MENGAPA MANUSIA MENINGGAL? APAKAH TUHAN YANG MENGAMBIL?

people at a funeral

Sekitar tiga minggu lalu, saya mengunggah sebuah rekaman Dating God in 60 Second berjudul Tuhan Yang Memberi, Tetapi Bukan Tuhan Yang Mengambil di Instagram @hagahtoday. Lalu, kemarin ada seseorang memberikan komentar bahwa menurut dia, manusia meninggal karena Tuhanlah yang mengambil manusia dari dunia ini, dengan cara TUHAN mengijinkan manusia tersebut mengalami kecelakaan ataupun sakit.

(Baca juga: TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK)

Namun, apakah benar Alkitab mengatakan demikian?

Saya sungguh heran dari mana asal pengajaran bahwa TUHANlah dalang yang mengambil kehidupan manusia di dunia ini. Dugaan saya, hal ini dikutip dari kata-kata yang dilontarkan Ayub waktu dia di dalam tekanan. Ayub 1:21 mengatakan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama TUHAN.” Mengenai pernyataan Ayub itu, saya sudah menjelaskannya pada tautan berikut: TEOLOGI MENYESATKAN: “TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL” Saya sarankan Anda membacanya terlebih dulu.

Mari kita masuk ke topik utamanya.

Apakah Tuhan yang menciptakan kematian?

Kitab Kejadian adalah kitab yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini. Di dalam Kejadian 1, kita dapat melihat rencana awal TUHAN ketika DIA menciptakan segala sesuatu. Pada mulanya, Tuhan hanya menciptakan langit dan bumi. Langit adalah kediaman Tuhan dan semua malaikat, dan Bumi adalah kediaman kita, dan segala makhluk ciptaan TUHAN lainnya.

Lalu, TUHAN memberikan tujuan kepada masing-masing makhluk yang DIA ciptakan. Kepada manusia, TUHAN mengatakan, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

(Baca juga: AYUB (bagian 01) – APAKAH TUHAN BEKERJA SAMA DENGAN IBLIS?)

Dalam seluruh pasal Kejadian 1, TUHAN sama sekali tidak menyebutkan adanya fase kematian terhadap manusia, begitu juga dengan neraka, sama sekali tidak disebutkan. Yang ada hanya kehidupan.

Sampai suatu saat, kita semua tahu, Adam dan Hawa digoda ular dan jatuh ke dalam dosa. Sejak itulah kehidupan manusia menjadi rusak, Roma 3:23 mengatakan manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa membuat manusia menjauhkan diri dari TUHAN, dan sebagai akibatnya, manusia terpisah dari TUHAN dan mati (Roma 6:23).

Sejak tragedi di Taman Eden, kematian secara daging menjadi bagian dari hidup manusia. Manusia lahir, tumbuh, dan mati secara daging. Saya bersyukur YESUS datang ke Bumi dan memberikan kepada kita roh yang baru, sehingga ketika daging kita mati di Bumi ini, roh kita tetap hidup selama-lamanya di Sorga kekal.

screen-shot-2016-11-11-at-12-45-46-amJadi, apakah TUHAN yang menciptakan kematian, atau lebih tepatnya kematian secara daging? Tentu saja bukan. Tuhan menciptakan kehidupan. Dalam Yohanes 10:10, YESUS menegaskan bahwa DIA datang supaya kita mempunyai hidup. Lalu, di Yohanes 11:26 YESUS mengatakan, ” … dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Secara konsisten, dari awal penciptaan sampai kelahiran YESUS, TUHAN ingin manusia hidup, bukan mati.

Kematian secara daging menjadi bagian dari siklus kehidupan manusia karena keputusan yang manusia buat. Namun, berita gembiranya, semua orang yang percaya kepada YESUS tidak akan pernah mengalami kematian, kita akan hidup selamanya. Haleluya!

Usia manusia menurut Alkitab

Menurut Kejadian 6:3, TUHAN mengatakan bahwa usia manusia akan 120 tahun. Kendati demikian, pemazmur menuliskan di Mazmur 90:10 bahwa usia manusia hanya 70 tahun saja. Lalu, mana yang benar? Tergantung yang mana yang Anda ingin percayai. Saya pribadi, karena Tuhan menjanjikan umur panjang dalam Mazmur 21:4 dan Amsal 3:16, saya berharap usia saya akan mencapai 120 tahun.

Perlu dicatat, Kejadian 6:3 diucapkan oleh TUHAN sendiri, sedangkan Mazmur 90:10 dituliskan oleh si pemazmur.

