MANUSIA ADA BATASNYA

Bahan renungan:

Mazmur 103:14-16 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Sepanjang tahun ini, saya beberapa kali melayat teman dan jemaat yang meninggal dunia. Setiap kali datang ke ibadah pemakaman, saya hampir selalu melihat jenazah dari dekat. Ada perasaan yang sedikit aneh saat saya melihat jenazah-jenazah tersebut dari dekat. Juga, saya seperti disadarkan kembali bahwa sehebat-hebatnya dan sepintar-pintarnya manusia, semua manusia ada batasnya.

(Baca juga: SAAT KITA SERAHKAN KEPADA YESUS, YANG BIASA MENJADI LUAR BASA)

Di tengah suasana duka di pemakaman, saya sering memikirkan betapa saya membutuhkan Tuhan. Bagaimana tidak, jika Tuhan tidak menghembuskan nafas kehidupan, kita tidak lebih dari debu yang mudah hilang tertiup angin. Kita rapuh tanpa Tuhan.

(Baca juga: DAPATKAN E-BOOK #PENGHARAPAN. GRATIS! TERBIT AWAL DES ’16. )

Teman, kita membutuhkan YESUS untuk hidup di dunia ini. Kita butuh Firman-Nya untuk menuntun dan menerangi jalan kita. Kita butuh suara-Nya yang lembut untuk menenangkan badai hati kita. Kita butuh pelukan hangat-Nya untuk mengingatkan bahwa kita tidak pernah sendirian di dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s