dengan hati atau pikiran kita. Hati kita bilang “ya”, mulut kita katakan “tidak”; hati kita bilang “jelek”, mulut kita katakan, “cantik.”

Dampak umum dari berdusta adalah Anda dijauhi, bahkan dibenci, oleh orang-orang yang Anda dustai dan orang-orang yang mengetahui bahwa Anda adalah seorang pendusta. Namun, ini masih belum seberapa dibandingkan dengan dampak yang ingin saya ceritakan.

Dalam dua renungan terakhir, kita telah belajar mengenai kuasa untuk memindahkan gunung melalui perkataan. YESUS menjelaskan bahwa untuk melepaskan kuasa tersebut, kita perlu ada dalam satu kondisi di mana hati kita mempercayai yang mulut kita ucapkan (Matius 11:23), atau dengan kata lain mulut dan hati kita sepakat.

Ini dia dampak terburuk dari berdusta yang ingin saya ceritakan. Setiap kali kita berdusta, kita sedang melatih hati kita untuk tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh mulut kita. Semakin sering kita berdusta, semakin sulit hati kita percaya dengan ucapan kita sendiri, dan akibatnya kita tidak bisa melepaskan kuasa yang TUHAN sudah berikan kepada kita.

(Baca juga: BICARA KE GUNUNG MASALAH ANDA, BUKAN KE TUHAN)

Teman, TUHAN menciptakan dunia ini dalam enam hari hanya dengan mengucapkan Firman. Sebagai anak-anak-Nya, kita pun diberikan kuasa yang sama. Mari, melalui renungan hari ini, saya mengajak kita semua untuk berhenti berdusta, dan mulai belajar menggunakan mulut kita untuk mengucapkan kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s