Suatu hari saya pernah juga bertanya kepada seseorang mengenai berapa lama dia ingin hidup di dunia, lalu dia menjawab, “Saya tidak ingin hidup terlalu lama, terlalu banyak kepedihan yang saya lihat dan rasakan, saya ingin cepat-cepat masuk Sorga, tempat yang yang penuh sukacita dan damai.” Ternyata, ada juga orang yang tidak ingin hidup terlalu lama di dunia ini. Bagaimana dengan Anda?

Lalu, bagaimana dengan mereka yang meninggal sebelum 70 tahun?

Cukup sering saya mengunjungi ibadah pemakaman dan di 90% ibadah pemakaman yang saya hadiri, saya sering mendengar orang mengatakan, “Memang ini kehendak Tuhan, Tuhan yang mengijinkan hal ini terjadi, semua ini terjadi karena rencana TUHAN.” Apa benar demikian?

(Baca juga: AYUB (bagian 02) – APA DAN SIAPA YANG SEBABKAN PENDERITAANNYA?)

Menurut Anda, apakah TUHAN kita Tuhan yang mengatakan, “Usia kamu akan sampai 120 tahun,” lalu pada kesempatan terpisah DIA mengijinkan kecelakaan atau sakit penyakit terjadi di dalam hidup kita sehingga kita meninggal lebih cepat? Saya sungguh tidak percaya TUHAN yang saya sembah memiliki sifat seperti ini. Saya juga tidak percaya kalau TUHAN tidak dapat memegang perkataanNYA sendiri.

“Kalau bukan Tuhan yang mengijinkan, mengapa ada orang yang meninggal sebelum usia 70 tahun?”

Saya berikan sebuah ilustrasi. Anda membeli sebuah mobil baru dari showroom. Showroom tersebut menjamin, jika Anda merawat dengan baik, mobil tersebut dapat dipakai selama 10 tahun. Lalu, suatu hari mobil Anda mogok dan seorang teknisi mengatakan mobil Anda sudah rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Anda bingung mengapa mobil tersebut rusak, padahal baru dipakai lima tahun. Setelah diperiksa, sang teknisi mengatakan, mobil Anda jarang diservis dan sering membawa beban lebih berat dari seharusnya. Apakah ini artinya pabrik mobil tersebut yang membuat mobil Anda rusak? Tentu tidak. Cara Anda memperlakukan mobil tersebut yang membuat mobil Anda rusak sebelum waktunya. Hal yang sama terjadi pada hidup kita. Seringkali kita tidak menjalani kehidupan yang sesuai dengan “buku panduan” yang telah TUHAN berikan. Teman, Anda diciptakan oleh TUHAN, itu sebabnya kita perlu mempelajari Firman Tuhan mengenai cara menjalani kehidupan di dunia ini. Jika terjadi penyimpangan, tidak heran kita “rusak” sebelum waktunya.

Penghiburan

Saya tidak sedang berusaha mengecilkan kesedihan Anda akibat kepergian orang-orang yang Anda kasihi. Namun, kita perlu melihat hal itu dengan benar, supaya kita tidak larut dalam pikiran bahwa TUHANlah dalang kepergian mereka. Saya bertemu beberapa orang yang bertahun-tahun menyimpan kepahitan dan kekecewaan mendalam karena mengira TUHAN yang mengijinkan orang-orang yang mereka kasihi meninggal dunia.

landscape-1470747817-funeralMemang, cara termudah untuk meringankan kesedihan orang yang sedang berduka adalah dengan mengatakan, “Semua adalah rencana TUHAN dan rencana-Nya adalah yang terbaik,” tetapi ini bukan jawaban yang benar. Jika Anda ingin mencari jawaban yang benar, Anda perlu menelusuri kehidupan orang-orang tersebut. Anda perlu mencari tahu apakah setiap keputusan dan cara hidup mereka sesuai dengan buku panduan yang TUHAN sudah berikan.

Satu hal yang saya sangat yakin mengenai TUHAN, bukan TUHAN yang mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, atau pun hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita, apalagi sampai merenggut nyawa. Yeremia 29:11 sangat jelas mengatakan rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

(Baca juga: TUHAN HANYA RANCANGKAN YANG BAIK)

Teman, Tuhan tidak pernah mengambil dari kita, justru TUHAN kita Maha-Memberi. Ayat 1 Yohanes 4:8 mengungkap bahwa Tuhan adalah kasih. Sifat kasih adalah memberi, bukan mengambil. Kebenaran ini sejalan dengan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN Anak-Nya yang tunggal …” Bahkan, ketika semua manusia jatuh di dalam dosa, TUHAN tidak mengambil seluruh kehidupan kita, sebaliknya, DIA memberikan YESUS kepada kita, untuk menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4). Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

========================================================================

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s