INILAH KETAKUTAN TERBESAR PARA PENDOSA

Bahan renungan:

Yesaya 1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Alkitab dipenuhi dengan beragam kisah mengenai para pendosa. Mulai dari dosa mencuri, memperkosa, berzinah, menyembah berhala, membunuh, sampai memakan sesama manusia. Bersamaan dengan itu, Alkitab pun mencatat beragam respons Tuhan terhadap para pendosa tersebut. Kepada pendosa yang satu, Tuhan mengampuni, tetapi terhadap pendosa yang lain, Tuhan menurunkan murka-Nya yang mengerikan. Tidak heran banyak di antara para pendosa yang ketakutan dihukum dan ditinggalkan oleh Tuhan.

(Baca juga: KEBENARAN MENYELAMATKAN ANDA DARI TIPU DAYA IBLIS)

Teman, di zaman Hukum Taurat, yang dimulai sejak Musa turun dari Gunung Sinai membawa dua loh batu, benar Tuhan akan melepaskan murka-Nya setiap kali manusia berbuat dosa. Tidak hanya itu, Tuhan juga akan memalingkan wajah-Nya dari orang berdosa tersebut seperti yang ditulis dalam ayat renungan kita di atas. Kecuali, sang pendosa mempersembahkan korban penebusan dosa.

Bilangan 6:23-27 berisi doa berkat di zaman Hukum Taurat yang hanya dapat diucapkan oleh Imam Besar setelah Bangsa Israel mempersembahkan korban penebusan dosa. Karena ketika korban penebusan dosa itu dipersembahkan, seluruh dosa dan pelanggaran mereka dihapuskan, dan Tuhan kembali memalingkan wajah-Nya kepada mereka.

Teman, bersyukurlah kita hidup di zaman Perjanjian Baru, Yesus sudah menjadi korban penebusan dosa bagi dunia sekali untuk selamanya. Artinya, Anda tidak perlu takut lagi bahwa Tuhan akan menghukum atau meninggalkan Anda, karena kini Tuhan selama-Nya tinggal di dalam hati orang percaya.

(Baca juga: UCAPANLAH YANG ANDA HARAPKAN DI DALAM HIDUP ANDA)

Iblis selalu ingin membuat kita berpikir Tuhan marah, menghukum, atau meninggalkan kita setiap kali kita berbuat dosa. Jangan dengarkan bualannya. Iblis ingin kita ketakukan, merasa bersalah, dan akhirnya kita hidup terus menerus di dalam dosa. Saat kita jatuh, justru mendekatlah kepada Tuhan, Dia menantikan kita, untuk memulihkan dan mengangkat hidup kita kembali. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s