JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN UNTUK HIDUP BERKELIMPAHAN

Bahan renungan:

2 Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Tidak tahu dengan Anda, tetapi selama saya membaca dan merenungkan Firman Tuhan, saya tidak menemukan cara lain untuk menuai banyak, atau dengan kata lain, hidup dalam kelimpahan, selain dengan cara menabur banyak.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN IBLIS MERAMPAS DAMAI DAN SUKACITA ANDA)

Hari ini saya ingin bicara mengenai kesempatan untuk hidup berkelimpahan. Banyak orang mengira kesempatan untuk hidup dalam kelimpahan hanya dialami oleh orang tertentu saja, seperti orang yang berpendidikan tinggi atau berasal dari keturunan orang kaya. Sedangkan, bagi orang yang berpendidikan rendah atau lahir di keluarga miskin, tidak memiliki kesempatan untuk berkelimpahan. Teman, itu pemahaman yang keliru. Setiap orang percaya memiliki kesempatan yang sama untuk hidup dalam kelimpahan.

Saya berikan ilustrasi. Menurut Anda, kapan Anda memiliki kesempatan untuk mempraktekkan kasih? Tentu saja ketika Anda sedang disakiti, dihina, difitnah, atau dirugikan orang lain. Anda tidak dapat mempraktekkan kasih di saat semua orang sedang berbuat baik kepada Anda. Kalau pun Anda mempraktikkan tindakan kasih, itu namanya balas budi atau pamrih, Anda melakukan kebaikan untuk membalas kebaikan orang lain.

Jadi, kapan kita memiliki kesempatan untuk berkelimpahan?

Jika berkaca pada rutinitas saya, setidaknya saya memiliki 2-3 kesempatan dalam satu minggu untuk berkelimpahan. Yaitu, pada saat saya memiliki kesempatan untuk menabur di persekutuan yang saya layani setiap Jumat malam dan di gereja setiap Minggu. Artinya, dalam setahun saya memiliki minimal 104 kesempatan untuk berkelimpahan.

Saya percaya setiap orang mengharapkan untuk menuai banyak. Sayangnya, banyak orang berkali-kali melewatkan kesempatan untuk hidup dalam kelimpahan. Setiap ada kesempatan menabur, mereka memilih untuk menyimpan benih.

(Baca juga: KOMUNITAS YANG SALAH MERUSAK KITA, PERLAHAN TAPI PASTI!)

Teman, saya percaya Tuhan sudah menganugerahkan kelimpahan bersamaan Dia menyerahkan Yesus untuk kita di kayu salib. Jadi, bola panas kelimpahan sudah tidak lagi di tangan Tuhan. Dia sudah memberikannya untuk Anda dan saya. Saya yakin, sampai hari ini Tuhan sudah memberikan ratusan, bahkan ribuan kesempatan bagi setiap kita untuk menerima kelimpahan. Pertanyaannya, apakah Anda mau mengambil kesempatan untuk hidup berkelimpahan? Keputusannya di tangan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s