KETIKA CINTA YESUS DITOLAK

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Berhubung hari ini adalah Hari Kasih Sayang, saya ingin membahas mengenai cinta. Teman, apakah cinta Anda pernah ditolak oleh seseorang? Apa yang Anda rasakan dan lakukan setelah Anda ditolak? Menurut pengalaman pribadi teman-teman saya, ada beragam respons orang ketika cintanya ditolak. Ada yang biasa saja dan tetap berteman, ada juga yang menjaga jarak, marah, kecewa, sakit hati, menyebar fitnah, bahkan membenci.

(Baca juga: KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA DIKASIHI)

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa respons yang sesuai Firman Tuhan seandainya cinta kita ditolak?

Saya percaya Pribadi yang paling tepat untuk dijadikan teladan dalam hal ini adalah Yesus. Yesus pernah ditolak habis-habisan, lebih dari semua pria dan wanita di muka Bumi ini. Yesus bukan hanya mengalami penolakan yang dahsyat, Dia juga pernah diduakan, bahkan ditigakan, oleh makhluk yang sangat Dia cintai. Oh, sungguh menyakitkan.

Bagi saya, respons Yesus sungguh menarik. Kita dapat mempelajarinya, supaya ketika hal yang sama terjadi di dalam hidup kita, kita dapat merespons dengan benar.

Setidaknya ada empat penolakan besar yang pernah Yesus alami:
1. Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sendiri.
2. Yesus ditolak oleh Yudas Iskariot, murid yang Dia percayakan memegang keuangan pelayanan-Nya.
3. Yesus ditolak oleh Petrus, karena Petrus takut mengakui hubungan mereka yang sangat dekat.
4. Yesus ditolak, dihina, disiksa, difitnah, bahkan disalibkan oleh orang Farisi, Saduki, para Ahli Taurat, dan tentara Romawi.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Meski menghadapi penolakan bertubi-tubi dari orang-orang yang dikasihi, orang-orang yang Dia ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, dan orang-orang terdekat-Nya, Yesus memilih untuk tidak sakit hati, kecewa, pahit, atau pun marah. Sebaliknya, Yesus justru mendoakan dan mengucapkan berkat bagi mereka. Anda tahu alasannya? Karena hati Yesus penuh dengan kasih. Kasih selalu ingin membuat orang lain bahagia, sekalipun itu berarti penderitaan bagi diri-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s