FOKUS PADA MASALAH, HANYA MEMBUAT MASALAH BERTAMBAH BESAR

Bahan renungan:

1 Samuel 17:10-11 Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Setiap orang tentu menginginkan jalan keluar setiap kali menghadapi masalah. Namun sayangnya, banyak orang berlama-lama memikirkan, mendengarkan, dan fokus kepada masalahnya, daripada kepada jalan keluarnya.

(Baca juga: JANGAN MEMBESAR-BESARKAN MASALAH)

Suatu hari seorang pengusaha ditipu ratusan juta oleh sahabatnya. Hal itu sangat menyakitkan pengusaha tersebut. Karena tidak terima terhadap perbuatan sahabatnya, sang pengusaha merencanakan membalas dendam. Selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, sang pengusaha mengurung diri, memikirkan bagaimana cara membalas dendam yang dapat menyakitkan sahabatnya, juga keluarga sahabatnya. Semakin hari sang pengusaha semakin larut dalam kepahitan dan akhirnya dia bangkrut, menderita, dan kehilangan semua orang yang dicintainya.

Banyak orang melakukan hal seperti yang dilakukan sang pengusaha di atas. Mereka fokus kepada masalahnya, sehingga mereka lupa bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup kita dan Tuhan sanggup memberikan masa depan yang indah.

Itu juga yang terjadi kepada Saul dan seluruh tentara Israel. Mereka begitu terpesona kepada Goliat. Sampai-sampai mereka lupa bahwa Tuhan yang menyertai mereka adalah Tuhan yang menciptakan Goliat. Daud berbeda. Daud memilih terpesona kepada Tuhan, daripada Goliat. Daud menyadari selama dia mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, dia akan selalu menemukan jawaban dari masalah-masalahnya. Dan benar, Daud memenangkan pertandingan melawan Goliat tidak lebih dari satu menit. Masalah yang dianggap begitu rumit oleh Saul, dilewati dengan sangat mudah oleh Daud.

(Baca juga: “SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH KEPADA SITUASI”)

Satu hal yang saya pelajari dari peristiwa di atas. Ternyata bukan besar kecilnya masalah yang menjadi hambatan bagi hidup kita, tetapi kepada siapa kita arahkan pandangan saat kita menghadapi masalah. Masalah kecil dapat menjadi besar ketika perhatian kita fokus kepada masalah. Sebaliknya, masalah besar terasa begitu mudah dilalui ketika kita menggantungkan sepenuhnya fokus kita janji Tuhan yang kekal. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s