MENTAL RAJA VS. MENTAL HAMBA

Bahan renungan:

1 Samuel 17:20b Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya.

Setelah Daud diurapi Nabi Samuel menjadi raja, Daud kembali ke padang menggembalakan 2-3 ekor kambing domba yang dipercayakan Isai, ayahnya, kepadanya. Tidak mentang-mentang sudah diurapi, Daud menjadi sombong. Daud tetap rendah hati. Daud memiliki mental bahwa apa pun yang dia kerjakan, dia mengerjakan seperti untuk Tuhan. Yang artinya, Daud mengerjakan semua tugas yang diberikan kepadanya, besar atau kecil, dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab, sekalipun tidak ada yang melihat.

(Baca juga: YANG DUNIA TAWARKAN VS. YANG YESUS SEDIAKAN)

Suatu hari Isai memerintahkan Daud membawa makanan untuk kakak-kakaknya. Itu pekerjaan tambahan untuk Daud. Di hari itu, ada dua tugas yang Isai berikan: menjaga kambing domba dan mengantar makanan.

Bagi banyak orang, dua tugas di atas adalah hal sepele. Bisa saja Daud menggerutu mengatakan, “Ah, si papa, tugas menggembalakan kambing domba saja belum selesai, sudah diberikan tugas lain. Lagipula, kenapa hanya kakak-kakak saya yang diberikan makanan? Gembala kambing domba juga butuh makan.” Luar biasanya, remaja berwajah kemerahan ini tidak menggerutu.

Di sinilah mental seorang raja terlihat. Daud mengerjakan dua hal sepele di dalam hidupnya dengan penuh tanggung jawab. Ketika hendak pergi membawa makanan, Daud menitipkan kambing dombanya kepada penjaga. Daud tidak menelantarkannya di padang.

Saya percaya, Isai tidak keberatan kehilangan 2-3 ekor kambing domba, Isai pun tidak melihat seandainya Daud menelantarkannya. Namun, Daud memilih bertanggung jawab atas keselamatan kambing dombanya, maupun tugas mengantar makanan.

(Baca juga: JANGAN SAMPAI ANDA KEHILANGAN PENGHARAPAN)

Teman, bagaimana dengan Anda? Saya percaya Tuhan menyediakan hal-hal besar bagi Anda. Masalahnya, apakah Anda memiliki mental seorang raja atau mental hamba. Mental hamba berpusat pada upah, sedangkan mental raja berpusat pada tanggung jawab yang diberikan. Mental rajalah yang membawa kita menjadi seorang raja suatu hari kelak. (penulis: @mistermuryadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.